Teka-teki Silang untuk Tania

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Teka-teki Silang untuk Tania

MARJIN NEWS
21 June 2018

Aku masih ingat, masih sangat ingat bahwa aku pernah berjanji kepadamu jika suatu saat aku meninggalkanmu untuk selamanya, percayalah aku akan mengirimkan jodoh yang baik untuk dirimu (Foto: Istimewa)
Kesedihan masih menyelimuti Tania saat dirinya ditinggal pergi oleh Fari. Hari-harinya hanya dilalui dengan air mata ketika kenangan manis mereka berdua mengganggunya. Para sahabat  datang dan pergi untuk menghiburnya tapi pulang dengan kepala menunduk.

“Bagaimana keadaannya?” tanya ibu Tania.
Soni hanya mengggeleng karena belum bisa membujuk Tania.

Ibu Tania hanya bisa berdoa melihat kondisi anaknya yang telah menyendiri sejak kematian Fari pacaranya. Sudah hampir 3 tahun mereka pacaran dan kedua orang tua mereka pun sangat merestui hubungan mereka.

“Tania, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu” kata ibu Tania. Tak ada kata yang keluar dari mulut Tania, melihat hal itu ibunya pun pergi.

Beberapa saat kemudian seorang anak kecil masuk dan mendekati Tania.

“Semua bisa berkata apa saja yang mereka suka dan yang mereka mau, terkecuali aku! Aku hanya terpuruk dalam masa depan suram ku, dan masa lalu ku yang tak dapat aku raih lagi. Ketika kaki ini mulai melangkah tak tentu arah pandang dan tujuan, menahan semua luka jiwa” kata gadis kecil itu yang tak lain adalah Yolan adik dari Fari. Dia adalah bukti nyata keindahan cinta dari Tania dan fari. Hampir setiap kesempatan Yolan ikut bersama Fari saat menemui Tania. Mendengar hal iu, Tania pun memeluk Yolan.

“Bukan kaka saja yang merasa sedih dan kesepian karena kepergian kaka Fari, tetapi aku juga. Aku rindu cerita lucunya, aku rindu tingkah anehnya dan aku rindu kehadirannya. Tapi saat sebelum kaka meninggal dia menitipkan ini untuk kaka Tania” kata Yolan sambil memberikan sebuah bungkusan untuk Tania.

Hari-hari berikutnya Tania tak lagi menangis. Sebuah buku dari yang ditulis Fari telah mengubah hari-harinya. Begitu banyak cerita lucu yang dia tulis untuk kekasihnya itu. Kadang Tania tertawa sendiri ketika melihat sebuah foto Fari bersama seekor monyet lalu menuliskan kalimat “pacarmu yang mana?”. Ya, Fari memang humoris. Setiap hari saat bersama Tania dulu, Fari selalu menghadirkan tawa pada diri Tania.

Dua bulan Tania tak lagi merasa sedih karena kehilangan sosok Fari. Buku telah menghadirkan sosok Fari kembali dalam kehidupan tania. Hingga pada suatu hari Tania membaca sebuah tulisan.

“Tania, terima kasih karena kamu telah membaca tulisan jelekku sampai saat ini. Kamu tahu, saat ini aku telah pergi jauh dari dirimu. Aku harap kamu berdoa untukku karena mungkin aku masuk neraka lantaran dosa-dosaku selama hidup atau mungkin Tuhan berbaik hari mengijinkanku masuk tetapi menjadi pelayan. Aku masih ingat, masih sangat ingat bahwa aku pernah berjanji kepadamu jika suatu saat aku meninggalkanmu untuk selamanya, percayalah aku akan mengirimkan jodoh yang baik untuk dirimu. Dan mulai hari ini kita akan mencari sama-sama jodohmu lewat teka-teki silang yang sudah ku susun ini”

Hati Tania penuh dengan rasa penasaran sekalus tertawa melihat pesan dari Fari. Dibukanya lembar keberikut dan kolom teka-teki silang telah menunggunya.

Dengan judul Perjalan Mencari Pacar Tania, buku itu hanya mempunyai lima pertanyaan.
Tempat ternyaman untuk Tania?. Itu adalah pertanyaan pertama dari teka-teki yang ditulis Fari. Begitu banyak kosa kata yang ada dalam kepala Tania tetapi tak ada satu kata pun yang cocok dengan jumlah kotak yang disediakan.

Dalam kebingungan Tania kembali mengingat momen saat Fari menasihatinya lantaran ia meninggalkan rumah karena sedang bertengkar dengan ibunya. Rumah, itu kata pertama yang berhasil ditemukan Tania. Benda apa yang pernah Tania lemparkan ke saya?. Saat setelah membaca pertanyaa ini tania senyum sendiri.

Dia masih ingat begitu banyak benda yang ia lempar ke Fari mulai dari kue, kertas, sendal dan masih banyak lagi. Semua itu sering dia lakukan ketika Fari membuatnya kecewa. Tapi ada satu benda yang paling Tania ingat saat dirinya melempar Fari. Ember, itu kata kedua yang berhasil Tania temukan.

Pertanyaan berikutnya tak terlalu sulit untuk Tania. Senyum tergambar jelas dari wajahnya ketika mengisi kolom-kolom itu. Hingga pada saat pertanyaan terakhir Tania bahkan membutuhkan waktu berhari- hari untuk menemukan jawabannya.  Mengapa  orang mati?. Itu adalah pertanyaan terakhir untuk Tania. tak ada kata yang cocok dengan pertanyaan itu.

Tania kembali sedih dengan keadaanya. Dirinya merasa gagal karena tidak bisa menjawab pertanyaan dari kekasihya itu. Tania pun memutuskan untuk berdoa di sebuah kapel kecil dekat rumahnya. Saat setelah dirinya keluar dari doanya, seorang romo memanggilnya.

Lama mereka berbicara, begitu banyak hal yang romo sampaikan ke Tania. hanya air mata yang hadir dalam dirinya ketika kembali mengingat masa-masa indah mereka. Tania pun pergi meninggalkna romo itu sendirian. Kaki-kaki kecilnya melangkah pelan di lorong-lorong kapela itu. Dari kejauhan romo itu berteriak.

“Jika ingin hidup maka bersiaplah untuk mati”. Kalimat itu seakan angin segar untuknya.  Lahir, itu adalah kalimat yang tepat untuk pertanyaan terakhir yang diberikan fari untuk Tania.

Lembar berikunya Tania mendapati sebuah tulisan yang begitu menyakitkan dari kekasihnya. Setelah semua teka-teki silang itu terjawab, Fari lantas mengirimkan jodoh untuk tania sama seperti janjinya. Rangkailah kata pertama setiap jawabanmu, itu adalah jodohmu. Renal, itu adalah jdoh Tania yang Fari kirim.

Air mata kembali hadir dalam diri Tania saat membaca tulisan akhir dari buku itu. Renal yang dikirim fari ada;ah seorang sahabat mereka. Tania tahu Renal sangat mencintainya dan dia tak pernah berpikir bahwa Fari juga mengetahui hal itu.

Ruteng, 15 Juni 2018

Oleh: Klaudius Marsianus Juwandy
Penulis adalah mahasiwa STKIP Santu paulus Ruteng Program Studi Pendidikan Bahasa da Sastra Indonesia