Peduli Gempa Lombok, Dua Tokoh Bali Bersinergi Beri Bantuan Kemanusiaan

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Peduli Gempa Lombok, Dua Tokoh Bali Bersinergi Beri Bantuan Kemanusiaan

MARJIN NEWS
30 August 2018

Bantuan yang diserahkan Togar dan KERIS dalam satu truk penuh kali ini berupa sembako seperti 276 dus air mineral, 60 dus mie instan, 8 karung beras, 15 dus selimut, serta pakaian layak pakai. (Foto: Istimewa)
Denpasar, Marjinnews.com -- Korban gempa Lombok kini hidup serba kekurangan dan butuh belas kasihan setelah rumah, dan harta benda mereka hancur akibat rentetan gempa yang terus terjadi menghantam wilayah itu dalam beberpa waktu belakangan ini.

Atas situsasi itu, dua tokoh Bali yakni I Ketut Putra Ismaya Jaya atau yang akrab disapa “KERIS” dan advokat kawakan Togar Situmorang terpanggil oleh rasa kemanusiaan dan solidaritas. Keduanya bersinergi membantu korban gempa Lombok tersebut.

Bantuan yang diberikan oleh kedua Tokoh Bali ini diserahkanke Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali, Rabu (29/8/2018). Selanjutnya akan disalurkan langsung ke Lombok.

“Kami berdoa untuk saudara-saudara kita di Lombok agar dapat segara kembali bangkit dari bencana gempa bumi ini. Kami pun selalu siap bergandengan tangan saling membantu,” kata Togar.

Bantuan yang diserahkan Togar dan KERIS dalam satu truk penuh kali ini berupa sembako seperti 276 dus air mineral, 60 dus mie instan, 8 karung beras, 15 dus selimut, serta pakaian layak pakai. Sebelumnya mereka juga sempat beberapa kali datang langsung ke Lombok menyerahkan bantuan.

Petugas Posko PMI Bali M. Ryan Haris mengatakan Rabu (29/8/2018) merupakan hari terakhir penyerahan bantuan dari masyarakat dalam bentuk sembako ataupun barang lainnya. Sementara penerimaan bantuan berupa uang juga ditutup hari ini, Kamis (30/8/2018).
Pengacara Togar Situmorang, saat penyerahan bantuan di PMI Bali. (Foto: Ist)
Semua bantuan dalam bentuk barang hari ini disalurkan langsung ke PMI NTB (Nusa Tenggara Barat). “Nanti distok disana. Lalu baru disalurkan sesuai kebutuhan per desa yang menjadi korban gempa Lombok dan titik pengungsian,” jelas Haris.

Seperti diketahui KERIS  tengah berjuang sebagai calon senator dari Bali untuk berjuang nanti di DPD RI di  Senayan, Jakarta.

Sementara Togar Situmorang yang berlatar belakang advokat tersohor dan kerap dijuluki “panglima hukum” itu merupakan caleg DPRD Bali daerah pemilihan (dapil) Denpasar dari Partai Golkar nomor urut 7.

Togar yang juga “panglima hukum” pasangan Mantra-Kerta di Pilgub Bali 2018 ini menegaskan ia dan KERIS punya kesamaan nafas perjuangan ngayah untuk Bali, untuk melayani rakyat bukan dilayani.

Togar juga dikenal sebagai advokat yang peduli pada masyarakat kecil. Ia dengan tangan terbuka berdasarkan panggilan hati nurani serta iklas mendampingi proses hukum masyarakat kecil tanpa dibayar sepersen pun.

Sebagai bentuk keseriusannya berjuang dan mengabdi untuk masyarakat Bali, Togar telah berkomitmen membuat pakta integritas. Pertama, melaksanakan program visi-misi yang telah disampaikan. Kedua, berjuang dan melayani masyarakat kecil.

Ketiga, mengawasi dan mengawal realisasi APBD Provinsi Bali serta dana bansos untuk seluruh masyarakat. Keempat, mengawal aspirasi hukum masyarakat kecil yang tertindas dan mengalami ketidakadilan penegakan hukum. Kelima, menguatkan eksistensi LPD (Lembaga Perkreditan Desa) untuk ajeg Bali.

“Apabila saya tidak melakukan dan atau melaksanakan pakta integritas ini. Maka saya siap mundur sebagai anggota legislatif di DPRD Bali,” tegas Togar. (*)