Pengacara Muda Asal NTT Ini Mengirim Surat Terbuka Kepada Bupati Belu
Cari Berita

Pengacara Muda Asal NTT Ini Mengirim Surat Terbuka Kepada Bupati Belu

MARJIN NEWS
10 August 2018

Pengacara muda NTT Yulius Benyamin Seran SH, yang juga atas nama ahli waris dari Alm. Dominikus Seran menyurati Bupati Belu terkait pembangunan yang diduga diperuntukkan sebagai hotel.

Atambua, Marjinnews.com -- Mengalami dampak tidak nyaman dari pembangunan yang terjadi di RT/RW : 07/03 Lingkungan Lalete Sukabi, Kelurahan Tulamalae,  Kec. Atambua Barat, Kota Atambua, Belu, NTT yang diduga diperuntukkan sebagai hotel, pengacara muda NTT Yulius Benyamin Seran SH, yang juga atas nama ahli waris dari Alm. Dominikus Seran menyurati Bupati Belu.

Isi surat yang dilayangkan oleh Pengacara Muda NTT itu kepada Bupati Belu, yang salinnanya diterima MarjinNews yaitu memohon kepada pemerintah daerah kabupaten Belu untuk memberikan informasi
terhadap bangunan yang sedang dibangun tersebut.

"Karena saat ini kami mengalami dampak “tidak nyaman” dari pembangunan tersebut yang diduga diperuntukkan sebagai hotel, persis di sebelah barat dari rumah tempat tinggal kami, yang galiannya hanya berjarak kurang lebih 1 meter dari rumah kami," tulis Benyamin Seran dalam suratnya itu.

Ia juga memohon kepada Bupati Belu terkait dengan IMB untuk pembangunan gedung yang diduga diperuntukan untuk hotel agar ditinjau kembali.

"Apabila ternyata bangunan yang dibangun tersebut telah memiliki IMB mohon ditinjau kembali terutama jarak dengan rumah kami dan awasi pembangunannya agar tidak menyimpang dari izin yang telah diperolehnya," ulasnya.

Menurut Benyamin, apabila, ternyata bangunan tersebut tanpa atau tidak berdasarkan IMB, maka mohon agar dilakukan penertiban berupa diberikan surat pemberitahuan dan/atau peringatan kepada pemilik bangunan tersebut.

Ia juga berharap agar Pemda Belu bertindak tegas apabila surat tersebut tidak dihiraukan, yaitu memberikan sanksi berupa menghentikan dan menimbun kembali galian yang ada.

Untuk diketahui, bukan hanya menyurati Bupati Belu, Benyamin Seran juga mengadu hal itu kepada Ombudsman Perwakilan NTT.

Adapun point-poin yang diminta oleh Benyamin terkait informasi pembangunan gedung itu ialah;

1. Badan Hukum / Perorangan yang telah mulai membangun tersebut, agar kami mengetahui dengan pasti siapakah yang bertanggungjawab untuk itu.

2. Apakah bangunan tersebut telah mendapatkan IMB? Apabila telah ada IMB siapakah yang telah menandatangani sebagai penyanding sebelah Timur.

3.  Apakah bangunan yang didirikan telah sesuai dengan peruntukan dengan Rencana Tata Ruang?

4. Bagaimana dengan rencana pembuangan dan/atau pengelolaan limbah apabila bangunan tersebut kemudian difungsikan sebagai hotel?

5. Apakah diperbolehkan pembangunan bangunan sebesar itu (di duga hotel) tersebut didirikan hanya berjarak kurang lebih 1 meter dari rumah warga. Sementara penggalian dengan alat berat yang telah dilakukan hingga hari ini, Kamis 9 Agustus 2018, dapat membahayakan  konstruksi rumah kami terlebih ketika musim hujan tiba.

6. Bagaimana dengan ketinggian bangunan apakah tidak melebihi aturan yang telah ditentukan berdasarkan ketentuan tata ruang, ataukah telah dilakukan pengkajian teknik terlebih dahulu atau ada izin khusus.

Dan berikut ini adalah Isi lengkap dari Surat yang ditujukan kepada Bupati Belu.



Terkait pembangunan yang telah memberikan rasa kurang nyaman kepada warga setempat itu, pihak MarjinNews telah menghubungi ketua DPRD Belu Januaria Awalde Berek.

Menurut ketua DPRD Belu itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Sekda Belu terkait pembangunan yang terjadi di Lingkungan Lalete Sukabi, Kelurahan Tulamalae,  Kec. Atambua Barat, Kota Atambua.

"Kemarin kami telah menayakan kepada Sekda Belu. Kami menanyakan terkait sosialisasi dan teknis-teknis lain yang berkaitan dengan pembangunan tersebut. Sekda bilang dirinya juga akan berkoordinasi juga dengan dinas terkait," ujarnya.

Ia berjanji bersama pihak eksekutif di Belu akan terus berkoordinasi hingga bisa memberikan rasa nyaman kepada warga yang terkena dampak dari pembangunan tersebut.(RN/MN)