Fate

Aku mencintaimu dan itu tak akan berubah. Aku memeluknya dan aku tahu, ini adalah takdirku. (Foto : Dok. Pribadi)


Aku tak pernah berpikir akan berakhir seperti ini. Kisah yang awalnya selalu menguras emosi dan air mata. Kisah itu berawal dari sebuah perjalanan yang sungguh teramat aku syukuri, kau belajar untuk menepi sejenak, berefleksi tentang mengapa dan untuk sebuah alasan mengapa perjuangan harus terjadi. 

Aku belajar saling memaafkan mengikhlaskan semuanya dan menerima dengan lapang dada. Aku belajar bukan untuk menjadi orang yang selalu dipilih, tetapi aku belajar bahwa setiap kisah ada massanya masing-masing, ada kejutannya tersendiri, karena aku sadar takdir memang tak pernah dipungkiri, karena Tuhan selalu tahu apa yang terrbaik untuk hidupku.

 ###

​Alarm di hpku membangunkan aku dari mimpi panjangku, mimpi yang teramat indah dan tak ingin aku akhiri, tapi sayangnya, dunia pekerjaan memanggilku tuk beranjak. 
Aku menarik napas panjang, dan aku menolehkan kepalaku ke samping. Ketenangan langsung menyusup sanubariku. 

Dia masih di sini dan tidak pernah pergi. Kutelusuri wajah tampannya dan aku enggan untuk membangunkannya, aku membiarkan Diki beristirahat untuk beberapa menit lagi dan aku menyiapkan sarapannya. Aku beranjak dari tempat tidur, dan tangan tercegat ku oleh tangannya. 

"Disini saja dulu, semenit lagi” katanya yang masih menutup matanya. 

Aku hanya menggangguk dan duduk. Dia bangun dan menggenggam tanganku, kehangatan langsung menyelusup dalam jiwaku, pandangannya terpaku pada mataku. 

“Selamat pagi, selamat hari baru.” Aku hanya tersenyum dan mengangguk dan berdiri, aku masih belum terbiasa dengan semua ini, dengan semua perhatiannya, dia terlalu baik dan semua perhatian yang dia berikan padaku kerap kali membuatku jengah.

Senyum yang selalu menggetarkan kerja jantungku bukanlah hal yang pantas aku terima, karena jujur saja, pernikahan ini bukan keinginanku.

###

2 bulan lalu, di suatu senja yang amat luar biasa indahya, aku menunggu Riko yang sudah berjanji akan menemuiku. Kami sudah berpacaran selama 2 tahun. Aku teramat sangat mencintainya, dan aku yakin begitupun dengannya. 

Aku bahagia menjalani hubungan dengannya, sebuah momen yang selalu menghadirkan senyum serta tawa dalam setiap pertemuan kami. Sosok Riko yang humoris, selalu berhasil memberi ketenangan dan kenyamanan yang tak bisa kujelaskan denagn kata- kata. Nyaman, mungkin masih kurang tepat untuk mendeskripsikan setiap perasaanku bersamanya. Aku tersenyum melihat Riko yang datang menghampiriku. 

"Hai, sudah lama menunggu?" Tanya dia.

"Tidak juga, aku baru berada sekitar 5 menitan disini”, jawabku.

Dia tersenyum dan langsung menggenggam tanganku, matanya yang penuh dengan ketulusan kini berubah menjadi sebuah tatapan yang tak bisa kutebak.

“Aku tidak bisa sama kamu terus, aku harus pergi dari sini”, katanya. 

Aku melepaskan tanganku darinya.

“Apa maksudmu”? Adakah yang salah dengan hubungan kita?”

“Aku bukan yang terbaik untuk kamu Sandra, aku bukan laki- laki yang pantas menjadi seseorang yang selalu kau banggakan, aku bukan laki- laki yang bisa selalu menjanjikan kebahagian padamu, aku engga bisa  hidup dan bersamamu”.

Aku mencoba untuk tetap tenang, meskipun hatiku sudah terasa amat pilu. 

"Bisakah kau jelaskan alasannya? Aku bahagia bersamamu Riko. Aku tak meminta banyak hal darimu, aku hanya ingin kau dan kau menajdi laki- laki yang selalu kulihat ketika pagi menyapa, seseorang yang selalu kunanti ketika gelap menyapa langit, aku tak banyak meminta, hanya itu." Kataku.

“Sandra, aku harus pergi, lupakan aku dan akupun akan melupakanmu, kita akhiri ini, aku tak ingin kamu semakin terluka bila kamu tahu akhirnya, aku harus pergi, jaga dirimu baik- baik”, kata Riko dan beranjak pergi.

Aku hanya menutup punggungnya yang semakin jauh, dan aku hanya bisa menangis, menangisi kebodohanku sendiri yang terlalu berharap, menangsi sebuah perpisahan yang mungkin tak akan berujung pada sebuah pertemuan lagi. Aku berdiri, dan sebuah tangan menarikku dalam pelukannya. Aku mencoba memberontak, tapi dia lebih kuat daripada yang kuduga. 

"Aku tak bisa bernafas” kataku. Dia melepaskan pelukannya dan aku hanya diam terpaku, melihat sosok pria yang ada di depanku sekarang, dia adalah bos di tempatku berkerja. 

“Pak Diki, kenapa anda bisa di sini?" Tanyaku.

“Aku hanya ingin melepas lelah di taman ini, dan melihatmu di sini”. Jawabnya.

“ohh..”. Hanya itu yang bis kukatakan. “Saya pulang duluan pak.” Kataku.
“Sandra, menikahlah dengan saya, kamu tak bisa pantas merasakan kesedihan ini, saya bisa membuatmu bahagia lahir dan batin. Saya lebih baik daripada laki- laki berengsek yang pergi meninggalkanmu tadi.” Kata Diki.

“Bapak mungkin kecapekan hari ini, saya baik- baik saja, dan saya tidak bisa menikah dengan bapak.”
Dia tersenyum , “saya beri waktu dua hari yah untuk memikirkan tawaran saya.” Dia langsung pergi dan tak menoleh.  

Aku tak menganggap serius pernyataan pak Diki, menurutku itu hanya sebuah lelucon. Tapi, tepat dua hari setelah itu dia datang kerumahku dan bertemu dengan orangtuaku, dia melamarku dan orangtuaku hanya mengangguk setuju. 

Pernikahan langsung dipersiapkan, dan tak ada ruang bagku untuk menolak pernikahan ini, orangtuaku terlalu bersemangat, dan aku tak sampai hati menghancurkan perasaan mereka. Aku menikah dengan bosku sendiri, tanpa adanya fase pacaran, aku seperti menikah dengan orang asing, mengucap janju suci di depan altar, menyematkan cincin ditangan mempelai priaku dan begitu sebaliknya. 

Aku sempat terkejut dengan sebuah pernyataan yang keluar dari mulut Diki yang ia bisikan di telingaku semenit sesudah dia mencium keningku.

 “Aku tidak kasihan padamu Sandra, aku mencintamu sejak awal kamu berkerja di kantorku dan aku mengagumimu setiap harinya, ketika setiap pagi saya melihatmu berkerja di depan komputer, aku selalu bangga padamu ketika kamu selalu ebrhasil membawakan presentasi dengan baik, aku selalu melihatmu, merekam semua tingkahmu dan aku mencintaimu setiap harinya. Aku sempat menyerah ketika kau sudah memiliki kekasih, tapi takdir berpihak padaku, ketika aku melihat kamu di taman di sore itu, dan laki- laki itu meninggalkanmu. Aku tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Kamu harus tahu Sandra, aku mencintaimu sepenuh hati, dan rasa ini tak akan berubah”. Aku menangis mendengar pernyaataanya. 

"Terima kasih Diki”. Hanya itu jawabanku untuk pernyataannya dan sejak saat itu, aku sah menjadi istri dari seorang pria bernama Diki Sinarga.

###

“Sandra, aku pulang agak cepat hari ini, aku mengajak kamu untuk makan di luar malam ini”, katanya.

“Aku akan menungggumu di rumah” kataku.

Kami berangkat bekerja, dan keheningan selalu menemani perjalanan kami ke kantor. Aku memang menyukai perhatian Diki, dan sedikit demi sedikit aku belajar untuk menerimanya. Bagaimanapun, aku sudah menjadi istri sahnya, dan aku menghargai itu. Aku hanya perlu belajar menerimanya. Dan menurutku aku sudah cukup berhasil, aku kerap kali mengkhawatirkan dirinya ketika pulang terlambat, dan aku merasa kesepian ketika dia bertugas ke luar kota. Bukankah itu cinta? Tapi aku masih enggan untuk memberitahu Diki.

​Aku mematut diriku di cermin. Aku sudah yakin dengan penampilanku malam ini. Kubiarkan rambut sebahuku berderai, kupoles sedikit wajahku dengan blush on, dan aku memakai eyesshadow. Aku mematut diriku sekali lagi, dan tersenyum puas. Aku mengambil tas tanganku dan keluar kamar. Di ruang tamu kulihat Diki sudah rapi dengan kemeja warna cokelatnya. Aku berdecak kagum dan melangkah menghampirinya. 

Kulihat Diki tersenyum ke arahku. Dia menggenggam tanganku dan melangkah keluar.  

###

“Happy annivesary 2 month San. Ayo kita tua sama- sama" kata Diki. 

Aku hanya menatapnya untuk beberapa detik. “Dik, aku mau ngomong sesuatu.” Diki hanya menatapku dan mengangguk, ekspresinya tak terbaca. 

"Dik, kamu tahukan pernikahan ini terlalu buru- buru, dan semuanya itu atas keputusan orangtuaku. Aku tak menginginkan pernikahan ini,” kulihat Diki menundukkan kepalanya". 

Kamu terlalu baik dan laki- laki yang luar biasa, aku tidak pantas untuk kamu.

“Tapi, san..”
“Dik, dengarin aku omong dulu” potongku. 

Diki hanya mengangguk.

"Kamu memperlakukanku dengan saat baik, memenuhi setiap kebutuhanku. Kamu memperlakukan sebagai perempuan yang istimewa, dan entah kapan dan mulai darimana, aku merasa tersentuh dengan semua yang kau lakukan. 

Aku merindukanmu ketika kamu tugas di luar kota, aku sering kali khawatir kalau kamu terlambat pulang, aku mulai terbiasa kehadiranmu. Aku tak tahu perasaan ini disebut apa. Tetapi, aku tahu ini saatnya aku untuk menerima semuanya Dik, bahwa aku memang ditakdirkan jadi istri kamu, jadi ibu untuk anak- anak kita kelak, dan aku tidak akan mundur lagi dan menyesal dengan apa yang aku ucapkan saat ini. 

Aku mau tua bersama kamu, merayakan happy anniversary kita sampai kita tua, aku mau melakukan semua itu bersama kamu Diki. Aku minta maaf membuatmu menunggu selama ini." Aku tersenyum lega, untuk pengakuan ini.

Kulihat Diki tersenyum dan menghampiriku, dia menggengga erat tanganku. 

"Aku mencintaimu dan itu tak akan berubah”. Aku memeluknya dan aku tahu, ini adalah takdirku.


Oleh: Angelina Seriang,
Jurnalis marjinnews.com Yogyakarta

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,113,Batam,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,151,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,176,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,545,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,35,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,26,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,60,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,273,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,113,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,276,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,203,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,402,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1039,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,35,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,27,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,48,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Fate
Fate
https://1.bp.blogspot.com/-JsqZtHzpCHY/W3Pq1mjmyKI/AAAAAAAAAO4/cxmu8ikZMwk2673w86FHHkIn23-kFC7NwCEwYBhgL/s320/IMG-20180815-WA0010.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-JsqZtHzpCHY/W3Pq1mjmyKI/AAAAAAAAAO4/cxmu8ikZMwk2673w86FHHkIn23-kFC7NwCEwYBhgL/s72-c/IMG-20180815-WA0010.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/08/fate.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/08/fate.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy