Gelper Bernuansa Judi di Kota Batam Melibatkan Anak-anak, Ketua FUI MUI Batam Angkat Bicara
Cari Berita

Gelper Bernuansa Judi di Kota Batam Melibatkan Anak-anak, Ketua FUI MUI Batam Angkat Bicara

MARJIN NEWS
4 July 2018

Ketua Forum Ulama Indonesia Majelis Ulama Indonesia Batam (FUI-MUI Batam), Didi Suryadi. (Foto:Marjinnews)

Batam, marjinnews.com - Gelper yang bernuansa judi kerap mengalami situasi buka tutup di kota Batam belakang ini semakin marak bagaikan jamur di musim hujan.


Gelper yang bernuansa judi bersentuhan langsung dengan anak-anak karena berlokasi di Mall berkedok "TIME ZONE".

Dari pantauan marjinnews.com di area E-Zone Gelper Mitra Mall lantai 2  banyak anak-anak yang bermain dan sudah mengetahui peraturan main hingga proses penukaran hadiah menjadi uang.

Pemain dapat membeli koin seharga Rp 1.000/keping untuk modal bermain setelah menang para pemain dapat menukarkan dengan satu slop rokok sempurna sebanyak 210 keping koin.

"Satu slop rokok sempurna yang telah ditukarkan dengan koin 210 keping dapat ditukarkan kembali menjadi uang sebesar Rp 185.000", terang seorang pemain yang masih berumur 15 tahun enggan namanya disebutkan kepada marjinnews.com.

"Semua aturan tersebut dari membeli koin hingga penukaran rokok sudah sangat dipahaminya karena sudah dijalani selama 3 minggu" terangnya.

Situasi yang sama juga terpantau saat awak media marjinnews.com berkunjung di area Dunia Fantasi lantai 2 Nagoya samping Bioskop XXI bahwa terdapat anak-anak yang ikutan bermain gelper yang bernuansa judi tersebut.

Peraturan permainan di area Gelper Dunia Fantasi lantai 2 tidak jauh berbeda dengan aturan di E-Zone Mitra Mall lantai 2 hanya menjadi pembedanya 1 rokok dihargai sebesar Rp 190.000.

Melihat maraknya Gelper bernuansa judi di kota Batam membuat Ketua Forum Ulama Indonesia Majelis Ulama Indonesia Batam (FUI-MUI Batam), Didi Suryadi pun angkat bicara. Menurutnya Polri harus sesegera mungkin mengusut kasus yang meresahkan itu.

"Kami meminta agarPolri segera menertibkan seluruh aktivitas Gelper bernuansa judi di kota Bata" tegas Didi Suryadi kepada marjinnews.com pada Rabu (4/7/2018).

"Perlu diketahui judi itu merusak mental bangsa, jangan sampai generasi bangsa ini memiliki mental judi yg selalu mengadu nasib dg menunggu keajaiban harus ditindak tegas, diberantas dan ditutup" ungkap Didi Suryadi.

Dalam ajaran agama Islam menurut Didi itu sangat mengharamkan judi karena judi sangat merusak mental dan menghancurkan masa depan bangsa ke depan. Apalagi identiknya Gelper bernuansa judi sngat digandrungi para generasi muda yang merupakan penerus bangsa sebagai harapan masa depan, kalau sudah dicekoki dengan judi, maka generasi ini akan menjadi pemalas yang hanya menunggu keajaiban dan mengadu nasib melalui keberuntungan.

"Pemerintah Kota Batam sebagai pemberi ijin harus memiliki komitmen yang tinggi dan memberikan sangsi yang tegas untuk melakukan penertiban, jikalau perlu cabut izinnya" papar Didi Suryadi.

Perlu ditegaskan judi ini sangat merusak moral bangsa dan pemerintah sebagai pemberi izin jangan main-main karena Gelper bernuansa judi serta Pemerintah Kota Batam jangan menutup-nutupin kalau sebenarnya gelper itu judi. 

"Jangan karena ingin mendapatkan Pendapat Asli Daerah (PAD) moral anak bangsa digadaikan oleh Pemerintah Kota Batam. Tolong Pemerintah Kota Batam harus lebih bijaksana dalam mengambil keputusan demi mendapatkan PAD Batam" lanjutnya.

Melalui undang-undang pemerintah juga melarang segala aktivitas perjudian baik Gelper yang bernuansa judi di kota Batam, Islam memandangnya sebagai perbuatan FAHISYAH (kemaksiatan yang keji). 

"Ingat ancaman Allah dalam Hadits 
Kudsi, Allah berfirman, Rasulullah bersabda: Apabila telah berkecamuk kemaksiatan, tunggu saat-saat kehancuran" tutup Ketua FUI-MUI Batam itu. (JP/MN)