KM Lestari Sengaja Dikandaskan, 11 Orang Meninggal Dunia: Ini Alasannya!
Cari Berita

KM Lestari Sengaja Dikandaskan, 11 Orang Meninggal Dunia: Ini Alasannya!

MARJIN NEWS
3 July 2018

"Kapal KM Lestari Maju tujuan Pamatata dinakhodai oleh Agus Susanto membawa 139 orang penumpang dikandaskan sekitar 300 meter dari Pantai Pabadilang, Selayar," ujarnya (Foto: BNPB)
Sulsel, marjinnews.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan bahwa kapal penyeberangan KM Lestari Maju sengaja dikandaskan, bukan tenggelam seperti informasi yang beredar sebelumnya. Kapal tersebut dikandaskan di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/7) siang, sekitar pukul 14.30 WITA.

"Laporan yang disampaikan dari Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Bulukumba disebutkan bahwa kapal tersebut kemasukan air karena cuaca buruk dan oleh Nakhoda kapal sengaja dikandaskan agar tidak tenggelam dan memudahkan evakuasi para penumpangnya," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo di Jakarta hari ini, Selasa (3/7).

"Kapal KM Lestari Maju tujuan Pamatata dinakhodai oleh Agus Susanto membawa 139 orang penumpang dikandaskan sekitar 300 meter dari Pantai Pabadilang, Selayar," ujarnya.

Saat ini proses evakuasi terus dilakukan oleh kapal-kapal nelayan dan tim evakuasi dari Basarnas. Sebagian penumpang sudah berhasil dievakuasi sedangkan sebagian lagi masih di atas kapal.

"Sementara itu, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) Surabaya mengerahkan 1 unit kapal patroli KNP. Chundamani untuk membantu evakuasi penumpang yang tersisa," kata Agus.

Adapun kapal KM Lestari Maju tersebut membawa kendaraan roda dua sebanyak 18 unit, kendaraan roda empat sebanyak 14 unit, kendaraan golongan 5 sebanyak 8 unit dan kendaraan golongan 6 sebanyak 8 unit dengan jumlah total seluruhnya 48 unit kendaraan.

"Seluruh penumpang telah mengenakan jaket keselamatan (life jacket) serta telah mengikuti prosedur keselamatan di atas kapal dengan panduan dari Nakhoda dibantu kru kapal," ujar Agus.

Sebagai informasi, Kapal KM Lestari Maju merupakan Kapal jenis Ro-Ro yang melayani lintas penyeberangan Bira - Pamatata.

Kapal dengan panjang 48.48 meter dan lebar 16.50 meter serta berat GT. 1519 berbahan dasar baja memiliki jumlah geladak 1 buah dan jumlah baling-baling 2 buah serta daya mesin sebesar 650 HP.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Selayar M Basri Ali mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, korban KM Lestari Maju yang dinyatakan meninggal dunia sebanyak 11 orang.

"Sejauh ini sudah ada 11 orang yang meninggal," ujar Basri dalam wawancara bersama CNN Indonesia, Selasa (3/7).

Basri menjelaskan korban meninggal diduga karena panik dan melompat dari kapal dan tidak menggunakan life jacket atau pelampung.

"Kebanyakan penumpang dia lompat, dia panik, nah dia dibawa arus, karena arus kencang," ujar dia.

Basri menyebutkan dari 11 korban yang meninggal dunia, di antaranya terdapat anak-anak. Namun jumlah pastinya belum dapat dipastikan, mengingat jumlah korban masih didata dan proses evakuasi.

"Ada (anak-anak meninggal) kurang jelas, tapi ada anak-anak," ujar dia.

Meski dalam berbagai media sosial terlihat banyak penumpang menggunakan pelampung, namun Basri menyebutkan, ada juga penumpang yang tidak memakai pelampung.

"Kami dapat informasi tidak semua memakai pelampung," kata dia. (EC/MN)