Melakukan Penipuan Bisnis Material Bangunan, Kakek Anom Divonis Dua Tahun Penjara
Cari Berita

Melakukan Penipuan Bisnis Material Bangunan, Kakek Anom Divonis Dua Tahun Penjara

MARJIN NEWS
10 August 2018


Denpasar, Marjinnews.com -- Tidak didampingi Penasehat hukum, kakek Anom (73) terlihat pasrah ketika mejelis hakim yang diketuai oleh Ni Made Purnami menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara terhadapnya karena terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan penipuan bisnis barang perlengkapan toko material bangunan pada sidang putusan di PN Denpasar Kamis (9/8) kemarin.

Vonis dua tahun ini masih terbilang ringan dari tuntutan JPU Kejari Denpasar yang menutut terdakwa kakek Anom 3 tahun penjara.

Dalam mengadili perkara kasus penipuan yang mengakibatkan saksi korban mengalami kerugian mencapai 10 miliar lebih yang dilakukan oleh kakek Anom itu mejelis hakim PN Denpasar sependapat dengan tuntutan JPU Kejari Denpasar Nyoman Bela Atmaja yang menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti melanggar Pasal 379 (a) KUHP.

"Menyatakan perbuatan terdakwa secara sah dan menyakinkan bersalah  melakukan tindakan pidana yakni melakukan mata pencaharai dengan kebiasaan membeli barang-barang dengan maksud supaya tanpa pembayaran seluruhnya, memastikan penguasaan barang-barang itu untuk diri sendiri ataupun orang lain sebagaimana dalam surat dakwaan tunggal jaksa penuntut umum," tegas  mejelis hakim yang dipimpin Ni Made Purnami.

Hal yang memberatkan yaitu perbuatan terdakwa (Anom-red) telah merugikan saksi korban. Sementara yang meringankannya terdakwa belum pernah dihukum dan bersikap sopan selama persidangan dan menyesali serta berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

"Menjatuhkan hukuman penjara selama dua tahun dan dikurangi selama masa penahanan dengan printah terdakwa tetap dalam tahanan," tegas hakim dalam putusannya.

Mendengar putusan dari mejelis hakim tersebut Kakek Anom pasrah dan menyatakan menerima.

Untuk diketahui dalam putusan, akibat perbuatan terdakwa itu, korban yaitu PT Padi Mas Prima mengalami kerugian sebesar Rp 5.807.500.000, PT Catur Aditya Sentosa mengalami kerugian sebesar Rp 15.603.200, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk. Cabang Denpasar mengalami kerugian Rp 696.679.433, dan PT Surticon Buana Perkasa mengalami kerugian Rp 5.807.500.000. (RN/MN)