Ada Dugaan Asusila Dilakukan di Ruang Kerja Pimpinan DPRD Kota Batam
Cari Berita

Ada Dugaan Asusila Dilakukan di Ruang Kerja Pimpinan DPRD Kota Batam

7 August 2018

"Apabila kejadian dugaan asusila tersebut benar-benar terjadi maka sangat melukai hati masyarakat Batam", papar Aldi Braga (Foto; JP/MN)
Batam, marjinnews.com - Masyarakat Batam sempat digegerkan dengan beredarnya berita terkait adanya dugaan asusila yang dilakukan dalam ruang kerja salah satu pimpinan DPRD Kota Batam pada 23 Juli 2018 lalu.

Dugaan asusila tersebut dilakukan oleh oknum honorer dengan anggota DPRD Kampar yang sedang kunjungan kerja (Kunker).

Kronologis kejadian dugaan asusila berawal Haji Zainal Abidin selaku wakil ketua DPRD Kota Batam kedatangan dua orang tamu merupakan sesama anggota DPRD. Haji Zainal Abidin harus mengikuti Rapat Paripurna maka Zainal berpamitan kepada kedua rekannya tersebut dan meminta mereka untuk menunggu.

Beberapa waktu kemudian datanglah Jd dan AM merupakan staff honorer tersebut menemui tamunya itu dan terjadi peristiwa tidak bermoral tersebut. Peristiwa tersebut terungkap saat Bd salah satu cleaning service di kantor DPRD Batam membersihkan ruang kerja Zainal yang berada di lantai 2 gedung Dewan menemukan Kondisi tempat tidur Haji Zainal Abidin berantakan tak karuan.

Mengetahui perihal perbuatan dugaan asusila di ruang kerja Pimpinan DPRD Kota Batam membuat masyarakat Batam sangat kecewa dan kesal.

LSM Garda Indonesia (GI) dan LSM Berantas Lingkaran Narkoba telah melaporkan perihal dugaan asusila yang dilakukan di ruang kerja Pimpinan DPRD Kota Batam ke Polresta Barelang pada Hari Sabtu, 4 Agustus 2018.

"Apabila kejadian dugaan asusila tersebut benar-benar terjadi maka sangat melukai hati masyarakat Batam", papar Aldi Braga ketua Garda Indonesia.

Menurut Aldi, DPR merupakan mereka yang dipilih masyarakat untuk mewakili masyarakat sebagai lembaga legislatif Kota Batam namun perbuatan asusila bisa-bisanya terjadi di kantor DPRD Kota Batam. Dia pun sangat menyayangkan peristiwa tersebut.

"Sangat diharapkan aparat penegak hukum khususnya kepolisian harus bertindak tegas dan lakukan investigasi untuk mencari bukti-bukti untuk mengungkap kasus dugaan asusila di ruang Kerja Pimpinan DPRD Kota Batam", tegas Aldi Braga kepada marjinnews.com pada Selasa (7/8/2018) pagi.

"Sudah kita laporkan kejadian tersebut ke Polresta Barelang dan sudah langsung berkoordinasi dengan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Semoga kepolisian cepat mengungkap kasus tersebut supaya luka masyarakat Kota Batam tidak semakin pariah", tutup Aldi Braga. (JP/MN)