Dituduh Melakukan Konspirasi dengan Investor Soal TNK, Ini Tanggapan Bupati Mabar

Ia juga menambahkan bahwasannya ada mekanisme yang harus dilewati sesuai prosedur dan peraturan perundangan yang berlaku. (Foto: Istimewa)
Labuan Bajo, marjinnews.com -  Menanggapi tuduhan yang arahkan kepada Pemerintah Daerah Manggarai Barat dan pihak pengelolah Taman Nasional Komodo (TNK) oleh Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata Manggarai Barat (Formapp Mabar) yang menolak dengan keras pembangunan tempat istirahat (rest area) dan restoran di dalam zona konservasi Taman Nasional Komodo (TNK) di Pulau Rinca atau Loh Buaya oleh PT. Segara Lestari Komodo, Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch. Dulla angkat bicara.

Menurutnya bahwa ada zona tertentu di TNK yang diperbolehkan untuk membangun sarana dan prasarana penunjang kemajuan pariwisata di Manggarai Barat. Bupati yang akrab disapa Gusti Dulla itu menekankan bahwa ada regulasi khusus yang mengatur itu semua.

"Ada zona-zona dari Zonasi di TNK yang sangat diperhatikan berdasarkan klasifikasi yang ditetapkan aturan atau regulasi demi pelestarian alam" terang Dulla.

"Ada zona inti ada zona penyanggah ada zona pemanfaatan. Yang tidak boleh disentuh oleh pembangunan adalah zona inti dan penyanggah. Sedangkan zona pemanfaatan dapat dibangun fasilitas yang selaras dg potensi pariwisata. Dan ada regulasinya" kata Agustinus kepada marjinnews.com pada Sabtu (28/7/2018) malam.

Senada dengan Bupati Manggarai barat, Kepala Taman Nasional Komodo Budy Kurniawan mengatakan kepada marjinnews.com bahwa semua yang tengah dilakukan di TNK tidak semerta-merta terjadi begitu saja. Ada prosesnya sesuai dengan regulasi yang ada.

"Semua tidak serta merta, ada prosesnya" kata Budy

Ia juga menambahkan bahwasannya ada mekanisme yang harus dilewati sesuai prosedur dan peraturan perundangan yang berlaku.

"Semua sesuai mekanisme peraturan yang berlaku Pak" tutup Budy.

Adapun tuduhan yang dimaksud adalah pernyataan dari Rafael Todowela, ketua Formapp Mabar di breakingnews.co.id yang mengaku bahwa pihaknya telah mencatat beberapa ironi keberadaan kawasan TNK untuk masyarakat pulau. Menurut Rafael dalam berita tersebut menyatakan bahwa bukti terjadinya tumpang tindih dalam pengelolaan TNK itu dimulaii dari peraturan UU No. 5 tahun 1990 tentang konservasi dan taman nasional komodo sebagai kawasan yang dilindungi yang ditindis oleh peraturan lain yang menyimpang jauh dari UU Konservasi pasal 19, 21 dan 33.

"Perizinan yang dikeluarkan oleh badan penanaman modal merupakan bentuk konspirasi antara pengusaha dan penguasa," katanya seperti dilansir breakingnews.co.id pada Sabtu (28/7/2018).

Dikatakan Rafael, surat pengumuman yang dikeluarkan oleh Kepala Balai TNK sangat bertentangan SK Badan Koordinasi Penanaman Modal. Kepala Badan TNK melakukan onani dengan SK yang dikeluarkan pada tahun 2018.

Bupati mabar, Agustinus Ch.Dulla pun kata Rafael diduga kuat berkonspirasi dalam pemberian izin kepada investor PT. Segara komodo Lestari yang mengerjakan proyek di pulau Rinca dalam areal 21, 1 ha.

"Peraturan-peraturan hukum yang di buat hanya produk hukum yang melindungi kepentingan kapitalist dan mengabaikan sisi keadilan sosial dan pemeliharaan lingkungan dan habitat binatang komodo," jelasnya.

Sementara itu kata Rafael, peraturan dan perizinan yang di keluarkan oleh pemerintah adalah bagian daripada mendukung pengerusakan alam di taman nasional Komodo dan merupakan bibit konflik antara masyarakat dengan pemerintah (konflik vertikal).

"Pemerintah mengencingi peraturan yang di buat sendiri dengan memberikan izin kepada investor mengelolah kawasan konservasi Tn. komodo kususnya pulau Rinca oleh PT. Segara Komodo Lestari," tegasnya.

Sementara itu kata Rafael, Pemerintah lebih pro kepada investor daripada melindungi binatang komodo dan ekosistemnya dari ancaman dan kepunahan akibat aktivitas manusia.

Rafael menambahkan, Pemerintah menelantarkan masyarakat pulau dengan tidak memperhatikan hak ekonomi dasarnya, namun lebih mementingkan investor dan perolehan penambahaan devisa negara dari pajak usaha.

"Pemerintah menghadirkan konflik besar di antara masyarakat pelaku pariwisata, masyarakat nelayan dan semua elemen masyarakat yang peduli kawasan konservasi TNK," tukasnya.

Adapun Formap Mabar dilansir berita tersebut menjelaskan bahwa mereka akan sangat mendukung jika Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat membubarkan PT. Segara Komodo Lestari dari Pulau Rinca atau Loh Buaya. (EC/BN/MN)

COMMENTS

PUISI$type=carousel$sn=0$cols=3$va=0$count=5

POJOK REDAKSI$type=grid$count=3$m=0$sn=0$rm=0

Name

Artikel,140,Bali,116,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,157,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,180,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,568,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,36,Ekonomi,6,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,3,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,26,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,60,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,15,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,274,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,156,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,61,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,5,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,112,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,59,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,286,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,233,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,411,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,18,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,peradilan,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1105,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,36,Polisi,25,politik,90,Politikus,7,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,86,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,20,Sospol,40,Start Up,1,Suara Muda,61,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,45,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,18,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,10,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,5,Wisuda,1,WNA,1,Yulius Benyamin Seran,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Dituduh Melakukan Konspirasi dengan Investor Soal TNK, Ini Tanggapan Bupati Mabar
Dituduh Melakukan Konspirasi dengan Investor Soal TNK, Ini Tanggapan Bupati Mabar
https://1.bp.blogspot.com/--m8P32WXVfM/W1yNACmjS5I/AAAAAAAAByw/lwNFtbNW1-knldNA_qLn2bloeoLhAEZBgCLcBGAs/s320/ganggu-ekosistem-formapp-mabar-tolak-bangun-restoran-di-taman-nasional-komodo.jpg
https://1.bp.blogspot.com/--m8P32WXVfM/W1yNACmjS5I/AAAAAAAAByw/lwNFtbNW1-knldNA_qLn2bloeoLhAEZBgCLcBGAs/s72-c/ganggu-ekosistem-formapp-mabar-tolak-bangun-restoran-di-taman-nasional-komodo.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2018/07/dituduh-melakukan-konspirasi-dengan.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/07/dituduh-melakukan-konspirasi-dengan.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close