Polres Manggarai Segera Tangkap Rensi Ambang
Cari Berita

Polres Manggarai Segera Tangkap Rensi Ambang

MARJIN NEWS
25 August 2018

Foto: Ist
Ruteng, MarjinNews- Polres Manggarai Segera Tangkap Rensi Ambang. Desakan itu disampaikan Advokat PERADI Edi Hardum setelah beredar luasnya video penganiayaan yang dilakukan musisi kawakan asal Manggarai Rensi Ambang terhadap salah seorang pemuda 27 tahun bernama Eki atas dugaan ajakan selingkuh istrinya.

Menurut Edi, peristiwa dugaan tindakan kekerasaan yang dilakukan oleh musisi Rensi Ambang bisa berbuntut panjang. Ia harus berurusan dengan pihak penegak hukum karena telah melakukan tindakan main hakim sendiri. Demikian pernyataan tertulis dari praktisi hukum Peradi Edi Hardum, SH, MH itu kepada MarjinNews, Sabtu (25/8) malam.

Edi mengganggap isi video yang yang telah menjadi viral itu adalah sebuah bentuk penganiayaan (persekusi).

"Dari suara di video itu dikatakan, alasan penganiayaan itu karena Eki , mengganggu istri RA melalui media sosial (medsos), sepertinya facebook. Di video terlihat, Eki dipukul sampai mulutnya terluka," ujar Edi.

Lanjut Edi, "Pertanyaan adalah apakah perbuatan Eki mengganggu istri RA dikatakan tindak pidana ? Kalau dikatakan tindak pidana, apa benar dia dianiaya ramai-ramai seperti itu? Dan apakah tindakan RA dkk, menganiaya seperti itu merupakan tindak pidana ?

Edi menjelaskan, ada tiga unsur bisa dikatakan tindak pidana

"Dalam ilmu hukum pidana dikatakan, sesuatu dikatakan tindak pidana bisa memenuhi tiga unsur yakni harus adanya niat, harus adanya rencana dan harus adanya tindakan. Yang dilakukan Eki menggoda istri RA baru sekadar niat dan rencana. Niat dan rencana ini akan terbukti kalau diuji di pengadilan melalui bukti-bukti atau petunjuk pendukung. Kesimpulannya adalah Eki belum melakukan tindak pidana," terang Edi.

Edi menambahkan, "memang ada sebagian pakar berpendapat bahwa adanya niat dan rencana sudah dikatakan tindak pidana. Namun, pendapat ini selalu kandas ketika diperiksa di pengadilan," ujarnya.

Berdasarkan penjelasan mengenai tiga syarat dikatakan tindak pidana di atas, apa yang dilakukan RA dkk sudah pasti tindak pidana.

"Mereka melakukan persekusi seperti itu jelas mengandung niat dan rencana di dalamnya," papar Edi.

Kesimpulan RA dkk telah melakukan tindak pidana berat, yakni menganiaya orang sampai luka. Selain itu, RA dkk dijerat dengan UU ITE yakni menyebarkan tindakan persekusi sampai luka di media sosial.
Kasus persekusi yang dilakukan RA dkk kepada Eki, merupakan delik umum.

"Oleh karena itu, polisi segera menangkap RA dkk tanpa harus menunggu laporan dari korban atau keluarga korban. Polisi perlu menangkap RA karena selain masuk dalam tindak pidana berat juga kasus penganiayaan itu merupakan tindakan main hakim sendiri. Itu merupakan kasus main hakim sendiri. Polisi segera tangkap," tutup Edi (*)

Editor: Remigius Nahal