Ambiguitas Revitalisasi Pertanian Lahan Kering

Kabarnya pemerintah pusat melalui kementerian pertanian RI akan mengubah fokus  perhatian pertanian di NTT pada lahan kering akhir 2018. (Foto: Dok. pribadi)
Para pakar mendefinisikan pertanian lahan kering maupun sistem pertanian lahan kering secara berbeda-beda tergantung dari sudut pandang masing-masing pengamat. Dalam tesis ini lebih menyoroti seputar pertanian lahan kering dari sudut pandang keterbatasan pasokan air karena tidak di dukung jaringan irigasi (unirigated land) dan peranan pemerintah dalam upaya peningkatatan kesejahteraan masyarakat (petani).

Kabarnya pemerintah pusat melalui kementerian pertanian RI akan mengubah fokus  perhatian pertanian di NTT pada lahan kering akhir 2018. Pasalnya, berdasarkan rapat evaluasi  di kementerian pertanian akhir 2016, banyak permintaan dari daerah termasuk dari Kabupaten Sikka mengingat luas lahan kering lebih banyak ketimbang lahan basah. Di harapkan dengan bergesernya perhatian pemerintah pada lahan kering dapat meningkatkan produksi jagung dan padi di Kabupaten Sikka. (cendananews).

Hemat Saya,  dengan bergesernya perhatian pemerintah dan semakin tingginya pagu indikatif di sektor pertanian tidak serta-merta langsung meningkatkan kesejahteraan petani selagi pola pembangunan masih menggunakan gaya ortodoks yang mementingkan perbaikan teknis dari satu masalah teknis. 

Pola pembangunan semestinya terfokus pada potensi strategis. Namun realitanya pembangunan jaringan irigasi tidak lagi berorintasikan pada hasil. Tolak ukur sebuah keberhasilan program di nilai dari sejauh mana anggaran dapat terserap bukan pada sejauh mana program memberikan efek manfaat secara signifikan bagi masyaratkat (petani). Contohnya sumur irigasi yang kehilangan fungsi kemudian dijadikan kandang sapi, juga tentang pembangunan embung desa yang mulanya bertujuan untuk meyupllay air ke lahan pertanian, kini hanya menjadi genangan air tempat bermain para wisatawan cilik.

Misalnya salah satu embung yang dibangun di area desa Watuliwung Kabupaten Sikka. Proyek pembangunan embung yang berasal dari APBN dengan nominal yang cukup besar tersebut terkesan memaksakan. Terlihat bahwa pembangunan embung tersebut dilaksankan tanpa didasari kajian secara holistik dari team perencanaan terkait faktor pendukung dalam mengoptimalisasikan fungsinya. Mirisnya, pelaksaan tetap dijalankan dengan menghabiskan anggaran yang begitu besar namun dampak dari hasil pembangunan tersebut nyaris tidak dirasakan sebagaimana mestinya.

Sementara di tempat yang berbeda, masih dari desa yang sama, jaringan irigasi sumur bor yang terpasang  justru terbengkalai. Pemanfaatan aset yang ada kerap tidak terkontrol dengan secara rutin hingga mengakibatkan banyak jaringan pipanisasi yang rusak, bahkan mesin pemompa air pun raib.

Memang ironis tetapi begitulah adanya. Segala sesuatunya tidak lagi berjalan pada poros yang benar, sebab esensi program masih jauh dari sasaran. Kebijakan hadir tanpa mengedepankan kebutuhan secara substansial kemudian melahirkan program yang berjalan sekedar menghabiskan sisa anggaran. Pembangunan menjadi sentimen etnisitas. Alhasil, progresivitas pembangunan di bidang pertanian mengalami sopradis.

Kembali ke titik masalah, pada prinsipnya fokus utama dalam manajemen pengairan adalah meningkatkan infiltrasi dan menghambat evapotranspirasi sehingga limpasan air yang jatuh pada presipitasi dapat di manfaatkan dengan semaksimal mungkin. Dalam mengatasi keterbatasan air tidak semata-mata pendekatan yang di bangun hanya dengan pengadaan sarana irigasi, inilah yang di katakan pola pembangunan gaya ortodoks. Dalam mengelola supply air tanah untuk pertanian lahan kering,  haruslah di lihat dari persepsi potensi strategisnya dengan mensubsitusikan komoditi pertanian yang resisten kekeringan misalnya.

Sebagai mahasiswa yang berkecimpung dalam basic ilmu pertanian sekaligus pelaku utama yang turut peduli terhadap pembangunan di sektor pertanian, berdasarkan uraian masalah di atas maka Saya sungguh mengharapkan pemerintah terkait perlu mengkaji ulang sejauh mana program-program yang telah terealisasikan dapat bermanfaat bagi masyarakat akar rumput sebelum membuat program baru, agar pembangunan yang telah dikerjakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan serta memberikan dampak yang baik terhadap masyarakat (petani).

Oleh: Krissologus Dami, Agroteknologi, Fak. Pertanian, Universitas Nusa Nipa

COMMENTS

PUISI$type=carousel$sn=0$cols=3$va=0$count=5

POJOK REDAKSI$type=grid$count=3$m=0$sn=0$rm=0

Name

Artikel,140,Bali,115,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,154,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,180,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,567,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,36,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,3,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,26,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,59,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,15,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,276,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,156,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,5,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,112,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,60,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,287,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,239,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,414,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,19,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1113,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,36,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,87,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,19,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,64,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,46,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,10,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,5,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Ambiguitas Revitalisasi Pertanian Lahan Kering
Ambiguitas Revitalisasi Pertanian Lahan Kering
https://4.bp.blogspot.com/-r07V9OyOy5k/W1rFPTHh-cI/AAAAAAAABxs/NoWG_tbxoJEEBGBgRaelMoXiFSNDMvECQCLcBGAs/s320/IMG-20180726-WA0026.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-r07V9OyOy5k/W1rFPTHh-cI/AAAAAAAABxs/NoWG_tbxoJEEBGBgRaelMoXiFSNDMvECQCLcBGAs/s72-c/IMG-20180726-WA0026.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2018/07/ambiguitas-revitalisasi-pertanian-lahan.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/07/ambiguitas-revitalisasi-pertanian-lahan.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close