Pendidikan: Pandangan dan Rekomendasi

Suasana diskusi rutin Forum Kajian Sint Lucas PMKRI Cabang Surabaya membahas konsep pendidikan menurut Paulo Freire pada Sabtu, (7/7) mala...

Suasana diskusi rutin Forum Kajian Sint Lucas PMKRI Cabang Surabaya membahas konsep pendidikan menurut Paulo Freire pada Sabtu, (7/7) malam. (Foto: PMKRI Cab. Surabaya)
Masalah pendidikan memang masih menjadi bahan diskursus yang tak lekang oleh waktu. Baik dari segi konsep hingga tahap implementasi. Beberapa hal yang paling gampang dilihat mengenai; infrastruktur, biaya sekolah, kurikulum, sampai kesempatan belajar yang masih kontroversial. 

Dalam melihat persoalan pendidikan yang ada, kita bisa merujuk pada pemikiran pedagog terkenal Brazil, Paulo Freire yang mengusung konsep pendidikan dengan metode dialogis. Pendidikan yang dimaksud tidak terbatas pada ruang kelas (pendidikan formal) yang kita kenal selama ini, tetapi lebih luas daripada itu.

Guru bukan hanya sarjana pendidikan yang mengajar di sekolah – maupun pengertian murid bukan hanya peserta didik yang mendaftar, membayar biaya sekolah dan bersekolah. Namun, setiap orang yang melaksanakan kegiatan belajar (mencari tahu, mengamati, menganalisis, mengkaji persoalan, menyebarluaskan pengetahuan) dapat disebut guru ataupun murid (pembelajar).

Guru dalam pandangan Freire adalah seorang katalisator. Melalui dirinya suasana dialog terjadi, baik pembahasan mengenai ilmu pengetahuan yang memerlukan kedisiplinan ilmiah hingga kejadian-kejadian dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, guru bukan sumber pengetahuan melainkan pembimbing (tutor) yang baik, inisiator yang setia, dan rekan (partner) dalam segala urusan.

Meskipun berbagai instrumen pendukung pendidikan telah dipersiapkan demi tujuan proses tersebut, ternyata tidak membawa dampak signifikan terhadap proses pembelajaran yang terjadi di sekolah. Sebagai contoh, “kurikulum 2013”. Nyatanya bukan obat manjur yang dapat memastikan untuk membuat murid lebih aktif daripada guru. Maka, kita bukan lagi berhadapan dengan instrumen pendidikan dan sarana-prasarana untuk mentransformasi pendidikan, melainkan kualitas guru yang patut diperbaharui.

Soal kurikulum dan metode pembelajaran di sekolah, membuat kita menyangsikan lembaga pendidikan yang ada selama ini. Ada realita bahwa sekolah hanya dipandang sebagai peningkatan strata sosial pribadi seseorang, bukan sejatinya sebuah proses pembebasan diri menuju manusia merdeka seperti yang dipikirkan Freire. Dengan bersekolah, seseorang akan menjadi sarjana (mendapatkan gelar), dapat bekerja di mana saja dan menuai hidup mapan.

Tentu, hal tersebut sangat berbeda dengan yang dipikirkan Freire pada masa itu, dan sayangnya anggapan tersebut masih berlaku umum di masyarakat. Freire lebih menekankan bahwa pendidikan adalah sebuah proses pembebasan – sebuah ruang demi kesadaran hidup bersama, demi kebaikan umum (common good).

Sekolah mencerminkan bahwa ada visi yang mau dikejar – dengan menerapkan fokus pembelajaran hanya pada aspek kognitif dan menafikan kecerdasan yang lain – yang tentu dapat dijadikan modal bagi kelangsungan hidup di masa depan. Namun, visi tersebut ternyata tidak sama sekali selaras dengan proses (metode) yang diterapkan di sekolah. 

Belum lagi, para sarjana/akademisi/ilmuwan (Profesor atau Doctor), tidak memiliki pengaruh (rekomendasi) terhadap kelangsungan hidup bersama sesuai dengan spesifikasi keilmuan yang digeluti. Maka tak jarang, jurnal-jurnal penelitian internasional lebih digandrungi untuk dijadikan bahan rujukan dalam penulisan karya ilmiah atau untuk mengentaskan masalah sosial. Sebab, para pakar di Indonesia kalah produktif daripada pakar luar negeri. Miris.
....
Beberapa hasil identifikasi masalah tersebut di atas, mengharuskan kita untuk mencari jalan keluar. Beberapa di antaranya; pertama, sebaiknya proses perekrutan guru tidak hanya berfokus pada lulusan sarjana keguruan/pendidikan, melainkan dilaksanakan secara terbuka – perlu dirancang sebuah metode perekrutan untuk menghasilkan kualitas guru yang mampu membimbing, menginisiasi, merangsang rasa ingin tahu peserta didik, agar proses pembelajaran betul-betul menjadi ruang eksplorasi informasi dan ilmu pengetahuan dan menemukan kemampuan peserta didik.

Kedua, para pakar/akademisi harus mempertanggungjawabkan profesionalitas keilmuan dengan melakukan penelitian dan menyebarluaskan hasil penelitian sehingga berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat – baik kajian/penelitian lapangan maupun kajian literatur.

Sumber:
Makalah “Paulo Freire: Pendidikan Kritis, Humanis, dan Membebaskan” Oleh Yeri Mahur.
Hasil Diskusi “Forum Kajian Sint Lucas PMKRI Cabang Surabaya-Sanctus Lucas”, Sabtu 7 Juli 2018.

Oleh: Gandy Bosco
Presidium Pendidikan dan Kaderisasi

COMMENTS

Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Agraria,1,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,3,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,230,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,100,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Bencana Alam,2,Berita,5,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,43,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,144,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,23,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,6,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,5,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,1,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,45,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,4,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,244,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,1,Kemanusiaan,68,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,143,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,58,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,56,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,42,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,15,lombok,1,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,39,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,86,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,7,Nasional,240,Natal,19,Ngada,5,Novanto,1,Novel,15,NTT,117,Nyepi,2,Olahraga,12,Opini,344,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,21,Pariwisata,24,Partai Politik,24,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,Pencurian,2,Pendidikan,88,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,864,Peritiwa,2,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,2,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,22,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,81,Politikus,6,POLRI,6,PP PMKRI,1,Pristiwa,26,Prosa,1,PSK,1,Puisi,65,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,10,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,23,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,12,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,6,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Pendidikan: Pandangan dan Rekomendasi
Pendidikan: Pandangan dan Rekomendasi
https://4.bp.blogspot.com/-GFbmH1nl4X4/W0do1CzrpgI/AAAAAAAABqQ/Yy0-ZfBOmhww9ZxSQgc5rdcxFjkVNXdzgCLcBGAs/s320/paulo%2Bfreire%2Bpmkri%2Bcabang%2Bsurabaya.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-GFbmH1nl4X4/W0do1CzrpgI/AAAAAAAABqQ/Yy0-ZfBOmhww9ZxSQgc5rdcxFjkVNXdzgCLcBGAs/s72-c/paulo%2Bfreire%2Bpmkri%2Bcabang%2Bsurabaya.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/07/pendidikan-pandangan-dan-rekomendasi.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/07/pendidikan-pandangan-dan-rekomendasi.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy