Meninggal Tenggelam di Pantai Pede, Ini Sosok Aris di Mata Sang Kekasih

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Meninggal Tenggelam di Pantai Pede, Ini Sosok Aris di Mata Sang Kekasih

MARJIN NEWS
23 August 2018

Salah satu orang yang sangat merasa terpukul dengan peristiwa naas ini adalah Hildegardis Yenita Mamul (20). Gadis yang diketahui adalah kekasih dari salah satu korban bernama Aris (20) itu mengaku tidak percaya dengan apa yang telah didengarnya. (Foto: Istimewa)
Labuan Bajo, marjinnews.com - Kabar meninggalnya dua pemuda atas nama Steni (19) asal Lolang, Satar Mese, Kabupaten Manggarai dan Aris (19) asal Cancar, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggara yang menjadi korban tenggelam di Pantai Pede, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat pada Kamis (23/8) sore ternyata menimbulkan luka yang dalam bagi seluruh orang-orang terdekat mereka.

Salah satu orang yang sangat merasa terpukul dengan peristiwa naas ini adalah Hildegardis Yenita Mamul (20). Gadis yang diketahui adalah kekasih dari salah satu korban bernama Aris (20) itu mengaku tidak percaya dengan apa yang telah didengarnya.

"Tidak mungkin kaka, saya tidak percaya!" Ungkap gadis yang akrab disapa Gardis tersebut ketika dihubungi marjinnews.com pada Kamis (23/8/2018) malam.

Gardis mengaku sudah menjalin hubungan istimewa dengan Aris sejak setahun yang lalu. Bagi gadis yang sejak sebulan lalu tinggal di Bali ini, Aris adalah sosok yang sangat baik dan bertanggungjawab.

"Aris itu sangat baik dengan saya kaka. Ia juga sangat bertanggungjawab terhadap keluarga dan terutama kedua orang tuanya. Meski saya rewel disaat ia tengah bekerja di Labuan Bajo, dia masih menyempatkan diri untuk menelpon saya dan membuat saya tersenyum" ungkap Gardis sambil tak kuasa menahan tangis.

Ketika ditanya apa yang akan dilakukannya setelah mendengar peristiwa naas yang menimpa kekasihnya, Gardis mengaku akan pulang ke rumah duka sambil menunggu pihak keluarga mengangkat telepon dari dirinya.

"Saya pasti pulang untuk menemui kekasih saya untuk terakhir kalinya kaka. Hanya saya masih tunggu konfirmasi dari pihak keluarga soal kebenaran peristiwa ini" lanjut Gardis yang masih tidak percaya dengan peristiwa tersebut.

Bak petir di siang bolong, tanpa angin dan hujan tiba-tiba datang menyambar tanpa kenal ampun kira-kira demikian suasana hati Gardis saat ini. Wanita malang itu dalam kondisi demikian tetap berharap bahwa informasi kepulangan kekasihnya ke Sang Pencipta adalah sebuah kabar yang keliru. Tetapi, begitulah takdir manusia. Tidak pernah dibayangkan dan bahkan tidak pernah diharapkan sama sekali.

Gardis dan keluarga yang ditinggalkan pun merasa terpukul atas peristiwa naas ini. Istirahatlah dalam damai saudara, semoga keluarga dan orang-orang terdekat mengikhlaskan kepergiaan kalian. (TP/MN)