$type=carousel$cols=3

Cantik dan Anggunnya Wanita Manggarai Ketika “Deng Songke”

Tampil anggun dengan kain songke Manggarai, nona yang satu ini siap dipinang. Dijamin hati calonnya pasti tidak akan kuat menahan senyumny...

Tampil anggun dengan kain songke Manggarai, nona yang satu ini siap dipinang. Dijamin hati calonnya pasti tidak akan kuat menahan senyumnya yang mekar dan kehangatan tawa yang tumpah ruah. (Foto: Infonesia.com)
Budaya, Marjinnews.com— Kebudayaan Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur sebagaimana halnya dengan kebudayaan lain juga memiliki pakaian adatnya sendiri.

Pakaian adat ini merupakan sebuah ciri khas dan juga Identitas “Manggarai” sebagai sebuah kebudayaan.

Untuk diketahui, pakaian adat Manggarai memiliki ciri khasnya sendiri. Pakaian adat Manggarai juga memiliki ketentuan ketentuan pemakaiannya.

Fungsi Etik dari pakaian Manggarai ini yang mengambarkan status sosial seseorang di dalam masyarakat.

Pada zaman dahulu di Manggarai sendiri terdapat perbedaan mencolok antara pakaian adat yang digunakan oleh kaum bangsawan (Tuang), dan orang biasa.

Selain itu pakaian adat Manggarai juga tidak asal sembarangan digunakan melainkan sesuai dengan fungsinya.

Misalnya pakaian adat untuk berperang, upacara adat dan pakaian adat pemain Caci terdapat perbedaan diantaranya.

Selain fungsi Etik pakaian adat Manggarai juga mengandung fungsi Estetika.

Misalnya saja pada keselarasan pemakaian bali-belo, cara mengikat kain songke (Deng Towe Songke), cara mengikat Sapu (Kain penutup kepala biasanya bermotif batik) ataupun cara menyimpan keris. Semuanya mengandung nilai estetika yang sangat tinggi.

Terdapat juga Fungsi Religius dalam pakaian adat Manggarai.

Melalui pakaiannya orang Manggarai mencerminkan nilai-nilai religius. Terdapat falsafah hidup bagaimana orang Manggarai membangun relasi dengan Sang Pencipta, Mori Jari Agu Dedek (Tuhan Yang Maha Esa red-).

Hal ini sangat nampak dalam tenunan songke Manggarai Selain berbagai fungsi diatas terdapat juga fungsi Sosial dan fungsi Simbolik dari Pakaian adat Manggarai.

Sebenarnya masih ada banyak fungsi-fungsi lainnya yang terkandung di dalam Pakaian adat Manggarai.

Hal ini menggambarkan betapa luhurnya nilai-nilai budaya yang terkandung di dalam pakaian adat yang dikenakan oleh orang Manggarai.

Pakaian adat Wanita Manggarai secara umum terdiri atas;

1. Kain Songke

Kain songke merupakan salah satu hal yang wajib dikenakan sebagai pakaian adat oleh wanita Manggarai.

Kain songke Manggarai ini dipakai selayaknya sarung, walaupun demikian ada aturan khusus dalam cara melilit kain songke ini, semisal bagian songke mana yang menghadap ke depan.

2. Balibelo

Balibelo terbuat dari logam berwarna keemasan. Pada zaman dahulu balibelo untuk wanita Manggarai dari kalangan bangsawan memang terbuat dari emas. Balibelo dikenakan selayaknya mahkota di kepala.

Pada acara-acara besar para penari wanita Manggarai biasanya menggunakan balibelo. Demikian pula halnya saat acara pernikahan, sang pengantin wanita mengenakan balibelo di kepalanya. Selendang: Selendang bermotif songke saat ini biasanya digunakan untuk acara pernikahan dan juga oleh para penari

3. Kebaya

Kebaya (baju) adalah busana yang dikenakan wanita Manggarai pada saat ritual adat/upacara adat Manggarai. Kebaya ini beraneka ragam motif dan corak.

Hemat Penulis, wanita Manggarai nampak anggun ketika mengenakan busana adat. Dalam bahasa Manggarainya biasa disebut dengan “deng Towe” untuk kaum perempuan, dan “tengge Towe” untuk penyebutan terhadap kaum laki-laki.

Kebiasaan “Deng Towe” ini bisa dilihat ketika ada sebuah hajatan adat Manggarai. Baik itu dalam acara adat perkawinan, dan upacara adat lainnya.

Dalam sepintas pandangan kita , nampak aura keanggunan si “enu” (Gadis-red) yang sedang mengenakan ” Deng towe songke” (Memakai kain songke-red) itu keluar.

Kain tenun (Towe/Lipa) Songke merupakan warisan nenek moyang masyarakat Manggarai yang dilakukan secara turun temurun.

Songke merupakan kain tenun khas daerah manggarai, Kain tenun songke juga biasa di sebut lipa atau towe.

Towe atau lipa dalam bahasa setempat di kenakan oleh laki – laki dan perempuan, baik di rumah maupun saat menghadiri ritual adat, ke gereja, ketika mandi dan tidur, saat kelahiran dan pernikahan, dan untuk membungkus orang yang telah meninggal.

Songke juga bisa menjadi pemberian saat acara masuk minta(lipa widang) dari orang tua kepada bakal keluarga baru. Dan dari fungsinya Lipa Songke kerap kali dianggap sebagai “wengko weki,” (menyelimut tubuh-red) yang melindungi tubuh. Boleh dibilang, Songke itu menjadi jejak budaya orang Manggarai.

Saat ini, di kota-kota pusat administrasi wilayah Manggarai Raya seperti  Ruteng, Borong dan Labuan Bajo, para pegawai pemerintah diwajibkan mengenakan Songke dalam bentuk jas atau kemeja sebagai salah satu usaha menghargai dan melestarikan tenun dan motif etnik setempat.

Makna Yang Terkandung Dalam Setiap Motif Kain Songke Manggarai

1. Motif Jok

Jok adalah motif dasar yang unik sebagai salah satu jati diri orang Manggarai. Jok melambangkan persatuan baik, persatuan menuju Allah (Mori Jari Dedek) penguasa alam semesta, maupun persatuan dengan sesama manusia dengan alam sekitarnya. Jok erat dengan bentuk rumah adat dan model “Lodok Langang” kebun komunal (bagian dalam lingko).

2. Motif “Wela Kaweng”

Motif ini bermakna interdepensi antara manusia dan alam sekitarnya. Tumbuhan “Kaweng” baik daunnya maupun bunganya untuk dijadikanbahan pengobatan luka dari hewan piaraan/ternak. Motif ini mengajarkan kita bahwa alam flora menunjang kehidupan manusia baik sebagai makanan dan perumahan maupun untuk pengobatan; oleh karena itu, lestarikan alam lingkungan.

3. Bunga songke bermotif “Ranggong” (Laba-laba)

Laba-laba tekun membuat jaringan/sarang, motif ini bersimbol “kejujuran dan kerja keras/cermat”.

Diyakini dan disadari, bahwa laba-laba tidak pernah mencuri atau cari gampang seperti tikus, curi sana sini. Melalui motif Ranggong yang syarat makna ini, orang Manggarai selalu diingatkan untuk senantiasa bekerja keras/cermat dan jujur, sehngga beroleh rezeki dari ketekunan bekerja keras secara cermat dan jujur. Hanya dengan kejujuran orang hidup tenang, tidak diburu seperti tikus.

4. Motif “Su’i” (garis-garis batas)

Melambangkan keberakhiran segala sesuatu; bahwa segala sesuatu ada akhirnya dan ada batasnya.

5. Motif “Ntala” (Bintang)

Motif “Ntala” terkait erat dengan harapan yang sering dikumandangkan dalam ”tudak” / ”idik” (doa) yaitu “porong langkas haeng ntala” (supaya senantiasa tinggi sampai di bintang).

Maksudnya supaya senantiasa sehat, umur panjang, dan memiliki ketinggian pengaruh lebih dari orang lain dalam hal membawa terang perubahan.

6. Motif “Wela Runu” (Bunga Runu)

Melambangkan sikap ethos, bahwa orang Manggarai sebagai bunga kedil tetapi indah dan memberi hidup, dan ia hidup di tengah kefana’an.

Nilai Yang Terkandung Dalam Kain Songke Manggarai

Warna dasar hitam adalah warna kebesaran/keagungan orang Manggarai. Warna dasar hitam melambangkan kepasrahan karena kesadaran bahwa semua manusia pada akhirnya meninggal (simbol sikap tanatos yaitu bahwa kehidupan adalah prosesi dari Allah menuju Allah).

Nilai yang terpancar dari warna dasar hitam adalah nilai religius yakni simbol kepasrahan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena memiliki kesadaran bahwa semua manusia pada akhirnya meninggalkan dunia fana ini.

Nah teman-teman, mungkin selama ini kita mendambakan kecantikan gadis-gadis dari suku lain, adalah baik bila hal itu diputuskan sekarang. Mari belajar sadar. Mari sadar mengakui. Mari mengakui potensi kita sendiri. Bahwasannya, NTT itu segalanya, mulai dari alam, budaya juga orangnya.


Penulis: Remigius Nahal
Dirangkum dari berbagai sumber

Komentar

loading...
Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,2,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,227,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,100,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Bencana Alam,2,Berita,3,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,42,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,141,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,22,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,5,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,5,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,1,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,44,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,3,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,241,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,2,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemanusiaan,68,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,139,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,58,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,55,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,41,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,15,lombok,1,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,36,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,86,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,6,Nasional,238,Natal,19,Ngada,4,Novanto,1,Novel,15,NTT,116,Nyepi,2,Olahraga,12,Opini,341,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,21,Pariwisata,24,Partai Politik,23,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,Pencurian,2,Pendidikan,87,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,859,Peritiwa,1,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,101,Pilpres 2019,21,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,80,Politikus,6,POLRI,6,Pristiwa,25,Prosa,1,PSK,1,Puisi,63,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,9,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,23,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,2,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,12,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,15,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,4,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Cantik dan Anggunnya Wanita Manggarai Ketika “Deng Songke”
Cantik dan Anggunnya Wanita Manggarai Ketika “Deng Songke”
https://1.bp.blogspot.com/-BgvtwC5-K3w/W2SZu5T72XI/AAAAAAAABu4/KfDAHcUA4T0_u7XdXkQ7Pp7kZh55OJSIACLcBGAs/s320/%2540dhesy_mbedhu%2B%2540triia_ab.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-BgvtwC5-K3w/W2SZu5T72XI/AAAAAAAABu4/KfDAHcUA4T0_u7XdXkQ7Pp7kZh55OJSIACLcBGAs/s72-c/%2540dhesy_mbedhu%2B%2540triia_ab.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/08/cantik-dan-anggunnya-wanita-manggarai.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/08/cantik-dan-anggunnya-wanita-manggarai.html
true
971126874416220402
UTF-8
Tampilkan Semua Artikel Belum Ada Tulisan Lihat Semua Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Penulis Home Halaman Tulisan Lihat Semua Rekomendasi LABEL Arsip CARI Semua Tulisan Tidak Ditemukan Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy