AHY : Bagi Orang yang Optimis, Muda adalah Kekuatan
Cari Berita

AHY : Bagi Orang yang Optimis, Muda adalah Kekuatan

MARJIN NEWS
3 August 2018

Foto: Ist

Jakarta, Marjinnews.com - Komandan Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengakui ada sejumlah pihak yang meragukan dirinya.

Seperti dilaporkan Kompas.com, keraguan itu, menurut dia, muncul karena umurnya yang dianggap masih terlalu muda.

"Ada yang mengatakan saya terlalu muda untuk melakukan sesuatu. Ya, memang saya muda. So what?" kata AHY dalam orasinya bertema "Muda adalah Kekuatan" di Ballroom Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (3/8/2018).

Padahal, AHY mengatakan, ia sebenarnya sudah tidak muda lagi apabila diukur lewat usia.

Pada 10 Agustus mendatang, AHY akan genap berusia 40 tahun. Sementara definisi muda dari Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah 15-24 tahun.

"Saya merasa terhormat jika dibilang muda," ujar AHY, yang digadang-gadang Partai Demokrat sebagai cawapres ini.

Namun, lanjut AHY, muda tentunya tidak bisa dilihat dari usia biologis semata. Bagi dia, muda bisa diukur dari tiga aspek, yakni fisik yang kuat, mental yang kuat, serta keingintahuan yang tinggi.

"Bagi orang pesimistis, muda identik kurang berpengalaman, kurang teliti, pokoknya serba kurang. Bagi orang optimistis, muda adalah kekuatan," kata AHY disambut tepuk tangan hadirin.

Untuk diketahui, Ketua Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menilai, peluang politisi Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi calon wakil presiden pendamping Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto cukup besar.

Hal itu disampaikan Ferdinand menanggapi pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.

Fadli sebelumnya menyatakan, AHY merupakan salah satu nama yang intensif dibahas sebagai sosok cawapres pendamping Prabowo.

"AHY tentu punya peluang besar," kata Ferdinand melalui pesan singkat, Jumat (3/8/2018).

Ia menambahkan, jika AHY dipilih menjadi cawapres maka Prabowo akan mendapatkan keuntungan.

"Ya, karena (AHY) membawa tambahan elektoral bagi Prabowo," kata dia.

Sebelumnya, Fadli Zon menyatakan, saat ini sudah ada tiga nama yang secara intensif dibahas untuk diusung sebagai cawapres pendamping Prabowo Subianto.

Ketiga sosok itu yakni Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, dan Ustaz Abdul Somad.

Fadli mengatakan, AHY merupakan usulan dari Partai Demokrat, sedangkan Salim merupakan usulan dari PKS serta rekomendasi Ijtima (pertemuan) ulama. Demikian pula dengan Abdul Somad yang juga rekomendasi Ijtima ulama.

"Dari Demokrat itu Pak AHY, kemudian dari rekomendasi ijtima itu untuk cawapresnya kan ada Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Salim Segaf. Berarti setidaknya ada tiga nama yang ada sekarang ini," kata Fadli saat ditemui di kediaman Prabowo, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (1/8/2018). (RN/MN)