AMP DIY & FRI-WP Terus Menyuarakan Ratapan Rakyat Nduga

Kehadiran militer di Nduga tidak menjalankan tugasnya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat sipil melainkan memberikan rasa ketidaknyamanan, kecemasan, trauma dan ketakutan yang sangat luar biasa bagi warga di Kabupaten Nduga. (Foto : dok. Pribadi)

Marjinnews.com - Situasi pasca kejadian penembakan yang dilakukan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) terhadap pesawat Twin Otter Dimonim Air PK-HVU pada tanggal 22 Juni 2018 di Bandara Udara Keneyam Kabupaten Nduga Papua.

Peristiwa itu tidak berhenti namun berlanjut lagi pada 25 Juni 2018 terjadi kontak senjata antara tentara gerilyawan TPN-PB dengan TNI/Polri di Bandara Udara Keneyam Kabupaten Nduga. TNI/Polri yang diperintahkan oleh Kapolda Papua dan Kapolri dengan alasan untuk pengawalan Pemilihan Kepala Daerah yang diadakan di seluruh Kabupaten yang berada di Propinsi Papua dan salah satunya  adalah Kabupaten Nduga pada 27 Juni 2018.

Para gerilyawan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TNP-PB) bukanlah kelompok separatis bukan pula kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) yang dipublikasikan oleh media lokal maupun media nasional Pemerintah Indonesia melainkan TPN-PB adalah tentara pembebasan Papua Barat yang berjuang dan terus melawan untuk merebut kemerdekaan sejati dari pemerintah kolonial Indonesia di tanah West Papua sejak Papua dianeksasi ke NKRI pada 1 Mei 1961.
Penambahan TNI/Polri ke Kabupaten Nduga sebanyak 3.000 personil  mulai dari tanggal 27 Juni 2018 – 10 Juli 2018  dan pada tanggal 11 Juli 2018 pihak militer Indonesia melakukan pemboman di Desa Alguru dengan menggunakan helikopter serta penembakan bom balistik dari Keneyam ke Desa Alguru yang dihuni oleh 52 kepala keluarga (KK). Pemboman yang dilakukan oleh militer Indonesia membuat warga sipil di Desa Alguru mengalami kerugian dan ketakutan yang besar berupa kerugian materil, moril maupun trauma psikologis yang panjang karena peristiwa serupa juga pernah terjadi di Mapnduma pada tahun 1996. Upaya ini juga dilakukan oleh Pemerintah Kolonial Indonesia untuk mengalihkan isu atau melolosakan penandatanganan surat MoU oleh Presiden PT. Freeport dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta pada 13 Juli 2018 untuk pembagian saham PT. Freeport 51% yang diambil secara sepihak oleh Pemerintah Kolonial Indonesia tanpa melibatkan Orang Asli Papua (OAP) dalam kesepakatan tersebut.  Tindakan penyisiran dan penyerangan dari TNI/Polri terhadap Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN_PB) terus dilakukan di Kabupaten Nduga dari 27 Juni 2018 – 1 Agustus 2018 dan akan terus berlanjut karena belum ada perintah dari Panglima TNI, Kapolri dan Kapolda Papua untuk menarik pendudukan paksa oleh militer Indonesia di Desa Alguru, Kabupaten Nduga.
Menyikapi pemboman dan pendudukan paksa dari TNI/Polri di Desa Alguru, Distrik Keneyam, Kabupaten Nduga Papua yang belum memberikan kenyamanan bagi rakyat sipil sehingga menyebabkan semua roda perekonomian, pendidikan, kesehatan, pemerintahan lumpuh secara total maka Aliansi Mahasiswa Papua Yogyakarta bersama Front Rakyat Indonesia untuk Pembebasan Papua Barat terus melakukan aksi-aksi damai meminta rezim Joko Widodo dan Jusuf Kalla untuk memberi perintah kepada Panglima TNI, Kapolri dan Kapolda Papua segera menarik militer dari Kabupaten Nduga dan militer yang masih beroperasi di seluruh tanah Papua. Mahasiswa yang tergabung dalam Komite Kota Aliansi Mahasiswa Papua (KK-AMP) Yogyakarta dan Front Rakyat Indonesia untuk Pembebasan Papua Barat sudah melakukan dua kali aksi damai. Aksi damai yang pertama diadakan pada 23 Juli 2018 dan aksi damai yang kedua diadakan pada 30 Juli 2018 di Yogyakarta untuk menetang tindakan represif dari TNI/Polri bagi rakyat sipil di Kabupaten Nduga. Komite Kota Aliansi Mahasiswa Papua se Jawa Bali dan Front Rakyat Indonesia untuk Pembebasan Papua Barat (FRI-WP) terus dan akan terus melakukan aksi solidaritas demi kemanusiaan di Kabupaten Nduga dan seluruh kejadian pelanggaran HAM berat di tanah Papua.
Berdasarkan data dari pihak Kepolisian (Kapolda) Papua pada 22 Juni 2018 sebanyak 30 Anggota Brimob, 150 personil TNI/Polri dikirimkan ke Nduga pada 25 Juni 2018. Penambahan militer (TNI/Polri) sesuai dengan permintaan dari Polda Papua sebanyak 700 personil dan 3.000 personil untuk melakukan pengamanan yang berkedok Pemilihan Kepala Daerah di Nduga. Penambahan personil dari militer Indonesia tidak berhenti pada 25 Juni 2018, namun pada tanggal 17 Juli 2018 Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Tito Karnavian memerintahkan 14.000 personil ke Papua yang terdiri dari anggota TNI sebanyak 2.800 dan 4.000 personil dari Linmas dikirimkan ke Kabupaten Nduga. Kehadiran militer Indonesia di Kabupaten Nduga bila dilihat dari kuantitasnya jauh melebihi warga sipil yang berada di Nduga.
Militer Indonesia yang dikirimkan ke Nduga melakukan praktik-praktik represif yang tidak berperikemanusiaan kepada rakyat sipil di Nduga sehingga menimbulkan trauma yang berkepanjangan. Semua akses untuk pelayanan kemanusiaan maupun media nasional  serta akses jurnalis tidak diizinkan untuk pergi dan meliput secara langsung situasi di Nduga agar masyarakat publik menyaksikan situasi yang berada di tempat kejadian secara langsung. Semua ruang demokrasi dibungkam oleh militer Indonesia, situasi ini tidak jauh berbeda dengan rezim Orde Baru (Orba). Kehadiran militer di Nduga tidak menjalankan tugasnya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat sipil melainkan memberikan rasa ketidaknyamanan, kecemasan, trauma dan ketakutan yang sangat luar biasa bagi warga di Kabupaten Nduga sehingga para warga sipil yang berasal dari 9 Distrik (Kecamatan) yaitu Mapnduma, Mugi/Derakma, Geselama, Yigi, Mbua, Wosak, Iniye, Geyerik dan Keneyam melarikan diri ke hutan melintasi hutan belantara untuk mengungsi ke Asmat, Timika, Wamena dan Yahokimo. Mari kita bersolidaritas untuk martabat luhur manusia (kemanusiaan) di Kabupaten Nduga dan seluruh pelanggaran HAM berat yang terjadi di Papua dari dulu hingga kini karena prinsip dasar kehidupan adalah manusia harus menjadi sahabat bagi sesama yang lain dan membebaskan manusia lain dari belenggu penjajahan, ketidakadilan, diskriminasi rasil dan segala praktik-praktik yang melanggar martabat manusia.*


Oleh : Frengky Syufi

Penulis adalah Mahasiswa Kerja Sama dari Keuskupan Manokwari-Sorong  dan Keuskupan Agats-Asmat yang Kuliah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Editor : Viky Purnama/MN

Diskusi Bupati Manggarai Barat Mencari Pemimpin

Name

anak muda,2,Badung,1,Bali,135,Ben Senang Galus,2,Bencana Alam,2,Berita,186,Bhineka,2,Birokrasi,2,BNI,1,Bola,3,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,4,BPJS,1,Budaya,34,Bung Karno,1,Bunuh Diri,4,Bupati Mabar,2,Camilian,1,Celoteh,6,Cerpen,202,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,647,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,19,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,3,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,5,Editorial,30,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,10,Focus Discussion,1,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,7,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,2,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,68,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,In-Depth,15,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,17,Internasional,17,Internet,2,Investasi,1,IPD,3,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,4,JK,1,Jogja,2,Jogyakarta,3,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,308,Kata Mereka,2,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,4,kebudayaan,3,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,6,Kemanusiaan,55,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,7,kerohanian,2,Kesehatan,5,Ketahanan Nasional,1,Keuangan,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,55,KPK,11,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,52,Kritik Sastra,3,Kupang,25,Labuan Bajo,51,Lakalantas,11,Larantuka,1,Legenda,1,Lembata,2,Lifestyle,3,Lingkungan Hidup,13,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,15,Mahasiswa,47,Makasar,6,Makassar,4,Malang,4,Manggarai,121,Manggarai Barat,21,Manggarai Timur,27,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,1,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,102,MMC,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,351,Natal,18,Ngada,8,Novanto,2,Novel,16,NTT,346,Nyepi,2,Olahraga,13,Opini,554,Orang Muda,7,Otomotif,1,OTT,2,Padang,1,Papua,16,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,25,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,19,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,19,Perindo,1,Peristiwa,1377,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Petrus Selestinus,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,40,Pilkada,98,Pilpres 2019,25,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,32,Polisi,24,politik,89,Politikus,6,POLRI,8,PP PMKRI,1,Pristiwa,39,Prosa,1,PSK,1,Puisi,100,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,9,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,2,Ruang Publik,15,Ruteng,30,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,14,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,1,Sekilas Info,42,Sekolah,2,seleb,1,Selebritas,28,selingkuh,1,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,31,Sospol,35,Spesial Valentine,1,Start Up,1,Suara Muda,229,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,10,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tentang Mereka,68,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,11,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,Ujian Nasional,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,21,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: AMP DIY & FRI-WP Terus Menyuarakan Ratapan Rakyat Nduga
AMP DIY & FRI-WP Terus Menyuarakan Ratapan Rakyat Nduga
https://4.bp.blogspot.com/--sPDyCS3XsU/W2M1JqMzfbI/AAAAAAAAAOE/3VgyLUFTqwQaowFCydOTDs0SdBqpgzRYACLcBGAs/s320/IMG-20180802-WA0024.jpg
https://4.bp.blogspot.com/--sPDyCS3XsU/W2M1JqMzfbI/AAAAAAAAAOE/3VgyLUFTqwQaowFCydOTDs0SdBqpgzRYACLcBGAs/s72-c/IMG-20180802-WA0024.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2018/08/amp-diy-fri-wp-terus-menyuarakan.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/08/amp-diy-fri-wp-terus-menyuarakan.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy