Saling Lapor Ke Polisi oleh Rensi Ambang dengan Eki, Netizen: "Biar Laos Cama Laos"

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Saling Lapor Ke Polisi oleh Rensi Ambang dengan Eki, Netizen: "Biar Laos Cama Laos"

MARJIN NEWS
28 August 2018

Foto: Ist
Ruteng, Marjinnews.com -- Aksi saling melapor ke pihak kepolisan dalam kasus Rensi Ambang dengan Eki (27), menurut netizen, "biar laos cama laos" (Saling merasakan-red)

Sebutan " Supaya Laos" adalah frasa yang menjadi viral belakangan ini di jagad maya Facebook warga Manggarai Raya setelah beredarnya video milik Rensi Ambang yang mempertontonkan pembinaan terhadap pria asal Mabar.

Seperti pengguna WhatsApp atas nama Adhynggau dalam komentarnya di group pembaca Media MarjinNews merespons berita aksi lapor balik Rensi Ambang. Pemilik WA itu berkomentar "biar laos cama laos."
Selanjutnya akun Facebook atas nama Anny Vianey dipostingannya menulis " Supaya Laos Cama Laos."
Sebelumnya, Eki korban yang diduga dipukul oleh Rensi Ambang di rumahnya di Kelurahan Waso, Kecamatan Langke Rembong, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (23/8) melapor ke Polres Manggarai di Ruteng, Senin (27/8).

Eki mendatangi Mapolres didampingi kuasa hukumnya Yance Janggat, SH dan Hironimus Ardi, SH dari Kantor Law Office Lawir Ruteng. Laporan Eki dicatat pihak Polres Manggarai dengan nomor laporan LP 152/VIII/2018/Polres Manggarai.

Eki mengatakan, ia merasa sangat dirugikan karena dianiaya secara bersama sama. “Lagi pula penganiayaan ini direkam dan live striming di medsos. Karena itu saya datang melapor ke polisi pada hari ini,” kata dia.

Kuasa hukum Eki, Yance Janggat, SH berharap bahwa Rensi dijerat dengan pasa 35 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman lima tahun penjara, dan Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman satu tahun penjara.

“Bisa juga dengan Pasal 340 karena merencanakan pembunuhan sesuai yang ada dalam video itu. Yang pasti pasal yang akan dipakai tentu sesuai perkembangan penyelidikan yang dilakukan oleh polisi dalam menangani kasus ini,” kata Yance.

Yance mengatakan, untuk kasus ini diharapkan polisi juga menggunakan UU ITE untuk menjerat Rensi sebab mereka merekam, mengedarkan sebuah rekaman penganiayaan kepada kliennya.

Tak ketinggalan juga, Rensi Ambang lapor balik pria asal Mabar itu.

Aksi saling melaporkan ke pihak kepolisian dilakukan lantaran jalan damai dengan cara mediasi buntu.

Hal itu disampaikan Rensi Ambang kepada MarjinNews Senin (27/8) malam.

"Saya sudah didampingi pengacara. Karena mediasi buntu. Saya siap pidanakan Eki orang yang telah mengajak selingkuh istri saya di facebook," terang Rensi Ambang.

Ia menerangkan, besok Selasa (28/8) Rensi Ambang dan pengacara akan melapor resmi Eki ke Polres Manggarai.

Rencananya, Rensi Ambang akan didampingi Pengacara Aziz, Edyson Rihi Mone dan Paul Habur untuk melapor pria asal Manggarai Barat itu.

Dikatakan Rensi, perbuatan pria beristri yang biasa dipanggil Eki itu telah melecehkan martabat istrinya dan Rensi sendiri serta anak-anaknya.

” Yang dia lakukan jelas melanggar hukum sehingga kita pidanakan dia,” tambahnya.

Menurut Rensi Ambang, percakapan Eki di facebook yang mengajak istrinya selingkuh merupakan pangkal kasus video kekerasan yang telah virus di jagat maya.

“Kasus induknya Eki ajak istri saya selingkuh makanya saya emosi dan muncul lah video kekerasan itu. Saya akui saya khilaf. Tapi sayangnya itu tenggelam bahkan pihak kami dibuli habis-habisan di medsos ,” imbuhnya.

Disampaikan Rensi, sebenarnya kasus chatting berisi ajakan selingkuh itu sudah harus dilaporkan ke pihak berwajib pada hari Kamis 23 Agustus 2018 namun urung karena Eki memohon agar masalah diselesaikan secara kekeluargaan.

”Dia memohon agar kesalahannya tidak dibawa ke ranah hukum atau adat. Dan kami maafkan dia. Tapi ternyata justru kami yang dipojokkan. Ya lebih baik tempuh jalur hukum saja,” ungkap Ambang.

Rensi Ambang juga enggan berkomebtar soal Eki yang  telah melapornya ke Polres Manggarai atas kasus penganiayaan yang ia lakukan.

”Itu haknya, kami juga dengan laporan kami. Prinsipnya, kami siap dengan konsekuensi hukum. Begitu juga dengan dia, harus dihukum untuk kesalahannya ,”tutup pelantun Kole Beo itu.

Untuk diketahui, Video aksi pemukulan yang dilakukan oleh RA menjadi trending topic bagi orang Manggarai di seluruh dunia terutama di tiga kabupaten yakni Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat.

Dalam Video yang berdurasi 11 menit 18 detik itu, tampak Rensi beberapa kali menampar Eki. Ancaman Rensi ditutup dengan kata supaya laos (kesampian dendam) yang keluar dari mulut putranya bernama Ronal Ambang. (*)

Editor: Remigius Nahal