Tu'a Golo Nanga Nae Akui, Lahan yang Diberikan ke Polda NTT Adalah Lahan Sengketa
Cari Berita

Tu'a Golo Nanga Nae Akui, Lahan yang Diberikan ke Polda NTT Adalah Lahan Sengketa

MARJIN NEWS
2 July 2018

Menurutnya, kampung Bancang dan kampung Nanga Nae hingga saat ini masih saling klaim atas kepemilikan lahan seluas puluhan hektar tersebut. (Foto: Marjinnews)
Labuan Bajo, Marjinnews.com - Tua Golo Nanga Nae, Muhamad Yasin mengakui jika tanah yang berlokasi di Gorontalo, Desa Macan Tanggar, Kecematan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat yang rencananya akan diberikan kepada Polda Nusa Tenggara Timur untuk pembangunan Markas Brimob merupakan lahan yang masih bersetatus sengketa antara warga Kampung Nanga Nanga Nae melawan Kampung Bancang. Hal tersebut disampaikan Yasin saat ditemui di rumah kos-kosan di Wae Kemiri, Labuan Bajo pada, Jumat (29/6/2018).

Menurutnya, kampung Bancang dan kampung Nanga Nae hingga saat ini masih saling klaim atas kepemilikan lahan seluas puluhan hektar tersebut. Atas dasar itu, kasus ini pun sedang bergulir di meja Camat Komodo untuk bermediasi. Namun hingga saat ini belum ada hasil mediasi dari camat komodo padahal sudah berjalan berbulan bulan. Anehnya, Muhamad Yasin tidak mengetahui secra pasti dan menyeluruh alasan orang Bancang mengklaim tanah tersebut. Parahnya lagi, pria beristri dua ini juga tidak mengetahui jika tanah tersebut telah diserahkan oleh Tua Golo terdahulu kepada warga Kampung Bancang melalui mekanisme adat yakni, kapu manuk lele tuak. 

Saat ditanya siapa sesungguhnya yang berhak atas kepemilikan tanah tersebut, ia pun sempat diam beberapa saat dan dengan nada meragukan ia menjawab bahwa Warga Nanga Naelah yang merupakan pemilik saah atas tanah seluas puluhan hektar tersebut. Yasin pun menyangkal telah menyerahkan tanah tersebut kepada warga Bancang. Padahaln menurut pengakuan orang Bancang bahwa penyerahan tanah tersebut sudah sejak lama. Dan Muhamad Yasin tidak mengetahui proses dan sejarah tanah tersebut.

Saat ditanya lagi apakah tanah tersebut dijual atau diberikan secara gratis kepada Polda NTT, Yasin mengakui jika Polda NTT sendiri yang meminta lahan dengan luas 5 hektar kepada Yasin melalui penghubung salah satu anggota Brimob Polres Mabar Imron. 

"Polda sendiri yang meminta. Imron yang menjadi penghubung," ujarnya. Dia menambahkan bahwa dalam beberapa hari kedepan pihaknya akan menggelar musyawarah seluruh warga kampung Nanga Nae terkait penyerahan secara resmi tanah tersebut kepada Polda NTT.


Menanggapi pernyata Muhamad Yasin, Tua Golo Kampung Bancang Kosmas Gani berang. Ia pun membantah dengan keras pernyataan Yasin yang menyebut kepemilikan lahan tersebut adalah warga Kampung Nanga Nae.

"tanah tersebut sudah menjadi milik kami orang Bancang. Yasin tidak tahu apa apa soal status tanah tersebut. Dia belum jadi Tua Golo saat proses penyerahan tanah itu oleh ayahnya, dia baru kemarin menjadi Tua Golo" ujar Kos Gani saat menggelar rapat besar seluruh warga Kampung Bancang pada, Minggu (1/7/2018) di Bancang. 

Dia menjelaskan bahwa penyerahan tanah tersebut kepada warga Kampung Bancang pada jaman dulu melalui proses adat kapu manuk lele tuak. Dia menambahkan ada beberapa titik lokasi tanah yang diberikan oleh Tua Golo yang menjabat pada saat itu dengan cara bertahap.

 "Setelah kami menerima tanah tersebut, kami langsung mengerjakannya. Dan sebagai bukti tanaman kami seperti pohon jambu mente sudah besar. Kami sudah berpulu-puluh tahun mengerjakan tanah tersebut. Kenapa sekarang mereka tiba-tiba mengklaim," ujar Kos dengan nada keras. 

Karena itu, warga Kampung Bancang pun kompak turun ke lokasi tanah yang rencananya akan diberikan kepada Polda NTT untuk mengerjakan lahan tersebut. "begitu kami dengar bahwa tanah kami mau diberikan kepada Polda NTT oleh Muhamad Yasin, kami satu Kampung kompak turun ke lokasi. Dan tidak ada yang mencegat, kami sudah nekat siap melawan karena kami merasa benar," ujarnya. 

Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) dikabarkan mendapat pemberian Lahan dari Tua Golo kampung Nanga Nae, Kecematan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Kabar tersebut dibenarkan oleh Kapolres Manggarai Barat, AKBP Julisa Kusumowardono saat dikonfirmasi pada, Rabu (13/6/2018) lalu melalui sambungan seluler.

Kendati demikian, Julise tidak menjelaskan secara detail di mana lokasi lahan yang akan diberikan tersebut. Saat ditanya kapan Tu,a Golo Nanga Nae, Yasin akan memberikan lahan tersebut ia hanya menjawab bahwa masih dalam proses. "Inikan masih proses. Kan proses dulu masih lama," ujarnya. 

Menurutnya, lahan yang akan diberikan oleh tu,a golo Nanga Nae itu nantinya akan digunakan untuk membangun markas Brimob. Hal itu juga telah dibicarakan dengan Kapolda NTT, Kapolres Manggarai Barat, dan Tu,a Golo, Nanga Nae, Yasin saat rapat di Hotel Jaya Karta, Labuan Bajo pada, Senin malam (11/6/2018).

Saat ditanya terkait agenda apa saja yang dibicarakan dalam rapat tersebut, Julisa hanya menjelaskan bahwa hanya memperkenalkan bahwa ada Tu,a Golo akan memberikan lahan kepada Polda NTT untuk membangun Markas Brimob. 

"Memperkenalkan dari perangkat desa itu, memang yabg membantu untuk  memberikan tanah itu membangun markas brimob," ujarnya. 

Sementara itu, sumber lain Samsudin Marhumi menjelaskan bahwa lahan yang akan diberikan ke Polda NTT diduga lahan yang sedang masih dalam status sengketa antara warga kampung Nanga Nae dan warga kampung Bancang. Hal tersebut, kata Samsudin, melihat polisi yang datang saat mensurvey ke lokasi lahan yang sedang dalam status sengketa. Dan diketahui, kasus ini masih dalam tahap mediasi di kantor Camat Komodo. 

Lebih jauh Samsudin menjelaskan bahwa jika lokasi lahan yang diberikan itu betul tanah yang sedang disengketakan maka akan bermasalah karena tanah tersebut sudah menjadi milik orang Bancang. "Tanah itu sudah diberikan kepada orang Bancang beberapa tahun lalu," ujarnya.

Editor: Remigius Nahal