Polres Manggarai Segera Tetapkan Rensi Ambang & Semua yang Terlibat Jadi Tersangka

Foto: Dok.Pribadi. Ruteng, Marjinnews.com -- Edi Hardum, praktisi hukum di Jakarta yang juga merupakan anggota Presidium Ikatan Sarjana ...

Foto: Dok.Pribadi.
Ruteng, Marjinnews.com -- Edi Hardum, praktisi hukum di Jakarta yang juga merupakan anggota Presidium Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) mendesak pihak kepolisian Manggarai segera menetapkan Rensi Ambang dan semua yang terlibat sebagai tersangka dalam kasus persekusi atas Melkior Merseden Sehamu alias Eki (27).

Menurut Edi Hardum, Persekusi yang diduga dilakukan oleh Rensi Ambang (RA) bersama anggota keluarganya merupakan kasus yang tidak hanya merugikan korban dan keluarganya tetapi merusak rasa kemanusiaan masyarakat terutama masyarakat Manggarai.

"Kenapa ? Pertama, chatting messenger Facebook antara Eki dan istri RA belum tentu perbuatan pidana bahkan menurut saya bukan merupakan perbuatan tindak pidana (asusila) tetapi RA dan keluarganya langsung berkesimpulan itu perbuatan pidana, maka mereka mempersekusi Eki ramai-ramai," jelas Edi.

Yang Kedua, kata Edi, menurut Eki chatting antara dirinya dengan istri RA bukan merupakan perbuatan yang salah (pidana), karena itu guyon.

"Eki tidak ego. Ia tidak merasa benar sendiri. Benar menurut dirinya, belum tentu bagi RA dan keluarganya. Oleh karena itu sebagai orang Manggarai ia mendatangi rumah RA untuk meminta maaf. Ia membawa tuak (bir) dan rokok. Namun, niat baik dan kesadaran adat ini disambut dengan penyaniayaan ramai-ramai," tandas Edi.

Ketiga, lanjut Edi, "kasus persekusian ini divideokan dan disiarkan di media sosial oleh RA dan keluarganya. Dari sini disimpulkan, pertama, RA dan keluarganya tidak menghargai adat Manggarai. Kedua, RA dan keluarganya tidak menghargai hukum. RA dan keluarganya main hakim sendiri. Sudah demikian mereka bangga pula dengan tindakan main hakim sendiri dengan menyiarkan video perbuatan tidak terpuji mereka (persekusi) di media sosial," papar Edi.

Edi Hardum menerangkan, karena itulah, sejak video persekusi tersebut mulai viral Sabtu (25/8), ia melalui akun FB-nya dan sejumlah media online meminta Polres Manggarai segera menangkap RA dan keluarganya atas perbuatan mereka itu tanpa menunggu laporan dari korban.

"Namun, sayang sampai Rabu (29/8), pihak Polres Manggarai belum juga menangkap RA dan keluarganya. Padahal, Kapolri Jenderal Tito Karnavian sendiri sudah menegaskan, kasus persekusi bukanlah delik aduan. Sebenarnya, Kapolri tanpa mengatakan seperti ini pun undang-undang telah mengaturnya bahwa kasus yang masuk dalam delik umum termasuk persekusi seperti yang dialami Eki tanpa ada aduan, Polri segera bertindak," ujar Edi.

Pada Senin (27/8) Eki (27) melaporkan kasus persekusian atas dirinya itu ke Polres Manggarai di Ruteng. Ia didampingi kuasa hukumnya Yance Janggat, SH dan Hironimus Ardi, SH dari Kantor Law Office Lawir Ruteng.

Merespons laporan ini, pihak RA juga menyatakan akan melapor balik Eki atas dugaan tindak pidana Eki melakukanchatting dengan istrinya. Namun, sampai Rabu (29/8) RA dan keluarganya belum juga melaporkan Eki.

Pada Minggu (26/8) malam, RA menghadap Mapolres Manggarai untuk mengklarifikasi kasusnya dengan Eki.

"Tadi malam saya sudah menghadap pihak kepolisian, kedatangan saya itu untuk mengklarifikasi terkait polemik saya denga Eki. Seperti yang terdapat di video itu," kata RA.

Merespons tindakan RA itu, Edi Hardum mengatakan itu sesuatu yang konyol.

"Beberapa hal penting yang disampaikan RA setelah ia bertemu pihak Polres Manggarai. Pertama, RA mengatakan bahwa masalahnya dengan Eki sudah selesai melalui Eki meminta maaf sesaat setelah Eki dianiaya ramai-ramai dan divideokan. Bahkan RA mengatakan, sebagaimana dikutip MarjinNews.com, bahwa Eki melaporkan dirinya dan keluarganya ke Polres adalah perbuatan konyol," ujarnya.

Menurut Edi, yang konyol adalah saudara RA dan keluarganya, Bukan Eki. Eki melakukan permintaan maaf sesaat seusai dipersekusi tidak sah secara hukum.

"Ini kasus pidana yang dijerat Pasal 351 KUHP yang ancamannya lima tahun bui, berusaha diselesaikan perdata," ujar Edi.

Secara hukum tidak salah, walau banyak praktik penyelesaikan perdata tidak menghalangi proses pidana untuk diteruskan ke proses penyidikan sampai ke pengadilan.

"Pasal 320 Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPerdata) mengatakan, sebuah persetujuan atau perjanjian sah apabila (1) kesepakatan dari kedua pihak atau mereka yang terlibat dalam perjanjian, (2) kecakapan untuk membuat suatu perikatan atau perjanjian, (3) suatu pokok persoalan tertentu, dan (4) causa yang halal atau tidak bertentangan dengan uu atau hukum," jelasnya.

Ia melanjutkan, "Pasal 321 KUHPerdata menyatakan bahwa suatu perikatan atau perjanjian yang dilakukan karena adanya kekhilafan atau ada pihak yang berada di bawah tekanan, maka perjanjian itu tidak sah atau batal demi hukum," ujar Edi.

Perjanjian RA dan keluarga dengan Eki dilakukan telah memenuhi unsur Pasal 1320 KUH Perdata, namun tidak memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam Pasal 1321 KUHPerdata.

"Sebab, Eki melakukan perdamaian dengan RA dan keluarga karena fisik dan mentalnya berada di bawah tekanan. Karena itu, Eki melaporkan RA dan keluarganya ke Polres Manggarai di Ruteng, Senin (27/8) tidak berlebihan ! Tidak konyol !
Kedua, menurut RA, Eki menutupi asal usul," papar Edi.

Sebelumnya, menurut keterangan RA kepada Marjinnews.com, Eki telah menutupi asal usulnya.

"Pada hal, ia aslinya dari Nangka, Bari, Macang Pacar. Bukan dari Nampar Macing. Dan yang paling menjengkelkannya lagi, ia itu adiknya Vinsen Pata. Yang pernah menjadi Pemeran Raja di album saya yaitu Rueng," terang Rensi Ambang.

Rensi Ambang mengakui, bahwa kalau Eki menjelaskan bahwa ia (Eki) itu dari Nangka, Bari, Macang Pacar, Perdamaian secara adat dan ada hubungan dengan Vinsen Pata, tindakan kekerasan itu tidak mungkin akan terjadi.

Lagi-lagi merespons keterangan RA itu, menurut Edi Hardum, pernyataan RA ini disimpulkan, ia (RA-red) berbohong kepada publik bahwa ia dan keluarga melakukan persekusi terhadap Eki karena khilaf. RA dan keluarga sudah rencana dengan baik mempersekusi Eki.

Advokat Peradi ini menjelaskan bahwa dirinya sudah menanyakan Eki, dan Eki menjelaskan, bapaknya berasal dari Nampar Macing (Kempo). Mereka tinggal di Nangka, Bari, Macang Pacar, di kampung ibunya.

“Kami asli Kempo, hanya tinggal di anak rona,” kata Eki. Eki juga membantah ada hubungan darah sama Vinsen Pata, mantan anggota DPRD NTT. Kami hanya satu kampung dengan Pak Vinsen, tidak ada hubungan darah, kata Eki," terang Edi Hardum meniru ucapan Eki.

Edi juga sudah mengontak salah satu kuasa hukum Eki, Hironimus Ari SH. Menurut Hironimus, silahkan RA berpendapat bahwa Eki melaporkannya (RA) ke polisi merupakan perbuatan konyol.

Menurut pengacara yang ikut mendampingi Eki melapor RA ke Polres Manggarai mengtakan, "Perlu dia tahu pemeriksaan kasus ini tengah berlangsung, dan pihak korban tidak mungkin mundur lagi. RA dan keluarga silahkan mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum," tegas Hironimus,

Eki sendiri menegaskan, ia dan keluarga sudah serius agar kasus ini sampai ke pengadilan.

“Saya dan keluarga besar sakit hati dengan perbuatan RA dan keluarga,” kata Eki.

Atas laporan itu kata Edi Hardum, "Kita semua tentu sangat berharap agar Polres Manggarai serius dan profesional mengusut kasus persekusi ini. Bila perlu Polres Manggarai segera menetapkan RA dan keluarganya sebagai tersangka dan langsung ditahan. Hampir semua warganet menginginkan agar RA dan yang terlibat persekusian itu segera ditahan," jelasnya.

Menurut Edi Hardum, jikalau penyidikan kasus ini tidak tuntas maka akan menjadi preseden buruk ke depan. Bukan tidak mungkin banyak masyarakat Indonesia terutama Manggarai akan melakukan persekusi seperti yang dilakukan RA dan keluarga.

"Semua orang Manggarai tahu dan perlu menghargai adat Manggarai. Namun, ingat tidak semua kasus diselesaikan secara adat. Perdamaian secara adat boleh tapi, pertama, harus dilakukan secara jujur dan iklas dari kedua belak pihak. Tanpa ada tekanan fisik dan psikis," papar Edi Hardum.

Tambah Edi, "Kedua, perdamaian secara adat tentu tidak menghentikan penyelidikan dan penyidikan serta pelimpahkan kasus persekusi ke pengadilan, tetapi hanya untuk meringankan hukuman. Mari, serva ordinem et ordo servabit te ! [Peliharalah peraturan (hukum), agar peraturan (hukum) memelihara Anda/kita!]. Pungkasnya. (*)

Editor Remigius Nahal

COMMENTS

Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Agraria,1,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,3,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,230,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,100,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Bencana Alam,2,Berita,6,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,44,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,145,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,23,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,6,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,5,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,1,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,45,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,4,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,245,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,1,Kemanusiaan,68,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,6,Kepemudaan,147,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,59,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,56,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,42,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,15,lombok,1,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,40,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,87,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,7,Nasional,240,Natal,19,Ngada,5,Novanto,1,Novel,15,NTT,117,Nyepi,2,Olahraga,12,Opini,346,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,21,Pariwisata,25,Partai Politik,24,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,Pencurian,2,Pendidikan,89,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,864,Peritiwa,2,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,2,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,22,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,81,Politikus,6,POLRI,6,PP PMKRI,1,Pristiwa,26,Prosa,1,PSK,1,Puisi,65,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,10,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,23,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,12,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,7,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Polres Manggarai Segera Tetapkan Rensi Ambang & Semua yang Terlibat Jadi Tersangka
Polres Manggarai Segera Tetapkan Rensi Ambang & Semua yang Terlibat Jadi Tersangka
https://3.bp.blogspot.com/-c4ei02Px0us/W4bw_AZ2FaI/AAAAAAAACOo/fCnpMv92UKkicEkFxwvI3d6FM-TwuMERgCLcBGAs/s320/20180830_025854.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-c4ei02Px0us/W4bw_AZ2FaI/AAAAAAAACOo/fCnpMv92UKkicEkFxwvI3d6FM-TwuMERgCLcBGAs/s72-c/20180830_025854.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/08/polres-manggarai-segera-tetapkan-rensi.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/08/polres-manggarai-segera-tetapkan-rensi.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy