Zohri, Si Penghibur Kegundahan Hati Masyarakat Indonesia
Cari Berita

Zohri, Si Penghibur Kegundahan Hati Masyarakat Indonesia

13 July 2018

Pria yang akrab disapa Zohri itu merupakan anak emas bangsa Indonesia yang berhasil mengibarkan bendera merah putih di Finlandia melalui cabang atletik (Foto: Instagram/Imam Nahrawi)
Feature, marjinnews.com - Meski masyarakat Indonesia tengah dilanda gundah gulana pasca gagalnya Garuda Muda lolos ke Final AFF U-19 dan harus mengakui keunggulan Malaysia 4-3 pada perebutan juara tiga ajang bergengsi se Asia Tenggara itu melalui drama adu pinalty, sosok Lalu Muhammad Zohri tiba-tiba hadir sebagai pahlawan atas kecintaan masyarakat Indonesia kepada dunia olahraga.

Pria yang akrab disapa Zohri itu merupakan anak emas bangsa Indonesia yang berhasil mengibarkan bendera merah putih di Finlandia melalui cabang atletik. Tidak banyak yang mengenal Zohri lebih dekat. Selain karena semua media massa fokus memantau perkembangan dini Piala Dunia Russia 2018 yang tengah menunggu partai puncak pada Minggu (15/7) mendatang nama Zohri hampir tidak pernah terpikirkan untuk ditulis walau hanya satu kata disana.

Namun, ia memberi kejutan. Ia menghibur masyarakat Indonesia yang sedang dalam keadaan patah hati. Banyak sanjungan datang menghampirinya dari seluruh penjuru Nusantara. Lantas siapa pria bertalenta itu?

Zohri lahir di Nusa Tenggara Barat (NTB). Masa kecilnya dihabiskan di Lombok Utara. Dia mengenyam pendidikan di SD Negeri 2 Pemenang Barat, lalu melanjutkan sekolah ke SMP Negeri 1 Pemenang. Saat SMP, bakat lari Zohri sudah mulai menonjol. Zohri kemudian diajak untuk mengikuti beberapa kejuaraan dan berhasil merebut prestasi membanggakan.

Zohri juga sosok pria mandiri. Dia sudah ditinggal orang tuanya saat masih belia. Ibunya meninggal saat Zohri masih duduk di bangku SD dan ayahnya menyusul setahun kemudian. Di pentas nasional, namanya mulai dikenal saat mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) U-18 dan U-20 di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta, April 2017.

Dia kemudian dipilih oleh Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) memperkuat timnas di Kejuaraan Dunia Remaja di Kenya, Juli lalu.  Tampil di nomor 200 meter Johri merebut emas dengan catatan waktu 21.96 detik. Dia juga sempat ikut berlomba di Singapura. Namun dia batal turun karena mengalami cedera.

Zohri juga merupakan bagian dari timnas atletik Indonesia yang akan bertanding di Asian Games 2018 nanti. Medali emas yang didapat dari Kejuaraan Atletik Dunia U-20 tentu saja menjadi modal penting bagi Johri pada multievent empat tahunan se Asia tersebut.

Cerita Singkat Jalan Kesuksesan Zohri
Lalu Muhammad Zohri pelari asal Indonesia berhasil mengukir prestasi gemilang di Kejuaraan Atletik Dunia U-20 yang berlangsung di Tampere, Finlandia, 10-15 Juli 2018. Pria asal Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut merebut emas di nomor bergengsi lari 100 meter putra.

Di babak final, Zohri finish pertama dengan catatan waktu 10.18 detik. Dia mengalahkan dua pelari asal Amerika Serikat, Anthony Schwartz (10.22) and Eric Harrison (10.22). Sementara urutan ketiga ditempati oleh pelari Afirka Selatan, Thembo Monareng dengan 10.23 detik.

Zohri sebenarnya bukan atlet yang diunggulkan pada nomor bergengsi tersebut. Dia tampil mewakili Asia setelah menang pada Kejuaraan Asia U-20 yang berlangsung Juni lalu. Saat itu, pria kelahiran 1 Juli 2000 tersebut hanya mampu mencatat waktu terbaik, 10.27 detik.

Namanya mulai diperhitungkan saat di babak semifinal berhasil menempati urutan kedua di belakang atlet AS, Anthony Schwartz dengan catatan waktu 10.24 atau 0.05 lebih lambat.

Di babak final, Zohri menempati lintasan nomor 8. Saat pistol start diletuskan, Johri pun segera melesat dan bersaing ketat dengan Monareng serta Schwartz. Zohri akhirnya berhasil finis pertama mengungguli kedua pelari asal Negeri Paman Sam tersebut. (AA/MN)