Soal Freeport, Bakal Calon Presiden 2019 Sam Aliano: Itu Ibarat Indonesia Beli Daging Sapi Sendiri
Cari Berita

Soal Freeport, Bakal Calon Presiden 2019 Sam Aliano: Itu Ibarat Indonesia Beli Daging Sapi Sendiri

MARJIN NEWS
19 July 2018

Sam Aliano menjelaskan lebih lanjut bahwa pinjaman luar negeri pemerintah Indonesia sebaiknya digunakan untuk investasi pada sektor Sumber Daya Alam (SDA) yang menghasilkan uang banyak sehingga dapat menutupi hutang negara kelak (Foto: Istimewa)
Feature, marjinnews.com - Setelah melakukan penandatangan pokok-pokok perjanjian terkait saham PT Freeport MacMoRan pada Kamis (12/7/2018) dilakukan Rio Tinto,  Holding Industri Pertambangan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mewakili pemerintah Indonesia yang juga membahas hak partisipasi Rio Tinto di PT Freeport Indonesia ke PT Inalum tanggapan dengan berbagai perspektif berbeda datang dari para tokoh nasional. Salah satunya adalah Sam Aliano.

Menurut bakal calon presiden 2019 itu, setelah kontrak setengah abad antara Pemerintah Indonesia dan PT Freeport McMoRan selesai, seharusnya perusahaan asing itu angkat kaki dari tanah Indonesia. Sam mengaku menyesalkan keputusan pemerintah yang membuka kontrak baru hingga tahun 2041 mendatang.

"Ibarat beli daging, kita tahu daging yang akan kita beli itu adalah daging sapi kita yang dicuri, tapi tetap kita beli. Beli tanah milik negeri sendiri dari perusahan asing. Heran, seandainya tambangnya di Amerika dan perusahannya itu dari Indonesia, apa yang akan terjadi? Jelas perusahan Indonesia itu akan diusir dari sana, Amerika mana mau harta dipegang oleh negara asing." Demikian kata Sam Aliano dilansir  Warta Kota, Rabu (18/7/2018).

Oleh sebab itu, seharusnya pemerintah Indonesia investasi sendiri dengan total 100% milik negara agar aman dari segi produksi dan hasil pendapatan. Hal ini karena PT Freeport Indonesia merupakan perusahaan yang sangat tertutup sehingga sangat memungkinkan terjadinya kecurangan.

Sam Aliano menjelaskan lebih lanjut bahwa pinjaman luar negeri pemerintah Indonesia sebaiknya digunakan untuk investasi pada sektor Sumber Daya Alam (SDA) yang menghasilkan uang banyak sehingga dapat menutupi hutang negara kelak.

"Hasil bumi itu harta milik negara yang tidak boleh ada negara asing masuk ke dalamnya atau ambil hasilnya karena harta ini tidak bisa ditukar dengan uang kontrak dari perusahaan asing. Ini seperti halnya di negara lain. Contohnya di Amerika Serikat, mana ada perusahaan asing ambil hasil bumi negara tersebut, perusahaan asing boleh investasi di bidang lain seperti bangun jembatan, jalan tol, gedung, rumah sakit, sekolah dan lain-lain," ujar Sam Aliano.

Sam Aliano menilai pembangunan infrastruktur sangat tidak disarankan pada saat negara sedang mengalami krisis dan butuh uang bahkan hutang luar negeri yang menggunung. Sebab, infrastruktur akan jadi barang mati dan tidak bisa mengembalikan uang yang dipinjam melalui hutang luar negeri.

Sam Aliano berpandangan pembangunan infrastruktur hanya bertujuan untuk kepentingan pribadi dan sekelompok orang. Ia kecewa karena pemerintah Indonesia lebih mengutamakan pembangunan infrastruktur daripada investasi pada sektor penting SDA.

"Infrastruktur boleh jika negara punya stok uang sendiri bukan dari pinjaman," ucap Sam Aliano.

Kepemilikan Inalum di PT Freeport Indonesia setelah penjualan saham dan hak partisipasi Rio Tinto menjadi 51% dari yang semula hanya 9,36%.

"Pokok-pokok perjanjian ini selaras dengan kesepakatan pada tanggal 12 Januari 2018 antara Pemerintah Indonesia, Pemerintah Provinsi Papua, dan Pemerintah Kabupaten Mimika, dimana pemerintah daerah akan mendapatkan saham sebesar 10% dari kepemilikan saham PT Freeport Indonesia." Demikian kata Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati dalam akun Instagramnya, Kamis.

Dalam perjanjian tersebut, PT Inalum akan menggelontorkan dana senilai US$ 3,85 milliar untuk membeli hak partisipasi Rio Tinto di PT Freeport Indonesia dan 100% saham PT Freeport Indonesia di PT Indocopper Investama yang memiliki 9,36% saham di PT Freeport Indonesia. Pihak-pihak dalam perjanjian ini akan menyelesaikan jual-beli tersebut sebelum akhir tahun 2018. (AP/WK/MN)