Kutipan Malam, Kumpulan Puisi Agustina Sri Hartanty
Cari Berita

Kutipan Malam, Kumpulan Puisi Agustina Sri Hartanty

MARJIN NEWS
13 August 2018

Mimpiku tak berbatas langit
Bidikan mata tak berani mencampakkan tatapan masa depan
Kelana masih panjang. (Foto: Dok.Pribadi)

Kutipan Malam

Temani aku menanti bulan
Dan suguhkan aku sebuah nyanyian
Bersama rayuan-rayuan di bawah hujan

Akan ku uji kepatuhanmu bertahan
Tentang perasaan yang dikemas harapan

Segudang tanya sempat tersimpan
Perihal hati dan persinggahan
Dan kini kutemukan jawaban

Dirimu adalah insan,
ditakdirkan dan diciptakan
Untuk menebas setiap kebisingan

Mengintai dan kembali

Padamu aku kembali
Mengarang dalam ingatan

Berpayung dalam hujan
Bernaung dalam senja

Di pusaran gelombang kudapati mata yang membiang lala

Juga tidak melintas lalu, menciut diujung pemikiran

Masih disimpang jalan dengan keheningan yang menakutkan, kembali membawa guratan dalam untaian kata pelipur lara

Mimpi Tak Dalam Pejamkan Mata

Air mata membasuh wajah, bukan tangisan iba!!

Hanya pemenuhan angan mengharukan berbau khayalan

Menampar waktu agar tak ada persinggahan.

Melaju tanpa menunggu purnama.
Dunia ini fana, hanya sepasang sayap niat tuk mencoba mengejar angan

Doa dan sajak pengharapan adalah seruan malam tuk mimpi yang tersimpan rapi.

Mimpiku tak berbatas langit
Bidikan mata tak berani mencampakkan tatapan masa depan
Kelana masih panjang

Ragu seringkali mencoba menghanguskan.

Tapi benih niat kembali menumbuhkan tekad berakarkan angan

Kulayarkan perahu menuju pencapaian.

Masih, masih
Dan masih dalam lingkaran harapan.


Penulis: Agustina Sri Hartanty
Siswi SMA Negeri 1 Langke Rembong