Kecewa dengan Penyedia Jasa Perjalanan Pariwisata Ke NTT, Ini Keluhan Wisatawan

Foto: Istimewa Sumba, marjinnews.com - Kabar tidak menyenangkan soal pelayanan penyedia jasa travelling ke Provinsi Nusa Tenggara Timur ...

Foto: Istimewa
Sumba, marjinnews.com - Kabar tidak menyenangkan soal pelayanan penyedia jasa travelling ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali datang dari para wisatawan. Setelah beberapa waktu lalu kita dikagetkan dengan kabar perilaku tidak senonoh terhadap wisatawan asal Prancis di Labuan Bajo, Manggarai Barat oleh guide abal-abal yang mencoreng nama baik pariwisata NTT, di Sumba keluhan soal pelayanan muncul dari beberapa wisatawan.

Pengalaman tidak enak kali ini datang dari Novia (24) bersama kelima orang temannya yang melakukan private trip ke Pulau Sumba pada 17-21 Agustus 2018 lalu. Dokter muda yang berasal dari Semarang ini mengaku kecewa dengan pelayanan salah satu penyedia jasa travelling Indischeland.

Berikut kronologi kejadian dalam keluhannya yang disampaikan kepada marjinnews.com pada Jumat (24/4/2018) malam:

"Guys ini saya mau menceritakan pengalaman saya yang sangat amat buruk dan mengecewakan banget di Sumba dengan @indischeland.
Jadi gini, saya dan temen-teman saya ikut private trip dari @indischeland ini untuk pergi ke Sumba. Kita ini ada ber 6. Kami bayar 2.75 juta untuk trip ini. Itu udah ALL IN termasuk penginapan, dokumentasi, guide, transportasi, makan minum.

Hari pertama di sumba ini sudah sangat tidak mengenakan. Kami tiba di bandara Tambaloka dijemput oleh sopir yang sama sekali tidak tahu mengenai trip kami. Seharusnya, trip kami ini dipandu oleh tour guide kami yang namanya Kak A. Alasannya karena kak A ada kendala mobil jadinya @indischeland mengirim supir lain untuk menjemput dan mengantar kami ke tempat wisata di hari pertama.

Kemudian yang anehnya lagi, itinerary kami yang diberitahukan ke supir (pak D namanya) berbeda dengan yang telah disepakati dari awal. Sehingga kami perlu konfirmasi lagi dengan kak A dan @indischeland-nya. @indischeland bilang tetap dengan itinerary awal, tetapi sopir bilang tidak bisa sehingga kami dibuat bingung dengan ketidaksinkronan antara guide yang entah berada dimana dengan pemilik tripnya.

Akhirnya kami tetap mengikuti itinerary awal sesuai instruksi dari @indischeland; saat kami memberi tahukan hal ini ke kak A, kak A bilang tidak mau jadi guide kami karena tidak sesuai dengan kemauan dia.

Kemudian pada malam harinya kak A meminta maaf atas hal itu, dan dia baru mengaku kalau dia sedang membawa trip lain di Waingapu, Sumba Timur (sedangkan posisi kami di Waikabubak, Sumba Barat) dan tidak bisa melayani kami di hari kedua juga.

Sehingga kak A mengirimkan sopir yang lain lagi namanya Pak R untuk menjemput dan mengantar kami di hari kedua. Soal biaya masuk destinasi, biaya makan dan sebagainya karena tidak ada tour leader yang memandu terpaksa kami diminta keluar uang dari dompet pribadi dengan dalih nanti akan di reimburse oleh @indischeland.

Hari kedua kami dijemput oleh pak R sperti yang telah disepakati oleh kak A. Di hari kedua ini kami masih mendesak @indischeland untuk bisa mengirimkan guide untuk kami. Kemudian pak Helmi dari @indischeland ini bilang kalo kami bisa dipandu oleh pak L yang baru dia kirimkan dari Jawa ke Sumba untuk kami. Pak Helmi meminta kami menjemput pak L yang baru sampai di bandara Tambaloka, Sumba Barat Daya jam 8 pagi. Tapi karena itinerary kami hari itu berada di Sumba Barat dulu, kami baru bisa menjmput pak L sekitar jam 12 siang.

Hal ini sudah kami beritahukan ke pak L dan dia meng-oke-kan. Saat kami sudah selesai di Sumba Barat dan akan menuju SBD untuk menjemput pak L, pak L tidak bisa dihubungi, begitu pula dengan pak Helmi. Kami menghabiskan waktu sekitar 1.5 jam untuk mencari2 pak L yang katanya sudah berada di hotel sinar tambolaka untuk menunggu jemputan kami. Akhirnya kami lanjut itinerary tnpa pak L karena tidak ketemu. Malam harinya pak L baru bisa dihubungi, dan dia mengatakan bahwa dia dan @indischeland lupa memberitahu kalau dia tdk jadi bergabung dg kami dan malah pergi ke tempat lain. Dan seperti hari pertama, biaya makan dan wahana semua masih memakai UANG PRIBADI kami.

Masih hari kedua, dari pantai mandorak (destinasi terakhir kami di SBD) kami melanjutkan perjalanan ke sumba timur yang memakan waktu 3-4 jam. Karena dari mandorak sudah sore dan kami perlu makan malam dulu, kami tiba di hotel Padadita, Sumba Timur jam stgh 1 pagi. Saat itu kami sudah lelah dan mengantuk oleh karena perjalanan yang jauh dan ketidakjelasan dari @indischeland.

Lalu saat kami check in kami kaget karena kami hanya mendapatkan 1 kamar dgn 3 extrabed + 1 kamar mandi! Percayalah kami smua sudah cape pengen cepet mandi dan tidur. Tetapi kamar mandi cuma 1!! Emosi jiwa rasanya! Tetapi, ya sudahlah karena pas dilihat memang kamarnya bagus dan besar cukup untuk ber 6. Tapi ya tetep aja kalo kamar cuma 1 ya harus dikomunikasikan ke kami dong. Alasannya smua kamar full book. Dan lagi kmar tersebut hanya dibooking utk 1 hari.

Tapi ternyata tidak pindah, hanya pindah kamar saja. Tetapi selama 2 malam kita harus pindah kamar terus di hotel yang sama karena full book. Dan ini pun tidak dikomunikasikan ke kita." Tulis Novia.

Keluhan Novia ternyata tidak hanya sampai disitu. Sampai hari kelima perjalanan pariwisata mereka tetap mengalami hal yang serupa. Gadis yang mengaku ingin menjelajahi semua pariwisata NTT mengatakan kecewa dengan pengalaman yang dirasakan oleh dirinya dan teman-temannya.

Novia pun membandingkan kisah perjalanannya dengan Sailing Komodo dan Indonesia Juara pada 18-20 Mei 2018 lalu yang menurutnya banyak sekali perbedaan pelayanan dengan Indiacheland.

"Iya beda sekali. Waktu dengan Indonesia Juara, pemiliknya sudah aktif menginformasikan mengenai itinerary, barang bawaan, penjemputan dsb. Sementara waktu dengan Indischeland malahan saya yang harus meneror dia, meneror dia soal itu. Pelayanannya juga berbeda, dengan Indonesia Juara semuanya serba teratur sehingga trip lancar. Sementara indischeland ini kami dibuat pusing, seperri kami sendiri yang mengatur tripnya" jelas Novia.

Meski demikian, Novia tetap ingin menjelajah seluruh pariwisata di NTT dengan harapan agar pemerintah NTT benar-benar memperhatikan permasalahan tersebut untuk kenyamanan para wisatawan. Dia juga menyarankan agar ada regulasi khusus yang benar-benar fokus mengatur soal izin penyedia jasa perjalanan pariwisata di NTT untuk kebaikan bersama.

"Saya dari Semarang, saya dokter internship, saya sedang bertugas di NTT selama 1 tahun makanya saya mau keliling NTT selagi disini. Wisata NTT bagus-bagus banget. Saya merasa tidak akan  menemukan yang serupa di tempat lain. Tidak pernah puas untuk mengelilingi NTT. Tetapi saya tetap berharap agar pemerintah melihat persoalan kami ini sebagai masalah yang serius" katanya.

"Harapannya ada regulasi khusus dari pemerintah yang mangatur soal izin penyedia jasa perjalanan pariwisata di NTT untuk kepentingan pariwisata NTT yang luar biasa itu" tutupnya.

Sementara itu, pihak Indischeland belum bisa mengklarfikasi keluhan klien mereka ketika dihubungi marjinnews.com via WhatsApp sampai berita ini diturunkan. Pesan singkat jurnalis kami belum dibaca pihak Indischeland. (EC/MN)

COMMENTS

Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Agraria,1,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,3,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,230,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,100,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Bencana Alam,2,Berita,5,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,43,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,144,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,23,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,6,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,5,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,1,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,45,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,4,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,244,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,1,Kemanusiaan,68,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,143,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,58,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,56,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,42,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,15,lombok,1,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,39,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,86,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,7,Nasional,240,Natal,19,Ngada,5,Novanto,1,Novel,15,NTT,117,Nyepi,2,Olahraga,12,Opini,344,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,21,Pariwisata,24,Partai Politik,24,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,Pencurian,2,Pendidikan,88,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,864,Peritiwa,2,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,2,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,22,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,81,Politikus,6,POLRI,6,PP PMKRI,1,Pristiwa,26,Prosa,1,PSK,1,Puisi,65,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,10,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,23,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,12,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,6,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Kecewa dengan Penyedia Jasa Perjalanan Pariwisata Ke NTT, Ini Keluhan Wisatawan
Kecewa dengan Penyedia Jasa Perjalanan Pariwisata Ke NTT, Ini Keluhan Wisatawan
https://1.bp.blogspot.com/-k80_-VCe9O0/W4AjILaptcI/AAAAAAAACIM/W5PO5fk-sBwL-qqhxlSLoXeLVII_xMcGwCLcBGAs/s320/IMG-20180824-WA0037.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-k80_-VCe9O0/W4AjILaptcI/AAAAAAAACIM/W5PO5fk-sBwL-qqhxlSLoXeLVII_xMcGwCLcBGAs/s72-c/IMG-20180824-WA0037.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/08/kecewa-dengan-penyedia-jasa-perjalanan.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/08/kecewa-dengan-penyedia-jasa-perjalanan.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy