Berwirausaha: Salah Satu Cara Menekan Angka Pengangguran

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Berwirausaha: Salah Satu Cara Menekan Angka Pengangguran

MARJIN NEWS
24 August 2018

Foto: Dok.Pribadi

Oleh: Eman Jabur

Angka pengangguran di Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Ironisnya para sarjana yang bisa dikatakan memiliki pendidikan yang tinggi juga ikut terjebak dalam fenomena ini. 

Ada sekitar  4.504 perguruan tinggi yang ada di Indonesia, dan setiap tahunnya melahirkan banyak sarjana muda yaitu sekitar 800.000-an orang. Lulusan sarjana tersebut seharusnya bisa mendapatkan pekerjaan yang layak dan sesuai dengan bidang yang dipelajarinya semasa di bangku kuliah. Tetapi yang terjadi malah sebaliknya, mereka malah bersusah payah mencari lowongan pekerjaan disebabkan kurangnnya ketersedian lapangan kerja.

Hal ini terjadi karena mereka terlalu menggantungkan harapan bekerja sebagai pegawai di instansi pemerintah maupun di perusahaan. Hanya ada beberapa saja yang mencoba untuk membuka usaha sendiri atau berwirausaha. Tentu hal ini akan berimbas pada kurangnya lapangan kerja dan meledaknya jumlah pengangguran.

Pengangguran adalah masalah yang paling berat, karena dengan adanya pengangguran maka produktivitas dan pendapatan masyarkat juga tentu akan berkurang dan akan memicu timbulnya masalah sosial lainnya. Pengangguran dapat diukur melalui perbandingan antara jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen.

Jumlah pengangguran yang terus berfluktuasi akan menyebabkan kekacauan di bidang politik, keamanan, dan sosial suatu negara. Bahkan Inspektur Jendral Putu Eko Bayuseno (Dalam kompas.com 21 November 2012) pernah mengatakan bahwa sebagian kasus kriminalitas bermula dari persoalan ekonomi yang menerpa kalangan tidak mampu.

Faktor yang Membentuk Jiwa Wirausaha

Sebenarnya ada tiga faktor yang membuat seseorang berminat untuk menjadi wirausaha diantaranya yaitu motivasi, lingkungan internal, dan lingkungan eksternal (Astarini dan Rustini, 2017). 

Motivasi berwirausaha merupakan keadaan yang timbul dari dalam diri seseorang yang dapat mempengaruhi tumbuhnya minat seseorang untuk mengambil tindakan atau mencapai tujuan di bidang kewirausahaan. Motivasi yang kuat akan membuat seorang wirausaha sukses.

Salah satu motivasi yang paling dibutuhkan oleh pelaku usaha adalah keinginan untuk terus belajar mengasah keterampilan. Seperti yang diketahui bahwa motivasi belajar merupakan modal awal dan yang utama bagi para wirausaha untuk mengembangkan bisnisnya. Karena itu belajar dari pengalaman adalah suatu hal yang urgen.

Motivasi itu sendiri dibentuk oleh dua sumber pengalaman, yaitu yang pertama dari lingkungan internal dan yang ke berikutnya adalah dari lingkungan eksternal. Lingkungan internal biasanya diartikan sebagai lingkungan keluarga. 

Jadi selain diri sendiri lingkungan keluarga juga dapat mempengaruhi individu. Menurut Astaini dan Rustini (2017) keluarga masa kecil mempengaruhi terbentuknya mental wirausaha.

Jika memiliki Orang tua yang mandiri atau berbasis wirausaha, kemandirian dan fleksibelitas akan melekat pula pada anaknya semasa kecil. Orang tua yang bekerja sebagai wirausaha akan mendukung dan mendorong kemandirian, berprestasi, dan bertanggung jawab pada diri anaknya.

Sedangkan pada lingkungan eksternal seseorang akan dihadapkan dengan berbagai macam persoalan yang lebih kompleks, karena lingkungan eksternal itu sendiri menyangkut dengan masyarakat atau sosial, teman bermain, dan media masa. Di lingkungan eksternal ini seseorang akan diterpa oleh banyak pilihan.

Teman bergaul adalah adalah salah satu faktor lingkungan eksternal yang memiliki peran sangat besar setelah keluarga dalam pembentukan kepribadian seseorang. Sebagai contoh misalnya jika seseorang tumbuh dan bergaul dengan teman-teman yang suka mabuk-mabukkan maka secara otomatis dia juga akan menjadi pemabuk. Begitu juga jika dia tumbuh dalam lingkaran pergaulan yang suka mencuri maka secara otomatis dia akan menjadi pencuri.

Namun jika dia tumbuh dalam lingkungan pergaulan yang memiliki sikap dan jiwa wirausaha maka secara otomatis mental untuk menjadi wirausaha akan ikut tumbuh. Hal seperti ini sudah bisa dibuktikan. Sebagai contoh lainnya, seseorang yang selalu berkecimpung dalam organisasi pergerakkan maka pemikiran dan sikapnya akan nampak lebih kritis dan solutif.

Pada lingkungan eksternal juga ada yang namanya lingkungan pendidikan. Nah, pada lingkungan pendidikan seseorang akan secara formal diajarkan untuk menjadi wirausaha. Berdasarkan pengalaman selama ini pengaruhnya terhadap mental wirausaha sangat signifikan. Di lingkungan pendidikan seseorang tidak hanya mengasah mental berwirausaha tapi juga kemampuan, baik secara konsep maupun secara praktek.

Kenapa Kita Harus Berwirausaha?

Salah satu solusi ampuh yang dapat dilakukan untuk menekan angka pengangguran adalah dengan membuka usaha atau perusahaan baru. Lulusan sarjana seharusnya bisa berwirausaha dan tidak lagi menggantungkan harapan pada perusahaan orang lain. Pola pikir dan mental harus berubah, tidak boleh lagi menjadi orang yang suka mencari aman. Intinya bahwa harus berani menjadi penantang zaman.

Oleh sebabnya penting sekali bagi perguruan tinggi khususnya perguruan tinggi yang memiliki fakultas ekonomi untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan yang cukup untuk para mahasiwa tentang cara membuka usaha yang benar. Sehingga pada akhirnya ketika mereka lulus mereka bisa menjadi wirausahawan sejati.

Selain itu di lingkungan keluarga (dalam hal ini Orang tua) juga harus bisa mendidik dan menanamkan semangat berwirausaha atau sekurang-kurangnya mendukung segala sesuatu dari anaknya yang berkaitan dengan kegiatan berwirausaha.

Penulis adalah mahasiswa jurusan Akuntansi di Universitas Warmadewa Denpasar