Mahasiswa dan Media Sosial
Cari Berita

Mahasiswa dan Media Sosial

7 August 2018

Media sosial adalah sebuah istilah yang menggambarkan bermacam-macam teknologi yang digunakan untuk mengikat orang-orang ke dalam suatu kolaborasi, saling bertukar informasi  dan berinteraksi melalui  isi pesan yang berbasis web (Foto: Dok. Pribadi)
Di era teknologi informasi dan digital seperti saat ini, keberadaan medsos (media sosial) tak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Hampir semua orang memiliki akun media sosial, seperti facebook, twitter, instagram dan sejenisnya. Seiring dengan mudahnya akses jaringan internet, media sosial telah menjelma menjadi gaya hidup, tidak hanya bagi orang kota tetapi sudah menjangkau hingga ke pelosok desa.

Media sosial awalnya diciptakan untuk mempermudah jalannya komunikasi dan berbagai informasi tanpa ada batas jarak dan waktu. Namun realita yang terjadi banyak sekali orang yang dengan sengaja menyalahgunakan media sosial itu sendiri. Mungkin saat ini dunia internet tidak bisa dikatakan lagi sebagai dunia maya, karena memiliki dampak yang nyata terhadap kehidupan kita.

Meskipun ada sebagai dunia maya, karena memiliki dampak yang nyata terhadap kehidupan kita. Meskipun ada konsekuensi bagi pihak yang menyalahgunakan media sosial. Dengan demikian kita sebagai pengguna media sosial harus bijaklah dalam menggunakan media sosial tersesbut.

Menurut Michael Cross (2013) – Media sosial adalah sebuah istilah yang menggambarkan bermacam-macam teknologi yang digunakan untuk mengikat orang-orang ke dalam suatu kolaborasi, saling bertukar informasi  dan berinteraksi melalui  isi pesan yang berbasis web. Di karenakan internet selalu mengalami perkembangan, maka berbagai macam  teknologi dan fitur yang tersedia bagi penggunapun selalu mengalami perubahan. Hal ini menjadikan media sosial lebih hypernym dibandingkan sebagai refrensi khusus terhadap berbagai pengguna atau rancangan.

Kita perlu mencerna bersama pengertian dari media sosial menurut Michael Cross (2013) ini menjadi rujukan agar kita menggunakan media sosial sebaik mungkin dalam menggali informasi ataupun bertukar gagasan di media sosial.

Sering terjadi dalam menggunakan media sosial, ada berbagai banyak orang yang selalu mengupdate foto yang berpenampilan sangat disayangkan saat dipandang atau berpenampilan tidak etis.
Sering juga kita melihat bersama bahwa ada begitu banyak juga teman-teman mahasiswa yang menjadi garda terdepan dalam mengakses penampilan pornografi maupun mengupdoad foto dirinya sendiri yang tidak etis di media sosial.

Ini sudah menjadi kekeliruan yang sangat besar dan sesuatu yang sangat tragedi, memang bukan semua mahasiswa tetapi ada sebagian mahsiswa yang sudah tergolong dalam eksis dalam media sosial seprti facebook yang tak etis, ini menjadi bahan refleksi kita bersama agar bisa diperbaiki  lebih spesifik bagi kita yang setiap saat bersetubuh dengan media sosial.

Teman-teman yang menggunakan media sosial seperti facebook yang sekarang masih status mahasiswa/i atau calon tenaga pendidik justru menjadi pioner untuk generasi di bawah agar mengikuti penampilan yang tidak baik seperti yang mereka aplikasikan.

Jika berpenampilan seperti itu menjadi hal yang lumrah dalam media sosial, maka akan menjadi efek yang lebih luas dan akan menjadi bahan peniruan bagi generasi yang akan datang. Masyarakat akan menilai bahawa kita hanya pergi gaya, bukan pergi kuliah.

Itu suatu penilaian yang sangat tajam sampai menusuk di pikiran kita sebagai mahasiswa agar ada rasa malu dan tahu bahwa kita sudah di basis yang salah. Zaman tak menuntut kita untuk mempamerkan hal yang tak etis di media sosial, jangan sampai dikritik dan bisa-bisa mencedrai profesi sendiri.

Peran mahasiswa dan media sosial
Menurut Sarwono (1978) - Mahasiswa adalah setiap orang yang secara resmi terdaftar untuk mengikuti pelajaran diperguruan tinggi dengan batas usia sekitar 18-30 tahun. Mahasiswa merupakan suatu kelompok dalam masyarakat  yang memperoleh statusnya karena ikatan dengan perguruan tinggi. Mahasiswa merupakan kaum intelektual  atau cendikiawan muda dalam suatu lapisan masyarakat yang sering kali syarat dengan berbagai predikat’

Sedangkan pengertian mahasiswa menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), mahasiswa adalah pelajar perguruan tinggi.

Di dalam struktur pendidikan di Indonesia, mahasiswa menduduki jenjang satuan pendidikan tertinggi diantara yang lain. Mahasiswa disini adalah yang menduduki jenjang satuan pendidikan yang paling tinggi, jadi sedikit banyak mahasiswa akan menjadi panutan bagi siswa atau orang-orang disekitarnya yang meemiliki jenjang pendidikan paling rendah. Mahasiswa memiliki fungsi sebagai Agent Of Change yaitu di tuntut untuk menjadi agent perubahan, jadi gaya hidup yang dilakukan mahasiswa akan menjadi panutan bagi orang disekitarnya.

Mahasiswa di Indonesia saat ini berperan aktif  dalam penggunaan media baru yaitu media sosial, media sosial yang digunakan mahasiswa tidak cukup hanya satu tetapi dua bahkan bisa lebih.

Menurut Everett M. Rogers (dalam Abrar,2003:17-18) merangkumkan perkembangan media komunikasi kedalam empat era. Pertama, era komunikasi tulisan, kedua, era komunikasi cetak, ketiga, era telekomunikasi, dan keempat, era komunikasi interaktif. Media baru adalah media yang berkembang pada era komunikasi interaktif, media sosial memiliki peran aktif dalam perubahan atau gaya hidup setiap individu seperti halnya media baru yang berperan aktif dalam perubahan zaman.

Media sosial memiliki peran dan fungsi  terhadap mahasiswa yang menggunakan media sosial seperti peran media sosial facebook, BBM dan lain-lain yaitu untuk eksistensi diri dalam setiap individu. Fungsi media sosial bagi mahasiswapun sangat banyak, seperti update berita terbaru, mencari informasi tugas.

Kita perlu tau diri dalam mengkonsumsi media sosial jangan sampai terlena mengeksis penampilan yang tidak wajar, apalagi kalau status sebagai mahasiswa.

Oleh: Gregardus Adeputra Moses
Ketua BEM STKIP Citra Bakti, Ngada