Ayuni dan Jeritan Malam

Barangkali tak ada yang lebih menyedihkan dari gadis itu. Sampai saat dia menghembuskan napas terakhir, cintanya pada kekasih masih abadi...

Barangkali tak ada yang lebih menyedihkan dari gadis itu. Sampai saat dia menghembuskan napas terakhir, cintanya pada kekasih masih abadi, seperti peluru yang tersarang di kepala kekasihnya. (Foto: ig@Noviastuti)

Kutuliskan cerita ini di sebuah kota kecil dimana kopi tak bisa cerai dari kehidupan masyarakat. Cerita yang sebenarnya tak ada yang pernah tahu. Kisah seorang kekasih di masa lalu yang di tinggal pergi oleh kekasihnya. Telah bertahun-tahun lamanya cerita ini hanya sebagai dongeng pengantar tidur anak-anak tak kala mata mereka masih melek hingga tengah malam. Maka masyarakat memanai gadis itu sebagai gadis malang.

Barangkali tak ada yang lebih menyedihkan dari gadis itu. Sampai saat dia menghembuskan napas terakhir, cintanya pada kekasih masih abadi, seperti peluru yang tersarang di kepala kekasihnya.

Kutuliskan cerita ini di sebuah kota kecil di malam hari, di depan gerbang gereja sebagai tanda awal sejarah Kristen di tempat ini. Cerita tentang seorang gadis yang mencari kekasihnya yang dikabarkan mati karena kepalanya di tembak.  Namun tak ada seorang pendidik yang tahu siapa pelakunya, siapa pemilik pelurunya. Tak ada yang berani menceritakan siapa pemilik peluru itu.

Demikianlah peluru itu bersarang dalam kepala kekasihnya. Berangkat ke surga bersama peluru yang masih nyenyak di samping otaknya. Gadis yang malang itu jadi gerah, dendam memenuhi isi hatinya dan kematian adalah balasan yang paling tepat baginya.  Kadang saat berjalan di alun-alun kota, angin bertiup  sepanjang jalan itu, dingin dan sepoi, berbisik-bisik di telinganya saat melangkahkan kaki-kaki kecil di bawah rindangnya pohon beringin

“Ayuni, Ayuni....”

Barangkali itu hanya halusinasinya atau memang itu suara angin. Mungkin sebuah pesan dari seseorang yang dibawa angin hingga ke telinga Ayuni. Sebuah bisikan yang begitu lemah. Suara-suara yang berteriak dan meminta keadilan menemani kaki-kaki kecil gadis itu.

“Ayuni, Ayuni...”

Suara itu kembali terdengar. Pelan dan sangat ketakutan. Siapakah dia yang berbisik kepada Ayuni dan menggangu kesedihannya.

“kamu siapa, pergi, jangan ganggu aku” teriak Ayuni yang sudah merasa terganggu dengan suara itu.
Tapi suara itu tetap saja mengganggunya. Betapa lemah suara bisikan itu dan meminta pertolongan Ayuni.

“aku tak bersalah kepadamu, bukan aku yang membunuhnya. Aku hanya budak yang diperintah dan ditugaskan untuk bersarang di kepala kekasihmu”.

Suara itu berbisik menembus dinginnya malam kota itu.  Pelan, lemah dan ketakutan.

Gadis itu hanya menangis ketika ingatan akan kekasihnya kembali menghantui malam pekat itu.

“bersabar saja, aku pasti akan melamarmu tapi tidak sekarang, tunggu sampai aku bisa buatkan kastil kecil untuk kita tinggal. Bukankah kamu tahu ibuku serorang janda dan harus mengurus kami semua” kata kekasihnya di malam terakhir sebelum jiwanya pergi meninggalkan raga di aspal.

“kalian jahat, mengapa harus dia yang kalian bunuh” tanya Ayuni kepada pemilik suara itu.
Dari air matanya mengalir luka dan kesedihan. Kepergian sang kekasih seperti anak panah tertancap di jantungnya.

Kembali kaki-kaki kecil itu melangkah meninggalkan suara yang berbisik tadi.

“Ayuni, Ayuni...”

Demikianlah suara  bisikan itu, kembali menghantui perjalan gadis malang.

“tak perlu kau ikuti aku, tugasmu sekarang menceritakan siapa yang menyurhmu” kata Ayuni tegas

“tak bisa aku ceritakan, akan ada waktunya kekasihmu kembali. Saat ini dia sedang bertapa meminta kepada Sang Ilahi agar diberikan kekuatan untuk kembali ke dunia agar menyelesaikan tugas dan  utang-utangnya” suara itu kembali memasuki lorong-lorong telinga Ayuni

“Siapa! Siapa yang menyuruhmu!” bentak Ayuni
 “tak bisa aku ceritakan, aku hanya bisa menyampaikan pesan kekasihmu sebab pertarung sesungguhnya adalah engkau dan keadilan”
Klakson mobil mengagetkan Ayuni.

“hei, apa kamu mau mati, berdiri di tengah jalan seenaknya” kata supir itu yang merasa kesal dengan Ayuni.

Suara itu menghilang, tak ada lagi bisikan yang didengar Ayuni.

Begitulah ceritanya, bertahun-tahun setelahnya sarjana banyak bermunculan tetapi belum ada yang bisa mengungkapkan siapa pemilik timah panas itu. 

Setelah ku menulis cerita ini ku berdoa di gereja tempat ku menuliskan cerita ini, barangkali kelak akan ada pencerita yang menceritakan tentang kisah ini dengan versi berbeda dan aku baca di sebuah surat kabar lokal saat hujan turun membasahi kota ini, dan kopi adalah pelengkap paling romantis untuk menyatukan aku dan kisah.

Ruteng, 30 Maret 2018
Oleh: Klaudius Marsianus Juwandy

COMMENTS

Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Agraria,1,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,3,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,231,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,100,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,2,Berita,9,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,45,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,153,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,23,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,6,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,5,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,2,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,45,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,4,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,254,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,68,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,6,Kepemudaan,151,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,59,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,56,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,42,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,15,lombok,1,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,7,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,88,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,7,Nasional,240,Natal,19,Ngada,5,Novanto,1,Novel,15,NTT,117,Nyepi,2,Olahraga,12,Opini,351,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,22,Pariwisata,25,Partai Politik,24,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,PenaBiru,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,864,Peritiwa,2,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,2,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,22,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,81,Politikus,6,POLRI,6,PP PMKRI,1,Pristiwa,26,Prosa,1,PSK,1,Puisi,67,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,10,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,25,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,12,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,7,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Ayuni dan Jeritan Malam
Ayuni dan Jeritan Malam
https://1.bp.blogspot.com/-Djgu6eJhKNc/W2bq0SL_hKI/AAAAAAAAB0c/-mBLiAm86o8aSsVxgCHgavD4pwb3CszzwCLcBGAs/s320/Screenshot_2018-08-05-18-08-55-1.png
https://1.bp.blogspot.com/-Djgu6eJhKNc/W2bq0SL_hKI/AAAAAAAAB0c/-mBLiAm86o8aSsVxgCHgavD4pwb3CszzwCLcBGAs/s72-c/Screenshot_2018-08-05-18-08-55-1.png
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/08/ayuni-dan-jeritan-malam.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/08/ayuni-dan-jeritan-malam.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close