Sedih, Mahasiswa Semester Akhir di Ruteng Bunuh Diri

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Sedih, Mahasiswa Semester Akhir di Ruteng Bunuh Diri

MARJIN NEWS
20 August 2018

Diduga korban gantung diri sekitar pukul 02.30 wita dini hari, Senin (20/8/2018). (Foto: Ilustrasi)
Ruteng, Marjinnews.com - Kabar tak sedap datang lagi dari Kota Dingin Ruteng, Manggarai, Flores, NTT. Kabar itu ialah Kasus bunuh diri yang kerap merenggut nyawa yang mayoritas dilakukan oleh anak muda.

Kali ini, Yohanes Berchemans Djehatu, mahasiswa STKIP St. Paulus Ruteng yang duduk di semester akhir ditemukan gantung diri di kamar tidurnya di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Bangka Nekang, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Senin (20/8/2018) pagi.

Korban ditemukan gantung diri sekitar pukul 06.30 wita oleh dua adik kandungnya yakni Rio dan Celli.

Kronologis saat penemuan  Yohanes Berchemans Djehatu menurut keterangan Rio dan Celli yaitu keduanya melihat dari ventilasi kamar korban ada tali tergantung di kamar korban dan adik mengambil kursi dan melihat ke dalam kamar korban ternyata korban sudah tergantung menggunakan tali nilon berwarna hijau dengan menggunakan pijakan 1 buah kursi kayu.

Diduga korban gantung diri sekitar pukul 02.30 wita dini hari, Senin (20/8/2018).

Korban kini sudah dievakuasi aparat Polres Manggarai dan keluarga ke Ruangan Jenasah RSUD Ruteng untuk kepentingan visum guna mengetahui ada tidak indikasi kekerasan pada tubuh korban.

"Yohanes Berchemans Djehatu, mahasiswa STKIP Stu.Paulus Ruteng yang duduk di semester akhir yang bunuh di rumahnya di Kelurahan Bangka Nekang sedang divisum," papar anggota Polres Manggarai.

Hingga kini keluarga masih menunggu jalannya proses visum agar jenasah korban di bawa ke rumah duka di Bangka Nekang.

Untuk diketahui, Yohanes Berchemans Djehatu, sebelum aksinya itu juga menulis surat wasiat kepada orangtua dan keluarganya.

Dalam suratnya korban meminta maaf kepada orangtua semasa hidup telah membuat keluarga menderita.

Surat wasiat tersebut sudah dipegang aparat Polres Manggarai yang melakukan olah TKP di rumah korban. 

Surat wasiat itu terdiri dari tiga lembar yang ditulis di kertas folio bergaris.
Surat wasiat Yohanes Berchemans Djehatu.  (Foto: Istimewa)
Kini suratnya masih menyimpan misteri kenapa korban sampai bunuh diri. (*)

Editor: Remigius Nahal