Massa Aksi Tolak Investasi di Pulau Komodo Ricuh dengan Dua Investor

Akibat keadaan itu, hampir semua peserta yang hadir berdiri dan melerai beberapa orang yang tersulut emosi. (Foto: Ist) Labuan Bajo, Ma...


Akibat keadaan itu, hampir semua peserta yang hadir berdiri dan melerai beberapa orang yang tersulut emosi. (Foto: Ist)
Labuan Bajo, Marjinnews.com --Sosialisasi pemanfaatan kawasan Taman Nasional Komodo oleh PT Segara Komodo Lestari dan PT Komodo Wildlife Echo Tourism di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur berlangsung ricuh.

Masyarakat menolak kehadiran dua investor tersebut karena dinilai bertentangan dengan konservasi.

Pertemuan dihadiri Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wiratno yang berlangsung di Hotel Laprima Labuan Bajo, Selasa (21/8/2018) berlangsung ricuh.

Pertemuan itu berkaitan dengan pembangunan rest area di Pulau Rinca.

Perbedaan pendapat antara peserta membuat pertemuan itu berlangsung alot dan sempat ricuh, diwarnai teriakan suara yang cukup keras dari peserta tertentu.

Akibat keadaan itu, hampir semua peserta yang hadir berdiri dan melerai beberapa orang yang tersulut emosi.

Beruntung pihak kepolisian hadir pada kesempatan itu sehingga dengan sigap menanganinya.

Kapolres Manggarai Barat (Mabar), AKBP Julisa Kusumowardono, SIK langsung menenangkan suasana tersebut.

Bupati Mabar Agustinus Ch Dula dan wakilnya Maria Geong serta Sekda Rofinus Mbon dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hadir dalam kegiatan itu, bersama sejumlah komponen terkait lainnya.

Pada kesempatan yang hampir sama, para anggota DPRD setempat menggelar rapat membahas hal yang sama di lantai satu kantor DPRD Mabar.

Setelah rapat, mereka menggelar konferensi pers yang menyatakan penolakan pembangunan rest area di Pulau Rinca.

"DPRD sudah keluarkan surat ke bupati agar menghentikan pembangunan rest area itu. Kami akan ke Jakarta bertemu langsung menteri dan Bapak Presiden agar segera mencabut izinnya sehingga pembangunan rest area itu dibatalkan" kata Ketua DPRD Mabar, Blasius Jeramun, saat konferensi pers hari itu. Minggu depan kata dia, lembaga dewan tersebut akan ke Jakarta.

Dasar Penolakan Pembangunan di TNK Menurut FORMAPP

Pertama, penguasaan (pengelolaan) pihak swasta atas titik-titik strategi dalam kawasan Taman Nasional Komodo tidak membawa manfaat terhadap masyarakat dalam kawasan itu dan untuk masyarakat Manggarai Barat pada umumnya.

Masalah yang muncul justru terjadi privatisasi dan pencaplokan sumber daya publik atas lahan dalam kawasan TNK.

Formapp Mabar mengisahkan pengalaman buruk pernah terjadi tahun 2003 sampai 2012. Saat itu TN Komodo pernah dikelola PT. Putri Naga Komodo (PNK) dengan mengantongi SK Kemenhut bernomor: 195/menhut-ii/2004 tanggal 9 september 2003.

PT PNK diberikan izin untuk pengusahaan pariwisata alam ( IPPA) selama 30 tahun terhitung sejak 2004 sampai dengan 2034. Namun setelah 10 tahun beroperasi, perusahaan ini bubar tanpa ada pertangungjawaban publik yang jelas.

Yang muncul ke publik justru konflik antara perusahaan dan departemen keuangan terkait dana konservasi sejumlah Rp.16.000.000.000.

Tidak hanya itu, pada bulan Mei 2015 beredar luas berita yang menunjukan adanya pengkelaiman atas pulau Mawan oleh Alam Kul-Kul. Pulau Mawan adalah salah satu pulau yang terletak dalam kawasan TNK.

Kedua, kehadiran pihak swasta dalam pengolaan kawasan TNK, akan menambah beban penderitaan bagi masyarakat dalam kawasan dan para pelaku usaha wisata lokal.

Seperti diketahui, izin usaha yang diberikan kepada pihak swasta adalah izin usaha jasa dan sarana pariwisata alam, dimana pihak swasta tidak hanya akan merealisasikan proyek fisik seperti pengadaan villa dan menyediakan jasa pramu wisata, tetapi juga akses-akses terhadap jalur wisata akan dikontrol secara ketat.

Jika ini yang terjadi, maka ragam usaha masyarakat setempat seperti homestay, penginapan, kapal wisata dan naturalist guide akan tersingkir dengan sendirinya.

Ketiga, realisasi proyek fisik seperti villa, homestay dan tempat publik fisik lainnya dalam kawasan TNK akan membawa dampak buruk pada keberlanjutan kealamiahan kawasan.

Ruang hidup dan penghidupan (habitat) satwa komodo dan hewan lainnya akan terganggu. Siklus dan rantai eksosistem alamiah akan rusak. Suasana alam yang liar akan menjadi bising dan berpolusi (tanah dan udara).

Keempat, dalam tataran kebijakan dan regulasi, terkesan, pemerintah pusat melalui Balai Taman Nasional Komodo dan pemerintah daerah kabupaten Manggarai Barat tidak berpihak pada masyarakat dalam kawasan TNK.

Melalui instrumen hukum yang dibuat, pemerintah meloloskan dan membiarkan pihak swasta untuk tidak hanya mengelola kawasan strategis ini tetapi juga merebut ruang kepemilikan, akses, dan manfaat pembangunan pariwisata.

Sementara di sisi lain, ruang hidup dan penghidupan warga dibatasi dan dimarjinalisir. Dalam jeratan kebijakan konservasi, warga dalam kawasan TNK bukan hanya dilarang untuk mengembangkan potensi sumber daya alam yang ada (mendirikan sekolah, melaut dan membuka akses jalan), tetapi bahkan secara sistematis menyingkirkan warga dalam kawasan itu sendiri.

Kelima, alasan penolakan lain, yang paling teknis dan sederhana adalah menghindari masuknya pihak swasta (investor) untuk mengelola kawasan konservasi Taman Nasional Komodo. Sebab, jika mengizinkan dua perusahaan swasta ini mengelola kawasan TNK bukan tidak mungkin pihak swasta lain akan berbondong-bondong merebut akses dan manfaat pembangunan yang seharusnya dinikmati masyarakat setempat.

Oleh karenanya para pihak menentang keras rencana realisasi proyek usaha jasa dan sarana wisata alam yang dilakukan oleh PT. Segara Komodo Lestari di loh buaya pulau Rinca dan PT. Komodo Wildlife Ecotourism di pulau Padar dan loh liang pulau Komodo.

Keenam, alasan yang paling dasariah adalah kehadiran taman nasional komodo tujuan konservasi bukan investasi. Dengan demikian, segala apapun bentuk investasi yang terjadi dalam TNK, sudah jelas tidak sesuai dengan tujuan awal kehadiran TNK sebagai area konservasi.

Ketujuh, investasi untuk tujuan pengembangan pariwisata dalam TNK sudah pasti menambah penderitaan dan kesengsaraan saudara-saudara kita yang hidup dalam kawasan itu.

Sudah menjadi suatu yang tidak terbantahkan sejak tahun 80-an dimana tatanan kehidupan masyarakat mengalami kehancuran.

Sesuai pantauan Formapp, Ketika TNK masuk, penduduk dalam kawasan tidak lagi dapat berburuh dan bertani, lantas mereka didorong untuk melaut alias menjadi nelayan.

Selain itu, seakan tidak puas dengan konservasi di wilayah darat, TNK pun memperluas area konservasi ke daerah laut. Hal ini lagi-lagi menambah derita masyarakat dalam kawasan. Laut, arena mereka mencari hidup dirampas atas nama konservasi.

Mereka pun digiring untuk hidup sebagai masyarakat pariwisata. Membuat patung, menjual souvenir dan membuka home stay, menjadi profesi baru mereka. Namun apa daya, seakan nafsu mendulang harta tidak juga kunjung berakhir. Pengembangan obyek wisata alam di pulau rinca persis menutup keran hidup masyarakat dalam kawasan TNK, khususnya di pulau rinca.

Kedelapan, mempertimbangkan efek dari investasi yang ditawarkan oleh PT. Sagara Komodo dalam kawasan TNK, sangat mungkin akan membahayakan keberlanjutan mata pencaharian para pelaku wisata dalam kawasan. Alasannya kira-kira begini. Selain binatang komodo, pesona yang tak tertandingi dari pariwisata di Labuan Bajo adalah keindahan yang terselubung dalam kealamiahan pulau-pulau.

Berkunjung ke Pulau Rinca misalnya, wisatawan merasa kagum akan kegersangan pulau itu. Trekking di pulau padar yang gersang dan panas adalah kenikmatan besar bagi para wisatawan. Lantas, ketika di keperawanan palau-pulau ini mulai dihancurkan satu-persatu, apakah kita yakin wisatawan akan ke Labuan Bajo. (*)

COMMENTS

Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Agraria,1,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,3,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,230,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,100,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Bencana Alam,2,Berita,5,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,43,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,144,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,23,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,6,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,5,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,1,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,45,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,4,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,244,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,1,Kemanusiaan,68,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,143,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,58,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,56,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,42,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,15,lombok,1,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,39,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,86,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,7,Nasional,240,Natal,19,Ngada,5,Novanto,1,Novel,15,NTT,117,Nyepi,2,Olahraga,12,Opini,344,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,21,Pariwisata,24,Partai Politik,24,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,Pencurian,2,Pendidikan,88,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,864,Peritiwa,2,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,2,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,22,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,81,Politikus,6,POLRI,6,PP PMKRI,1,Pristiwa,26,Prosa,1,PSK,1,Puisi,65,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,10,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,23,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,12,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,6,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Massa Aksi Tolak Investasi di Pulau Komodo Ricuh dengan Dua Investor
Massa Aksi Tolak Investasi di Pulau Komodo Ricuh dengan Dua Investor
https://3.bp.blogspot.com/-kceVj5rUSko/W3xD8uMVmEI/AAAAAAAACCw/a3DcrF1ShDM7EkBA2RLCj9fE54XD03oigCLcBGAs/s320/20180822_004726.png
https://3.bp.blogspot.com/-kceVj5rUSko/W3xD8uMVmEI/AAAAAAAACCw/a3DcrF1ShDM7EkBA2RLCj9fE54XD03oigCLcBGAs/s72-c/20180822_004726.png
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/08/massa-aksi-tolak-investasi-di-pulau.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/08/massa-aksi-tolak-investasi-di-pulau.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy