Kebakaran, Menghantui Objek Pariwisata di Flores
Cari Berita

Kebakaran, Menghantui Objek Pariwisata di Flores

MARJIN NEWS
13 August 2018

Foto: Istimewa

Editorial, Marjinnews.com --Pariwisata di Pulau Bunga kembali berduka. Dalam kurun waktu dari Juni hingga Agustus, setidaknya tiga kali kebakaran melanda pulau yang disebut Presiden Jokowi masuk dalam 10 Bali baru di Indonesia.

Sebelumnya pada 19 Juni 2018 kebakaran melanda wilayah Taman Nasional Komodo, yakni di Loh Pede, Pulau Komodo, kemudian menyusul Pulau Gili Lawa di kawasan Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Rabu (1/8) kini si jago merah kembali beraksi di objek wisata ternama di kabupaten Ngada yaitu di kampung adat Gurusina  Desa Watu Manu, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada Senin (13/8) sore.

Kebakaran Loh Pede

Kebakaran tersebut terjadi di salah satu titik di Loh Pede dan Loh Namu pada (18/6) lalu. Akibatnya, 10 hektare padang rumput ludes dilalap api.

Api berhasil dipadamkan oleh tim dari Taman Nasional Komodo, bersama-sama warga masyarakat Desa Komodo termasuk kepala desa, khususnya dibantu oleh Masyarakat Peduli Api Komodo.

Kebakaran Gili Lawa 

Sekitar pukul 19.00, pada Rabu (1/8) kebakaran kembali melanda Pulau Gili Lawa yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo. 

Kebakaran terus meluas karena angin yang cukup kencang hingga pukul 22.00.

Api diduga mulai berkobar usai delapan wisatawan domestik menikmati pemandangan dari atas bukit Gili Lawa kembali ke kapal.

Kebakaran Kampung Adat Gurusina Ngada

Kebakaran hebat melanda kampung adat Gurusina, yang terletak di Desa Watu Manu, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada pada Senin (13/8) sore.

Insiden kebakaran objek wisata ternama di Kabupaten Ngada ini terjadi sekitar pukul 18.00 Wita.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Namun, 25 dari 32 unit rumah adat Gurusina ludes dilalap si jago merah.


Himbauan dari Mentri LHK

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya meminta pengusutan secara tuntas kebakaran yang melanda Gili Lawa Darat, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur.

"Saya sudah minta Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) tangani kejadian ini secepatnya walaupun kebakarannya sudah mati. Saya perintahkan ada langkah yang jelas mengungkap penyebabnya, serta nanti upaya suksesi alam agar kawasan tersebut bisa hijau kembali," ujar Menteri Siti pada Jumat (3/8/2018)

Menteri Siti mengimbau para wisatawan serta masyarakat untuk peduli dan ikut aktif terlibat menjaga kelestarian TN.

Ia mengajak semua pihak menghindari tindakan-tindakan yang mengganggu atau bahkan merusak kekayaan alam Indonesia.

"Hindari tindakan-tindakan konyol yang merusak alam. Misalnya membuang puntung rokok atau meninggalkan sisa api unggun. Nikmatilah keindahan alam tanpa merusaknya," ujar dia.

Penyelidikan Polisi

Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menyelidiki kebakaran di kawasan Taman Nasional Komodo di Gili Lawa.

Polres Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) memeriksa pemimpin tur kapal Indonesia Juara terkait insiden kebakaran padang savana di Gili Lawa Darat, Kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai.

Kabid Humas Polda NTT Kombes POl Jules Abraham Abast mengatakan pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi seputar insiden terbakarnya padang savana di Kawasan Taman Nasional Komodo tersebut.

Ia pun mengonfirmasi salah satu pihak yang diperiksa adalah dari kapal Indonesia Juara.

"Ada beberapa saksi yang diperiksa terkait peristiwa kebakaran tersebut. Informasinya, ada beberapa kru kapal dan wisatawan yang saat itu berlabuh di Gililawa," ucap Jules.

Indonesia Juara yang merupakan perusahaan perjalanan wisata itu pun telah angkat bicara seputar kabar pemeriksaan yang dilakukan pihak kepolisian ini lewat unggahan InstaStory di media sosial Instagram, Jumat (3/8).

"Menindaklanjuti kabar yang beredar terkait salah satu trip kami yang bertugas lalai dalam menjaga aktivitas tamu dalam berwisata yang menyebabkan kebakaran di Gili Lawa, saat ini masih dalam pemeriksaan polisi," tulisnya.

Dalam pernyataan itu pun disampaikan bahwa Indonesia Juara akan menindak pemimpin tur yang terbukti bersalah sesuai dengan aturan perusahaan yang berlaku, termasuk pemecatan.

Namun hingga kini, pihak Indonesia Juara mengaku belum memutuskan siapa yang bersalah dalam insiden ini. Mereka menegaskan masih menghormati proses hukum yang berlaku.

Selain itu, bila berdasarkan hasil investigasi dinyatakan bersalah, Indonesia Juara juga menyatakan siap bertanggung jawab sesuai dengan hukum yang berlaku. 

Penulis: Remigius Nahal