Dua Partai Dicoret dari Berkas Pencalonan Jokowi-Ma'ruf
Cari Berita

Dua Partai Dicoret dari Berkas Pencalonan Jokowi-Ma'ruf

MARJIN NEWS
10 August 2018

Dua  partai itu ialah partai besutan Gracia Nataly yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai milik Bos MNC Media yakni Partai Perindo. (Foto: Ist)

Jakarta, Marjinnews.com -- Dua partai politik yang masuk barisan koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf dicoret dari berkas pencalonan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dua partai itu ialah partai besutan Gracia Nataly yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai milik Bos MNC Media yakni Partai Perindo.

Pencoretan dua partai baru tersebut dari berkas pencalonan Jokowi-Ma'ruf dilakukan oleh KPU dalam tahapan  memperbaiki (renvoi) berkas syarat pencalonan bakal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang ikut bertarung di Pilpres 2019 mendatang.

Komisioner KPU Hasyim Asy'ari mengatakan, PSI dan Partai Perindo dicoret lantaran bukan merupakan partai peserta pemilu 2014. Sehingga, keduanya tidak bisa dimasukkan ke dalam daftar partai pengusul capres-cawapres.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memenuhi threshold pemilu sebelumnya atau pemilu 2014.

Dalam Pasal 222 UU Pemilu disebutkan, pasangan calon diusulkan oleh partai politik atau partai gabungan peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.

"Secara formil, yang mendaftarkan atau yang mengusulkan adalah partai politik peserta pemilu 2014. Gabungan parpol yang memenuhi threshold," ujar Hasyim usai pendaftaran Jokowi-Ma'ruf di gedung KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018).

Dokumen yang dicoret tersebut antara lain, formulir model B-1 PPWP (surat pencalonan yang ditandatangani pimpinan parpol atau gabungan parpol), form model B-2 PPWP (surat pernyataan parpol atau gabungan parpol mengusulkan paslon dan tidak menarik dukungan), dan form model B-3 PPWP (surat kesepakatan parpol atau gabungan parpol dengan paslon).

Sebelumnya, partai politik koalisi pendukung Joko Widodo untuk Pilpres 2019 sudah menggelar pertemuan di Restoran Plataran, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018) kemarin.

Sekjen Partai Nasdem Jhony G. Plate mengatakan, pertemuan kali ini juga terkait dengan persiapan administrasi dan teknis pendaftaran capres-cawapres di Komisi Pemilihan Umum (KPU) hari ini Jumat (9/8/2018).

Jhony menyebut, akan dibahas dokumen-dokumen penting terkait kesepakatan antara partai koalisi.

"Salah satu dokumen yang penting di dalamnya adalah kesepakatan di antara partai koalisi untuk bekerja sama mengusung pasangan calon, dan pasangan calon dengan partai koalisi," tutur Johny. (RN/MN)