Hadiri Pelantikan KNPI Jatim, Menpora Siapkan Rumah dan Rp 1,5 M Uang untuk Peraih Medali Asian Games 2018
Cari Berita

Hadiri Pelantikan KNPI Jatim, Menpora Siapkan Rumah dan Rp 1,5 M Uang untuk Peraih Medali Asian Games 2018

22 July 2018

"Rumah juga sudah di depan mata bagi peraih emas dan perak. Untuk pelatih nanti jangan khawatir juga akan ada bonus sendiri," terangnya. (Foto: AA/MN)
Surabaya, marjinnews.com - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DPD Jawa Timur resmi melantik pengurusnya pada Sabtu (21/7/2018). Di tengah dualisme KNPI tingkat pusat maupun daerah Jawa Timur sendiri, Mochamad Nur Arifin ketua terpilih berdasarkan hasil Musyawarah Daerah XIII Trenggalek akhirnya dilantik bersama puluhan pengurus baru KNPI periode 2018-2021 di JX Convention Hall, Surabaya.

"Kita jangan hanya fokus mempersoalkan dualisme KNPI. Coba kita fokus untuk mempersiapkan diri jelang Asian Games yang akan datang. Kami dari KNPI telah berkomitmen untuk mendukung acara ini sampai selesai" ujar pemecah rekor MURI sebagai wakil bupati termuda Indonesia tahun 2015 itu.

Sebelumnya, dalam sambutan pembukaan pria yang akrab disapa Cak Ipin itu menjelaskan bahwa bonus demografi di Jawa Timur lebih cepat dibandingakan dengan prediksi tentang hal serupa yang katanya terjadi pada tahun 2030. Menurutnya, bonus demografi Jawa Timur akan berpuncak pada tahun 2019 mendatang.

"Kita sebagai anak muda terutama teman-teman yang sudah dilantik menjadi Pengurus DPD KNPI Jatim harus bisa membaca peluang-peluang itu untuk kemajuan Jatim dan Indonesia. Tugas besar kita dalam waktu dekat adalah menyukseskan Asian Games ini dengan cara kita masing-masing" ujar Cak Ipin.

Selain melaksanakan acara pelantikan yang dihadiri oleh beberapa Pengurus Pusat KNPI, Kapolda Jawa Timur, Gubernur Karwo, dan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi itu juga melakukan serangkaian acara seremonial Count Down (hitung mundur) Asian Games ke-18 Jakarta-Palembang yang ditandai dengan menggiring bola raksasa berdiameter tiga meter.

Bola itu diarak oleh sekitar 500 siswa SMA/SMK dari 20 sekolah swasta di Surabaya yang dimulai dari Frontage road timur Jalan Ahmad Yani menuju Jatim Expo dengan berjalan kaki diiringi dengan marching band. Sepanjang jalan Frontage pun ditutup. Para pengendara dialihkan ke Jalan Protokol Ahmad Yani dan Jalan perkampungan Wonocolo.

Di Jatim Expo, telah tiba Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi, ia dijadwalkan memimpin langsung countdown Asian Games 2018 dengan ditandai pemanahan pada bagian banner hitung mundur oleh atlet panahan Asian Games asal Jawa Timur, Dellie Threesyandinda.

Setelah countdown, Menpora Imam Nahrawi menyaksikan pelantikan kepengurusan DPD KNPI Jatim periode 2018-2021 pimpinan M Nur Arifin.

"Bagi saya, acara ini penting karena ada sosialisasi Asian Games. Kita harus terlibat paling tidak mendoakan para atlet yang sedang berusaha sekuat hati bagi Indonesia," ujar Imam.

Imam Nahrawi juga mengharapkan KNPI dapat bekerja bersama. Seperti dalam sambutannya ia menjelaskan bahwa pilihan politik selama ini boleh berbeda, bendera juga boleh berbeda, apapun boleh berbeda namun Asian Games harusnya menjadi pemersatu hubungan yang retak akibat berbagai macam faktor selama ini.

"Semoga dapat mengakomodasi semua warga golongan bersatu padu dalam wajah KNPI," harapnya.

Ketika ditanya tentang bentuk dukungan dari pemerintah terhadap atlet-atlet yang menjadi bagian dari kontingen Indonesia dalam helat akbar Asian Games 2018, Imam menegaskan bahwa pihaknya telah menyediakan uang sebesar Rp 1,5 miliar untuk atlet peraih medali emas.

"1,5 miliar itu untuk individu. Kalau ganda dan tim nanti akan ada hitungannya tersendiri" ujarnya.

Selain uang, ia juga akan memberikan rumah bagi peraih medali emas dan perak.

"Rumah juga sudah di depan mata bagi peraih emas dan perak. Untuk pelatih nanti jangan khawatir juga akan ada bonus sendiri," terangnya.

Imam menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sudah sangat siap menghadapi datangnya perlombaan terbesar se-Asia ini. "Saya sudah gak sabar. Tinggal tunggu tanggal 18 Agustus datang," ujarnya.

Imam mengatakan para atlet-atlet saat ini sedang berusaha sekuat hati bagi Indonesia. Banyak atlet yang berasal dari Jawa Timur.

"Saya mohon dukunglah mereka, kalau perlu dalam salat kita sebutkan agar kita menang banyak. Panitianya pun juga harus kuat," pungkasnya. (AA/MN)