Merasa Ditindas, Ratusan Driver Taksi Online Turun Jalan Menuntut Keadilan

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Merasa Ditindas, Ratusan Driver Taksi Online Turun Jalan Menuntut Keadilan

MARJIN NEWS
13 July 2018

Driver ojek online menuntut beberapa kebijakan yang diduga menyimpang dari kesepakatan awal waktu mereka menjadi mitra kerja penyedia aplikasi (Foto: marjinnews.com)
Surabaya, marjinnews.com - Ratusan driver taksi dan ojek online yang tergabung dalam Jatim Online Bersatu (JOB) turun jalan, Jumat (13/7/2018).

Mereka menduduki Jalan Raya Gubernur Suryo depan Gedung Grahadi Surabaya untuk menuntut beberapa kebijakan yang diduga menyimpang dari kesepakatan awal waktu mereka menjadi mitra kerja penyedia aplikasi.

Berdasarkan data yang dihimpun marjinnews.com di lokasi unjuk rasa ada sekitar lima tuntutan utama JOB yaitu: meminta aplikator untuk menaikan tarif per kilo meter, menolak pembatasan taksi konvensional online, menolak aksi suspend terhadap driver yang tanpa sebab dan semena-mena, evaluasi sistem zonasi dan menolak monopoli koperasi.

Menurut Wiyanto (52) salah satu peserta aksi mengatakan bahwa selain beberapa tuntutan tersebut, hal yang tidak kalah penting menurutnya adalah tanggung jawab aplikator atas keselamatan para driver taksi online.

"Kami ini manusia. Beberapa kejadian yang menimpa rekan-rekan kami di beberapa daerah dan terutama di wilayah Jawa Timur sampai merenggang nyawa untuk melindung penumpang sepertinya tidak membuka mata hati aplikator untuk memberi kami perlindungan berupa asuransi atau sejenisnya" ujar lelaki yang sudah beruban itu kepada awak media.

Selain itu, Wiyanto dengan penuh kekecewaan mengatakan bahwa jika aplikator benar-benar telah mengabaikan kesejahteraan mitra kerja mereka yaitu para driver.

"Kami disini bekerja untuk membiayai keluarga kami. Biaya pendidikan makin mahal, harga sembako naik. Jika tarif per kilo meter tidak naik kami akan semakin jauh dari kata kesejahteraan yang dijanjikan waktu pertama kali bermitra dengan mereka" terang Wiyanto.

Dari pantauan marjinnews.com, sepanjang tepi Jalan Gubernur Suryo saat ini juga dipenuhi parkir mobil untuk taksi online dan motor ojek online.

Tampak driver dengan seragam kebesaran mereka terus beraksi. Ada Go-Jek dan Grab. Mereka menuntut penegakan regulasi dan kenaikan tarif.

"Hidup driver online. Mari kita berjuang bersama demi kesejahteraan kita," teriak mereka.
Massa ini membawa aneka spanduk untuk menyuarakan aspirasi mereka. Dengan mobil pengeras suara, perwakikan driver online itu bergantian berorasi.

Untuk diketahui ada sekitar 300 orang driver taksi online terlibat dalam aksi tersebut. Mereka berkumpul di empat titik sejak pukul 07.00 WIB di Puncak Permai, Jalan Arjuno, Kampus C Unair dan Frontage A. Yani.

Aksi yang rencananya akan berakhir pukul 16.00 WIB itu masih menunggu tanggapan dari pihak pemerintah soal tuntutan-tuntutan mereka. Hingga berita ini diturunkan, massa aksi memilih menutup jalan sebagai bentuk protes atas kebijakan yang dinilai menindas mereka itu. (AA/MN)