Sepucuk Sajak Indonesiaku, Puisi Rendy Stevano

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Sepucuk Sajak Indonesiaku, Puisi Rendy Stevano

MARJIN NEWS
17 August 2018

Mama, dikala Engkau intip keluar jendela
Ranting – ranting semangat tak ada berkobar
Syair Kebangsaan nyaris tak terdengar
Generasi seakan mati
Nestapa pilu menguasai tiang sejarah.. (f


“SANG MAMA”

Mama, Di atas bumi Pertiwi Engkau bersimpuh

Termangu menatap bendera pusaka yang kian enggan berkibar

“Saya ingin menciptakan harapan”, Katamu
Sementara Sang Garuda tak lagi berbinar.

Mama, dikala Engkau intip keluar jendela
Ranting – ranting semangat tak ada berkobar

Syair Kebangsaan nyaris tak terdengar
Generasi seakan mati
Nestapa pilu menguasai tiang sejarah.

Dengan mental yang menyayat hati
Wahai sang mama

Pancasila Engkau titipkan pada si sulung sebagai penyangga

Pada si bungsu Engkau taruh Revolusi Mental tuk menombak
Dalam mengarungi samudera perubahan.

Radikalisme, Praktik KKN, Hukum diakali
Binasa, Jika penyangga si sulung tidak habis dipenghayatan

Kemisinan, Pengangguran, Jual – beli Manusia
Ialah Prioritas tombak si bungsu berburu.

Meski bayangan makin semu, tetap tak ada jalan buntu

Dari pelosok Timur kami bukakan pintu bagimu Mama

Melalui generasi baru berkulit hitam
Demi menggapai sejahtera yang sesungguhnya
MERDEKA…!!!

Oleh: Rendy Stevano
Pondok Juang’94, Maumere, 16 Agustus 2018