Lagu 'Cinta Beda Agama' Vicky Salamor, Haruskah Belajar Dari Mas Pur?
Cari Berita

Lagu 'Cinta Beda Agama' Vicky Salamor, Haruskah Belajar Dari Mas Pur?

19 July 2018

Mas Pur memberikan teladan bahwa kehidupan memang membuatmu getir, tapi ia harus dijalani dengan kepala tegak (Foto: Istimewa)
Vicky Salamor, seorang pemuda asal Ambon, Maluku menjadi favorit para milenial beberapa waktu belakangan lantaran lagunya berjudul 'Cinta Beda Agama' berhasil menggeser beberapa lagu lain di youtube karena pesannya menyentuh dan bahkan bagi sebagian orang membikin terharu.

Dilansir dari dinding facebooknya Vicky Salamor, diperoleh informasi bahwa ia tengah menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta angkatan tahun 2015. Alumni SMAN 5 Ambon ini melalui beberapa lagunya yang lain diketahui memiliki talenta luar biasa. Namun, kali ini penulis hanya akan membahas tentang makna dibalik 'Cinta Beda Agama' dari Nyong Ambon yang satu ini.

Bagi penulis, berbicara tentang cinta adalah sesuatu yang sudah sangat lumrah dan biasa-biasa saja jika kita mengekspresikannya dengan sungguh. Namun, ia akan menjadi tidak terdefinisikan ketika kultur, kepercayaan dan hal-hal paling fundamental lainnya masuk untuk turut ikut campur dalam menentukan hendak dibawa kemana rasa yang sudah dirajut itu.

Vicky Selamor jika ditilik dari lingkungan ia dibesarkan dan kemudian situasi ketika dia menciptakan lagu tersebut sepertinya tengah berada di ambang keraguan. Ambon yang dikenal mayoritas Kristen dan Yogyakarta dengan Islamnya yang taat membawa dia dan lawan (baca kekasih) dalam lagu tersebut ibarat tengah berada pada satu uang logam bernama cinta namun terpisah oleh dua sisi yang berbeda. Satu iya tetapi ketika diberi pilihan maka salah satunya harus dikorbankan.

Dalam kondisi seperti itulah ia tetap bersikukuh memperjuangkan cintanya yang jelas akan menemui hambatan dan jalan sangat terjal. Seorang kawan pernah memberikan sebuah narasi seperti ini: "Cinta kerap kali punya rupa yang sumbing, ia bopeng karena menyajikan narasi yang nyaris selalu sama. Dua orang jatuh cinta yang berharap bersama, lantas kemudian gagal, kepedihan itu dirasakan bersama. Keduanya tak pernah ingin berpisah, tapi nasib kerap kali lebih kejam dari tukang jagal. Setiap dari kita pernah merasa yang paling menderita, tapi siapa yang pernah benar-benar merasakan kehilangan?"

Dengan lagunya itu Vicky Selamor bagi penulis harus membuat satu lagu lagi untuk tidak membuat lebih banyak orang terpuruk dalam ambang kegalauan. Ia harus memberi klarifikasi tentang sejauh mana ia betul-betul menghayati makna cinta yang sesungguhnya. Jangan sampai kita mengarahkan dia untuk belajar dari Mas Pur.

Siapa itu Mas Pur?
Mas Pur adalah potret pemilik cerita terbalik dibanding sebuah tragedi yang dikisahkan dalam The Sorrows of Young Werther, pemuda Werther memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karena tak bisa bersama orang yang ia cintai. Novel yang ditulis oleh Johann Wolfgang von Goethe pada abad ke-18 itu menjadi primadona. Bahwa cinta yang tulus membuat seseorang tak lagi bisa hidup tanpa kekasihnya.

Tapi Mas Pur membuktikan bahwa hidup terlampau berharga untuk diakhiri karena masalah cinta. Mas Pur memberikan teladan bahwa kehidupan memang membuatmu getir, tapi ia harus dijalani dengan kepala tegak. Kita perlu sadar bahwa beberapa cinta tak bisa diselamatkan meski telah diperjuangkan dengan segenap usaha. Beberapa cinta tak akan bisa bersama dan hanya bisa dikenang dalam doa yang kita panjatkan diam-diam.

Vicky Salamor dengan 'Cinta Beda Agama'-nya memang berbeda konteks dengan perjalanan cinta Mas Pur yang dihalang restu orang tua dan kondisinya yang serba kekurangan. Namun, masalahnya hampir sama tergantung bagaimana mereka kemudian mampu memberi teladan kepada mereka-mereka lelaki yang lain dalam kondisi serupa.

Oleh: Andi Andur