Mahasiswa di Usia PMKRI Cabang Surabaya ke-70, Sebuah Refleksi

Gerakan mahasiswa harus menghapuskan sekat-sekat sempit ruang kelas yang selama ini mengurung pengetahuannya terhadap situasi perkembangan masyarakat tertindas. (Foto: Dok.Pribadi)
Saya mengenal Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) pada tahun 2014 dari guru saya yang juga salah satu senior organisasi besar itu. Dengan tampang lugu saya menelan bulat-bulat apa yang mereka diskusikan di hadapan saya. Satu hal yang muncul dalam benak saya pada waktu itu adalah kekaguman luar biasa kepada dia dan teman-temannya.

Pada waktu itu tidak sedikit pun niat dalam diri saya untuk mengetahui organisasi itu apalagi bergabung di dalamnya. Namun, takdir berkata lain pada tahun 2015 ketika saya membatalkan niat untuk menjadi imam di salah satu ordo idaman saya sejak kecil. Sebuah pertemuan tak terduga dengan orang-orang organisasi itu membawa saya larut dalam dinamika yang kemudian membentuk pribadi saya menjadi lebih baik.

Mereka mendampingi saya setiap saat tanpa kenal lelah. Memberi saya kesempatan menemukan jati diri sesungguhnya tanpa paksaan. Membaca, berdiskusi, berjuang dan terlibat secara langsung dengan berbagai macam soal dalam kehidupan sehari-hari membuat saya kemudian berpikir bahwa mereka adalah soko guru paling hebat dalam perjalanan panjang saya menjadi manusia.

Dalam setiap kesempatan saya kemudian mulai menaruh harapan akan masa depan kepada keluarga baru saya ini. Refleksi kecil saya tentang pergolakan cukup panjang itu adalah bagaimana menjadi orang yang berarti bagi orang lain. Sebagai seorang mahasiswa, berbicara materi adalah hal yang haram dan bullshit untuk diangkat menjadi sebuah topik cukup menarik dalam diskusi apapun.

Mahasiswa dimanapun adalah orang yang paling punya banyak waktu untuk memikirkan apapun. Tertindasnya buruh, petani, dan masyarakat akibat segala sesuatu yang selalu di luar ambang batas kemampuan mereka baru bisa diselesaikan jika kita pemilik gelar MAHA itu memikirkan mereka.

Saya kemudian ingat apa yang dikatakan Ernest Mandel dalam pidatonya pada “Majelis Internasional Gerakan Mahasiswa Revolusioner” beberapa waktu lalu bahwa begitu sangat pentingnya gerakan mahasiswa untuk tidak memisahkan diri terhadap perjuangan rakyat lainnya. Ia berbicara mengenai konsepsi Marxis tentang integrasi yang tidak terpisahkan antara teori dan praktek.

 ”Makin terasingnya tenaga kerja intelektual ini sedikit banyak menggerakkan perlawanan mahasiswa yang walaupun tidak menduduki posisi sebagai pelopor kelas buruh, dapat menjadi picu peledak di dalam masyarakat luas.”

Menurutnya, mahasiswa memiliki kewajiban menerjemahkan pengetahuan teoretis, yang mereka peroleh di universitas, ke dalam kritik-kritik yang radikal terhadap keadaan masyarakat sekarang dan tentunya relevan dengan mayoritas penduduk. Mahasiswa harus berjuang di dalam universitas dan lebih luas untuk masyarakat.

Gerakan mahasiswa harus menghapuskan sekat-sekat sempit ruang kelas yang selama ini mengurung pengetahuannya terhadap situasi perkembangan masyarakat tertindas.

Bung Karno lebih lanjut mempertegas kewajiban mahasiswa untuk berjuang bersama rakyat lainnya, pada pidatonya yang berjudul “Hilangkan Steriliteit Dalam Gerakan Mahasiswa”.

Pidato tersebut memberikan pelajaran mendalam bagi gerakan mahasiswa agar tidak mensterilkan diri dari gerakan rakyat lainnya. “Camkan benar-benar: setiap kaum Marhaenis berjuang untuk kepentingan kaum Marhaen dan bersama-sama kaum Marhaen (rakyat tertindas)” (pidato tersebut disampaikan dalam kongres Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia).

Kalimat tersebut berati bahwa kaum marhaenis (mahasiswa, dan elemen rakyat lainnya yang berkesadaran revolusioner) harus berjuang bersama, terlibat dalam setiap gerakan rakyat. Itulah alasan mengapa mahasiswa harus ikut serta dalam setiap perjuangan rakyat di luar mereka.

Sejarah pun sudah membuktikan bahwa peran mahasiswa bagi perjuangan rakyat  sangat besar. Misalnya peran mahasiswa dalam perjuangan menghancurkan kediktatoran pemerintahan Soeharto pada tahun 1998, dan peristiwa perjuangan lain pasti ada peran dari mahasiswa di dalamnya.

Tentu mahasiswa yang tercatat dalam sejarah bukannya mahasiswa apatis yang hanya sibuk memikirkan diri sendiri. Melainkan mahasiswa yang menurut Antonio Gramsci dikatakan sebagai “Intelektual Organik” artinya sosok intelektual yang tidak netral dan bebas nilai tetapi berpihak kepada masyarakat lemah dan tertindas serta mengerti akar permasalahan yang dihadapi bersama yakni sistem kapitalisme.

Mahasiswa juga berkewajiban mengorganisir dirinya berjuang bersama rakyat dan membantu mereka membentuk organisasi perjuangan serta terlibat dalam masalah keseharian masyarakat tertindas.

Bersatunya mahasiswa dengan elemen masyarakat miskin lainnya terutama kaum buruh akan menjadi kekuatan yang luar biasa. Tentunya dengan disertai perspektif dan teori yang tepat terhadap situasi masyarakat dan perkembangannya, perjuangan dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat dapat tercapai.

Akhirnya, atas suka cita yang mendalam, untuk dedikasi yang cukup untuk Indonesia, terima kasih perhimpunan. Panjang umur perjuangan!

Religio Omnium Scientiarum Anima, Pro Ecclesia et Patria!

Oleh: Andi Andur
Biro Germas bagian Kajian dan Analisis Isu Strategis PMKRI Cabang Surabaya

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,113,Batam,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,151,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,176,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,545,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,35,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,26,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,60,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,273,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,113,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,276,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,203,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,402,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1039,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,35,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,27,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,48,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Mahasiswa di Usia PMKRI Cabang Surabaya ke-70, Sebuah Refleksi
Mahasiswa di Usia PMKRI Cabang Surabaya ke-70, Sebuah Refleksi
https://2.bp.blogspot.com/-IzW34YPnWnY/W3vgzuWKh3I/AAAAAAAACCA/xZQOQQkoU48OhLhmUdQkq3FIwlNJmuhDgCLcBGAs/s320/IMG-20180821-WA0018.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-IzW34YPnWnY/W3vgzuWKh3I/AAAAAAAACCA/xZQOQQkoU48OhLhmUdQkq3FIwlNJmuhDgCLcBGAs/s72-c/IMG-20180821-WA0018.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/08/mahasiswa-di-usia-pmkri-cabang-surabaya.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/08/mahasiswa-di-usia-pmkri-cabang-surabaya.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy