$type=carousel$cols=3

Satu Lagi Jenazah TKI Asal NTT Tiba di Kupang, Pemerintah Masih Tiru Gaya Pilatus!

Jenazah Kris Kolo (23), seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Ekateta, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang saat tiba dan didoakan...

Jenazah Kris Kolo (23), seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Ekateta, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang saat tiba dan didoakan bersama di Bandara El Tari Kupang, Minggu (1/7/2018) malam. (Foto: POS KUPANG/GECIO VIANA) 

Feature, marjinnews.com - Lagi-lagi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat kiriman peti jenazah dari luar negeri. Pada Minggu (1/7/2018) malam di Bandara El Tari Kupang, satu orang warga asal  Desa Ekateta, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang  bernama Kris Kolo (23) melengkapi data 46 TKI asal NTT  yang meninggal di luar negeri sampai awal bulan Juli 2018.

Jumlah TKI asal NTT yang meninggal dan dipulangkan ke Kupang tersebut disampaikan oleh Timotius K Suban, Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Kupang. Dikatakan Timotius, dari jumlah TKI asal NTT yang meninggal tersebut hanya terdapat satu TKI yang berangkat ke luar negeri secara prosedural

"Sedangkan TKI asal NTT lainnya berangkat ke luar negeri secara nonprosedural atau ilegal," ujar Timotius saat menanti kedatangan seorang jenazah TKI asal NTT yang di Malaysia di Bandara El Tari Kupang, Minggu (1/6/2018) malam seperti dilansir TRIBUN NEWS.

Jenazah Kris Kolo dinanti pihak keluarga sejak pagi pukul 8.00 Wita di Kargo Bandara El tari Kupang. Kris Kolo diketahui sudah meninggal sejak tiga hari sebelumnya di Malaysia. Tak hanya anggota keluarga, turut hadir petugas dari BP3TKI Kupang, Disnakertrans NTT, perwakilan Sinode GMIT, perwakilan OPSI NTT, perwakilan Satgas Anti Human Trafficking Partai Golkar serta seorang biarawati yang turut menanti kedatangan jenazah tersebut.

Jenazah yang dinantikan akhirnya tiba di sekira pukul 23.00 Wita. Jenazah tersebut ditempatkan di dalam satu peti mati berwarna putih dan tertutup rapat langsung dimasukkan ke dalam mobil ambulans.

Seorang anggota keluarga yang enggan namanya ditulis kepada Pos Kupang mengatakan, Kris Kolo (23) berangkat ke Malaysia sejak tahun 2012 silam. Pihak keluarga mendapatkan kabar bahwa Kris Kolo telah mengalami sakit selama dua hari dan dirawat di satu rumah sakit yang berada di Malaysia.

Mengurai Penyebab Human Trafficking NTT
Pengetahuan Timotius K Suban, Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Kupang soal jumlah jenazah TKI yang meninggal di luar negeri dan latar belakang administrasi mereka yang dibagi antara legal (prosedural) dan ilegal (nonprosedural) bisa kita duga sebagai respon pemerintah ala Pilatus yang tampaknya tidak pernah mau dengan cara serius menyelesaikan problematika yang menimpa para TKI malang tersebut.

Menurut Emilianus Yakob Sese Tolo dalam salah satu tulisannya di IndoProgress "Berkaca Dari Demo Menolak Perdagangan Manusia NTT di Kupang"; Pemerintah NTT tidak seyogyanya menyalahkan masyarakat yang pergi ke luar negeri secara ilegal, sebab keilegalan kepergian mereka ke luar negeri disebabkan oleh mandegnya kinerja pemerintah dalam menyejahterahkan masyarakatnya sendiri.

Menurutnya, banyak migran NTT yang ke luar negeri secara ilegal karena kesulitan ekonomi sebagai akibat ketimpangan struktural. Mereka ke luar negeri secara ilegal karena kesulitan ekonomi, dan hal itu membuat mereka mengambil jalan pintas. Apalagi, proses pengurusan passport dan visa berbelit-belit dan memakan biaya mahal untuk masyarakat kecil.

Juga, perlu diingat, banyak masyarakat NTT yang berangkat secara legal pun kerap tersandung dalam kasus perdagangan manusia, bahkan sampai perdagangan organ tubuh, di luar negeri.

Sejatinya, akar persoalan perdagangan manusia NTT, menurut Emilianus, bukanlah akibat dari kurangnya kesadaran masyarakat NTT bahwa manusia adalah makhluk yang sederajat dan tak patut diperdagangkan, dan, karena itu, diperlukan sebuah demo untuk menyadarkan mereka. Bukan pula perdagangan itu terjadi akibat kemandegan kinerja kerja pihak keamanan, terutama pihak kepolisian. Tetapi, akar perdaganan manusia itu adalah akibat ketimpangan relasi sosial dan ekonomi di NTT yang terus membatu sejak jaman kerajaan, jaman kolonial, dan bahkan hingga kini di NTT.

Karena masyarakat NTT mayoritas adalah petani, maka salah satu akar persoalan ini sejatinya terbenam liat dalam relasi sosial ekonomi dalam sektor pertanian yang menyebabkan hanya segelintir orang yang menikmati surplus pertanian di NTT. Kesenjangan kepemilikan tanah di NTT dan perampasan terus-menerus terhadap tanah masyarakat entah secara legal maupun ilegal oleh pemerintah, institusi adat, korporasi dan institusi swasta dan keagamaan merupakan akar terdalam dari perdagangan manusia NTT.

Karena persoalan relasi kekuasaan inilah yang menjadi akar persoalannya, maka perdagangan manusia hanya bisa diselesaikan jika ketimpangan relasi kekuasaan ini dipotong putus dengan upaya perbaikan struktural dalam relasi agraria di NTT.

Dengan demikian, kita hanya bisa berharap penuh dan sungguh-sungguh terhadap pemimpin baru NTT di masa yang akan datang. Bagaimana pun, NTT harus sesegara mungkin membenah diri terutama soal warga masyarakatnya yang menjadi TKI di luar negeri. (EC/MN)

Komentar

loading...
Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Ahok,25,Aktivis,1,Alam,2,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,216,Asmat,4,Asusila,5,Badung,7,Bali,95,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,12,BBM,1,Bencana Alam,1,Berita,2,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,40,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Camilian,1,Cerpen,135,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,434,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,21,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,E-KTP,4,Editorial,38,Edukasi,1,Ekonomi,5,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,5,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,3,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,1,Golkar,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,20,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,29,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,3,Internasional,14,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,2,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,2,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,222,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,1,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemanusiaan,65,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,4,Kepemudaan,130,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,13,KNPI,2,Komodo,5,Komunikasi,1,Komunitas,5,Korban,1,Korupsi,57,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,47,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,40,Lakalantas,8,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,1,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,14,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,35,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,79,Manggarai Barat,1,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,Narkoba,5,Nasional,222,Natal,19,Ngada,1,Novanto,1,Novel,15,NTT,105,Nyepi,2,Olahraga,10,Opini,331,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,21,Pariwisata,20,Partai Politik,23,Paskah,4,pelajar,1,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,Pencurian,2,Pendidikan,80,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,22,Peristiwa,790,Peritiwa,1,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,Pilgub,41,Pilkada,101,Pilpres 2019,2,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,59,Politikus,4,POLRI,6,Pristiwa,18,Prosa,1,PSK,1,Puisi,51,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,7,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,21,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,2,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,Somasi,1,Sosial,1,Sosok,3,Sospol,35,Start Up,1,Sumba,11,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,Tokoh,15,Tol Laut,1,Toleransi,2,traveling,4,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Satu Lagi Jenazah TKI Asal NTT Tiba di Kupang, Pemerintah Masih Tiru Gaya Pilatus!
Satu Lagi Jenazah TKI Asal NTT Tiba di Kupang, Pemerintah Masih Tiru Gaya Pilatus!
https://1.bp.blogspot.com/-M29YeJQzvgo/Wzme-E0GnSI/AAAAAAAABm4/oG9nLzAe_PkFp1IsAe7njyc4k0PKNC1dgCLcBGAs/s320/jenazah%2Btki%2Basal%2Bntt%2Bkris%2Bkolo%2Bmarjin.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-M29YeJQzvgo/Wzme-E0GnSI/AAAAAAAABm4/oG9nLzAe_PkFp1IsAe7njyc4k0PKNC1dgCLcBGAs/s72-c/jenazah%2Btki%2Basal%2Bntt%2Bkris%2Bkolo%2Bmarjin.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/07/satu-lagi-jenazah-tki-asal-ntt-tiba-di.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/07/satu-lagi-jenazah-tki-asal-ntt-tiba-di.html
true
971126874416220402
UTF-8
Tampilkan Semua Artikel Belum Ada Tulisan Lihat Semua Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Penulis Home Halaman Tulisan Lihat Semua Rekomendasi LABEL Arsip CARI Semua Tulisan Tidak Ditemukan Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy