$type=carousel$cols=3

PRAJURIT

Tidak ada memang kesempurnaan apalagi ketika berbicara tentang kebenaran, sebab sekalipun adil itu hanya sebuah kata ia tetap berjarak den...

Tidak ada memang kesempurnaan apalagi ketika berbicara tentang kebenaran, sebab sekalipun adil itu hanya sebuah kata ia tetap berjarak dengan kebenaran dan tidak akan pernah sempurna mencapainya (Foto: Dok. Pribadi)
Hari ini kami berdiskusi dengan seorang  prajurit. Baru hari ini dalam hidupku seorang prajurit kokoh mendengar semua pendapat-pendapat tajam kaum intelektual yang tabu dengan kemunafikan  yang santun. Tidak ada yang kami sembunyikan bahkan lurusnya pikiran seorang prajurit dalam menjalankan perintah kami pertanyakan. Sebenarnya untuk semua kata yang kami ucapkan dengan tajam sepertinya menyakitkan siapapun yang tidak terlatih untuk berpikir.

Sang prajurit meminta kami mencari solusi dari setiap persoalan yang kami ajukan. Alih-alih memberikan solusi ia malah menjadi bingung dengan gagasan yang kami utarakan. Prajurit memang dididik untuk menyelesaikan persoalan, namun kaum intelektual dilatih untuk memeriksa setiap persoalan dan mencurigai setiap penyelesaian.

Tidak ada memang kesempurnaan apalagi ketika berbicara tentang kebenaran, sebab sekalipun adil itu hanya sebuah kata ia tetap berjarak dengan kebenaran dan tidak akan pernah sempurna mencapainya.

Kami bisa saja membubarkan negara meski kami tidak benar-benar memperjuangkannya.Kami bisa duduk seharian berdebat dan berdiskusi, mencoba membangun asumsi demi asumsi, menyusun hipotesis lalu merobohkannya ketika kami harus menertawakan diri sendiri. Jika seharian kami telah merancang berdirinya sebuah negara maka dalam waktu sedetik kami akan meninggalkannya ketika kami bosan untuk memikirkannya.

Taat pada negara berarti perlu didasarkan pada kebebasan bukan karena kepatuhan yang dilandasi rasa takut kehilangan kemerdekaan.Negara wajib tunduk kepada kemerdekaan warganya hanya dengan demikian ia bisa mewujudkan kehendak warganya.

Inilah yang membuat kami terlihat remeh. Sekumpulan berandal yang tidak tertib dalam berpikir tapi sulit dipatahkan dalam setiap perdebatan.Kata -kata kami tajam tapi bukan untuk menusuk hanya sekedar basa basi yang juga akan terlupakan jika kami harus tidur dan terbangun dalam keadaan lapar.

Mengawali sebuah topik dengan sebuah pertanyaan mengundang perdebatan sengit bukan hanya dengan lawan bicara, lidah kami sendiri kami cerca jika gagap dalam menerjemahkan ide.Ya! bagi  negaraitu tidak lebih dari basa basi yang perlu untuk ditanggapi serius.

Prajurit taat dengan pimpinannya bukan berarti ia kehilangan kemerdekaannya. Dalam ketaatan itulah sebenarnya kemerdekaan warga dapat terjaga, kemerdekaan itu pikiran!. Kesadaran untuk bertindak secara mandiri dan juga berpikir mandiri lepas dari segala simbol yang berusaha membangun benteng. Ketaatan seorang prajurit membuat ia tidak lari dari kesatuannya, ketaatan itu pulalah yang akan membuat ia berlari ke garis pertahanan lawan dan bertempur.

Namun apa yang menjamin seorang prajurit merdeka?. Prajurit adalah warga negara yang terlatih untuk berperang. Ia dengan kebebasannya memilih untuk menjadi prajurit dan tidak kehilangan hak konstitusinya hanya karena ketaatan pada pimpinannya. Tidak ada yang hilang dalam dirinya bahkan oleh atasannyayang tertinggi sekalipun. Sebagai warga negara konstitusi menjamin kemerdekaan itu.

Prajurit hidup dalam keteraturan, hanya  dengan itu kebebasan keprajuritannya bisa dijamin, sebab jika ia bertindak liar dan taat dibawa nafsu kekuasaan ia bukan prajurit dan ia kehilangan makna keprajuritan itu.

Tapi satu hal yang unik, prajurit senang berbicara tentang hal mistis dan agama. Khusus ketika pembahasan kami tentang jiwa. Ia menerangkan bahwaada perbedaan antara roh dan jiwa. Roh adalah wada non materi yang mewadahi jiwa, sementara jiwa adalah percikanIlahi yang purwarupa dan hadir dalam raga manusia. Kata prajurit ia pernah mati, ia menonton raganya sendiri.

Aku meneguk susu coklat yang dalam gelas. Jeda untuk setiap tegukan membuat diskusimengalir tanpa ketegangan. Tidak ada yang keberatan gagasannya di bedah dengan metode pertanyaan dan perdebatan. Asap rokok mengepul berusaha memenuhi ruang hampa. Mata sang prajurit bergerak, terkadang menatap lurus penuh perhatian, bergerak ke atas pertanda dia sedang berpikir. Kami bangga ketika ada prajurit yang berpikir karena pikiranlah kehormatan terbesar bagi orang -orang merdeka.

Oleh: Stenly Jemparut

Komentar

loading...
Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,1,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,223,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,99,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Bencana Alam,2,Berita,3,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,41,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,140,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,22,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,5,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,3,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,1,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,43,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,3,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,238,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,2,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemanusiaan,67,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,137,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,58,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,54,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,41,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,14,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,36,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,84,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,6,Nasional,235,Natal,19,Ngada,4,Novanto,1,Novel,15,NTT,115,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,341,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,21,Pariwisata,24,Partai Politik,23,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,Pencurian,2,Pendidikan,87,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,851,Peritiwa,1,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,101,Pilpres 2019,21,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,80,Politikus,6,POLRI,6,Pristiwa,24,Prosa,1,PSK,1,Puisi,61,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,8,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,23,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,2,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,11,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,15,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,4,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: PRAJURIT
PRAJURIT
https://1.bp.blogspot.com/-aK7yu80V8WM/W1Nf03MaF6I/AAAAAAAABus/3ppaizVUVkAK034ylWVEG0vyMjxaVPRggCLcBGAs/s320/stenly%2Bjemparut%2Bmarjinnews.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-aK7yu80V8WM/W1Nf03MaF6I/AAAAAAAABus/3ppaizVUVkAK034ylWVEG0vyMjxaVPRggCLcBGAs/s72-c/stenly%2Bjemparut%2Bmarjinnews.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/07/prajurit.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/07/prajurit.html
true
971126874416220402
UTF-8
Tampilkan Semua Artikel Belum Ada Tulisan Lihat Semua Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Penulis Home Halaman Tulisan Lihat Semua Rekomendasi LABEL Arsip CARI Semua Tulisan Tidak Ditemukan Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy