“Perilaku Kebahasaan” Masyarakat Indonesia
Cari Berita

“Perilaku Kebahasaan” Masyarakat Indonesia

MARJIN NEWS
13 August 2018

Secara umum bahasa adalah alat berinteraksi berupa lambang bunyi yang digunakan untuk menyampaikan ide, gagasan atau perasaan. (Foto: Dok.Pribadi)
Marjinnews.com -- Bahasa merupakan suatu sistem yang memiliki peran sentral dalam perkembangan wawasan, sosial dan emosional peserta didik serta menjadi tonggak untuk memahami sub disiplin yang lain.

Pembelajaran bahasa dimaksudkan agar setiap orang mampu untuk mengekspresikan pikiran dan perasaannya dengan mitra tutur baik itu dilakukan secara lisan maupun tulisan.

Secara umum bahasa adalah alat berinteraksi berupa lambang bunyi yang digunakan untuk menyampaikan ide, gagasan atau perasaan.

Bahasa dihasilkan berdasarkan kumpulan beberapa kata sehingga menghasilkan tuturan yang bermakna. Bahasa adalah alat komunikasi yang dikatakan sebagai perantara untuk berelasi.

Bahasa juga digunakan untuk untuk menggambarkan hal-hal yang tidak bisa dilihat secara kasat mata. Fenomena mengatakan bahwa sikap apatis pada bahasa yang bisa dikatakan  merupakan jati diri bangsa mulai muncul pada generasi bangsa.

Banyak anak muda ketika berbicara dengan mitra tuturnya selalu menggunakan bahasa Inggris.
Hal tersebut dilakukan agar mengakui bahwa diri mereka hebat tetapi yang menjadi persoalan belum tentu yang dikatakan sudah benar. Berbeda cerita kalau kita berbicara dengan orang asing yang penguasaan bahasa Indonesianya masih sangat minim.

Semua bahasa pasti mengalami perubahan karena sifatnya dinamis bukan statis. Perubahan itu terjadi karena beberapa faktor seperti banyaknya kosakata yang dicampuradukkan dalam bahasa Indonesia ketika berkomunikasi, penggunaan bahasa daerah yang selalu dimasukan dalam bahasa Indonesia, dan sering melakukan penyingkatan yang justru merusak aturan yang sudah ditetapkan.

Selain itu, dikalangan masyarakat tidak sedikit yang menyepelekan penggunaan bahasa Indonesia karena menganggap sangat mudah. Tetapi, realita mengatakan bahwa untuk mempelajarinya sangat sulit. Banyak istilah dan aturan yang harus dikuasai agar mampu berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Sangat ironis memang ketika melihat orang Indonesia tidak menghargai identitas negerinya. Tetapi, ternyata bahasa yang kita acuhkan sangat sulit dipelajari bukan hanya oleh penutur asing tetapi masyarakat Indonesia juga mengalami hal yang sama.
Oleh Karena itu, sikap cinta terhadap bahasa lebih ditekankan lagi dan hal itu dapat kita lakukan dari diri kita.

Selain itu, di lingkungan sekolah selalu diberi wadah peserta didik untuk selalu mencintai bahasa persatuannya. Seperti mencanangkan berbagai kegiatan seperti membuat puisi, cerpen, dan banyak hal sehingga pelestarian bahasa tetap dilakukan.

Melalui hal semacam ini generasi muda mulai meyadari betapa berharganya aset bangsa dan harus dijaga. Kebiasaan-kebiasaan dan sikap negatif terhadap bahasa perlu dihindari. Penggunaan bahasa gaul tidak dilarang, tetapi perlu dipahami konteks. Diusahakan untuk tidak mencampuradukkan penggunaan bahasa gaul dengan bahasa Indonesia.

Bahasa merupakan kebutuhan esensial manusia. Lewat bahasa manusia dapat menata suatu harmoni kehidupan dengan sesama sebagai makhluk sosial. Lebih dari itu lewat bahasa manusia dapat mengonstruksi dunia sesuai kebutuhannya. Karena itu, dalam peradabannya bahasa menjadi suatu yang sentral.

Ketika peradaban yang terus berdinamis, bahasa seakan dituntut agar mengalami suatu perubahan atau perkembangan. Hal ini menunjukkan betapa besar pengaruh bahasa terhadap pembentukan dunia. Maka, dengan mencoba malakukan penataan ulang dan kontrol yang baik terhadap setiap kata-kata yang diucapkan karena secara tidak langsung kita ingin menunjukkan seperti apa kepribadian kita.

Oleh: Efriska K. Tau, S.Pd