Bangga Menjadi Pemain Caci Terbaik, Gusti Ganggar: Terima Kasih Keluarga Manggarai Bali
Cari Berita

Bangga Menjadi Pemain Caci Terbaik, Gusti Ganggar: Terima Kasih Keluarga Manggarai Bali

MARJIN NEWS
23 August 2018

Gusti Ganggar yang menjadi salah satu pemain Caci terbaik yang ikut menerima penghargaan dari panitia Caci warga Manggarai Raya Bali pada waktu itu. (Foto: Istimewa)
Denpasar, Marjinnews.com --Acara Pementasan Tarian Caci dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 73 oleh warga Manggarai Raya di Bali berlangsung meriah dan berakhir sukses.

Adu ketangkasan, gaya dan penampilan dari para pejantan asal Bumi Congka Sae yang ikut beraksi dalam tarian Caci tersebut mampu memikat ribuan para penonton yang hadir menyaksikan pegelaran tersebut.

Acara yang berlangsung di Lapangan Lagoon, Nusa Dua, Badung pada Minggu (19/8) lalu itu juga oleh panitia acara memberikan penghargaan kepada para peserta Caci yang dianggap pemain Caci terbaik.

Adalah Gusti Ganggar yang menjadi salah satu pemain Caci terbaik yang ikut menerima penghargaan dari panitia Caci warga Manggarai Raya Bali pada waktu itu.

Pemuda asal Desa Benteng Tubi, Rahong Utara, Manggarai dengan Paci (Julukan-red) Mata Dangka Anak Rahong Utara, Mata Nera Tenar Neteng Bendar patut mengucapkan terima kasih kepada Panitia Caci HUT RI ke 73 oleh warga Manggarai Raya di Bali yaitu Ikatan Keluarga Manggarai Nusa Dua Bali atau yang lebih dikenal IKAMANU.

Gusti Ganggar mengaku bangga bisa terlibat langsung dalam pagelaran caci tersebut.

"Sebagai anak muda yang memiliki kepedulian terhadap budaya Manggarai tentu kegiatan seperti ini sangat diapresiasi mengingat zaman yang penuh perubahan dimana sangat mempengaruhi pola pikir generasi muda termasuk tidak melupakan budaya dan adat istiadat yang diwariskan oleh nenek moyang," ujarnya kepada MarjinNews.

Menurut Gusty, budaya adalah pembentuk karakter seseorang. Dengan mengambil bagian dalam kegiatan ini tentu mampu meningkatkan rasa persaudaraan.

Ia bertambah bangga lagi, ketika sukses menjadi penari terbaik yang ditandai dengan pemberian piagam penghargaan oleh panitia acara.

"Tentu ini sebuah prestasi yang luar biasa bagi saya karena untuk mencapai ini tentu melalui proses. Diantaranya penampilan busana yang rapi kesiapan mental yang saya miliki dan saya tidak menyangka menjadi yang terbaik," ujar Gusti.

Ia menambahkan,  selama atraksi berlangsung, dirinya hanya melakukan sesuai dengan kemampuan yang ia miliki.

"Terutama lagu yang saya bawakan dengan judul "KOLONG " lagu tersebut saya persembahkan untuk keluarga Manggarai di Bali agar di tanah rantau tetap menjaga sikap, berbuat hal yang positif dan jangan lupa denga adat istiadat dan tanah kelahiran yaitu Manggarai," terangnya.

Menurut Gusti, panitia Caci menilai seseorang menjadi pemain Caci terbaik dilihat  dari berbagai hal seperti,  pakaian yang rapih dan lengkap, Lomes atau seni baik dalam pukulan maupun ketangkasan.

Ia pun mengajak generasi muda agar tetap mempertahankan budaya Manggarai agar eksistensinya tetap terjaga.

"Yang selalu tertanam dalam benak saya adalah pribahasa atau ungkapan "NEKA OKE KUNI AGU KALO " Paka pakes sake ata mbate dise ame agu serong dise empo " salam persaudaraan. Selamat Dirgahayu RI yang ke 73, salam nama budaya untuk kita semua," tutup Gusti Ganggar.

Penulis: Remigius Nahal