WNA Asal Prancis Ditangkap Karena Menanam Ganja di Labuan Bajo
Cari Berita

WNA Asal Prancis Ditangkap Karena Menanam Ganja di Labuan Bajo

MARJIN NEWS
5 June 2018

"Dua orang WNA itu sudah kita tangkap dan sedang lakukan pemeriksaan untuk mengetahui peran keduanya," ucap Julisa (Foto: Ilustrasi)
Labuan Bajo, marjinnews.com - Kabar mengejutkan datang dari Labuan Bajo pada Selasa (5/6) petang. Pasalnya Dua orang warga negara asing (WNA) berkebangsaan Perancis, ditangkap aparat Kepolisian Resor Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) karena kedapatan menanam ganja di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Dua orang WNA itu berinisial V alias L (30) dan I (23). Dilansir kompas.com Kapolres Manggarai Barat AKBP Julisa Kusumowardono mengatakan, keduanya telah diamankan dan saat ini menjalani pemeriksaan intensif di markas Polres Manggarai Barat.

"Dua orang WNA itu sudah kita tangkap dan sedang lakukan pemeriksaan untuk mengetahui peran keduanya," ucap Julisa pada Selasa (5/6/2018) malam.

Adapun barang bukti yang sita pihak kepolisian yaitu satu pohon ganja yang ditanam di sebuah pot berwarna hitam. Kemudian 10 biji ganja yang disimpan dalam plastik bening dan lima kemasan kaleng berwarna hitam dengan merk dinafem, masing-masing berisi satu biji ganja.

Pemerintah Harus Bertanggungjawab

Kasus yang baru saja terungkap di Manggarai Barat ini merupakan pukulan telak bagi pemerintah. Menurut Mus Suasa (45) warga Labuan Bajo, Manggarai Barat mengatakan bahwa kondisi seperti sekarang ini sudah seharusnya diantisipasi sejak awal oleh pemerintah apalagi Labuan Bajo adalah pintu masuk bagian barat Flores yang sangat strategis.

"Bagaimana pun para wisatawan asing yang masuk ke Labuan Bajo sudah seharusnya steril dari bahan-bahan berbahaya yang mengancam masa depan masyarakat, termasuk narkoba" kata Mus kepada marjinnews.com pada Selasa (5/6) malam.

"Barang bukti yang disita pihak kepolisian menjadi cermin bahwa BNN Kabupaten Manggarai Barat belum bekerja maksimal mensosialisasikan bahaya narkoba kepada masyarakat atau minimal memberitahukan seperti apa model tanaman-tanaman jenis narkoba untuk bisa diantisipasi secara bersama-sama" lanjutnya.

Adapun Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch. Dula masih belum menjawab pesan kami sampai berita ini diturunkan. (EC/MN)