$type=carousel$cols=3

Strategi Pemanfaatan Kearifan Lokal untuk Menunjang Kemajuan Pariwisata Manggarai Barat

Menteri Perhubungan Republik Indonesia bahkan menjelaskan bahwa India dan Prancis tertarik mengembangkan investasinya ke Labuan Bajo terut...

Menteri Perhubungan Republik Indonesia bahkan menjelaskan bahwa India dan Prancis tertarik mengembangkan investasinya ke Labuan Bajo terutama soal Bandara Internasional Komodo.(Foto: Dok. Pribadi)

Labuan Bajo, Manggarai Barat menjadi tempat istimewa bagi dua negara sahabat Indonesia yaitu Australia dan Timor Leste. Bagaimana tidak, dalam kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 11 sampai 13 April 2018 oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian itu, Labuan Bajo berkesempatan menjadi titik kumpul dalam rangka membahas kerja sama dalam bidang ekonomi, investasi, bisnis, konektivitas darat, laut dan udara, kerja sama komunitas budaya, peternakan, pertanian, pendidikan dan kesehatan antar negara itu.

Bukan kali ini saja Labuan Bajo menjadi perhatian dunia, beberapa waktu lalu Menteri Perhubungan Republik Indonesia bahkan menjelaskan bahwa India dan Prancis tertarik mengembangkan investasinya ke Labuan Bajo terutama soal Bandara Internasional Komodo dengan nilai investasi mencapai Rp 500 Milyar.

Kabar baik ini ibarat membuka keran mata air di padang gurun. Menjadi penyejuk bagi pegiat pariwisata untuk mengembangkan usahanya melalui peluang-peluang yang ada. Namun, perlu diingat juga bahwa kita harus mempertimbangkan dampak negatif dari proses revitalisasi sektor pariwisata tersebut terutama soal masa depan budaya lokal yang telah diwariskan secara turun temurun dari nenek moyang kita.

Dengan menjalin hubungan atau kerja sama internasional untuk beberapa aspek potensial di wilayah Indonesia terutama Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) ada setidaknya beberapa hal penting bagi penulis untuk kita soroti bersama yaitu pertama, dampak budaya global terhadap budaya lokal Manggarai Barat akibat hubungan tanpa batas yang sudah terjalin.
Kedua, akses terhadap wisatawan asing ke Manggarai Barat yang semakin luas akan berdampak pada besarnya peluang masuknya peredaran obat-obat terlarang melalui Labuan Bajo sebagai pintu masuk.
Ketiga, potensi Manggarai Barat akan semakin disoroti masyarakat dunia menyebabkan dia menjadi objek perhatian yang harus selalu tampil menarik tanpa celah. Jika melihat kondisi sekarang ini, bagi penulis pemerintah daerah perlu bekerja keras memperbaiki beberapa hal vital seperti infrastruktur, kebersihan dan kemasan budaya di beberap tempat di Kabupaten Manggarai Barat.

Dari ketiga hal di atas, penulis hanya hendak menyoroti soal pemanfaatan kearifan lokal untuk mengembangkan pariwisata di Manggarai Barat.

Jika kita mengacu kepada kecemasan penulis soal beberapa hal di atas terutama terkait kemungkinan terjadinya benturan antara budaya global dan budaya lokal masyarakat maka penting membangun optimisme seperi yang dikatakan oleh Anthoy Gidden (2001) bahwa globalisasi menjadi alasan bagi kebangkitan kembali identitas budaya lokal di berbagai belahan dunia.

Semakin homogen gaya hidup masyarakat akibat globalisasi, semakin kokoh ketergantungan masyarakat kepada nilai-nilai yang lebih dalam seperti agama, seni dan sastra. Demikian juga dari perspektif lokal, ketika dunia semakin tumbuh homogen maka kita semakin menghargai tradisi yang bersemi dari dalam.

Nilai lokal disamping mampu menginspirasi tumbuhnya kearifan lokal (local indigeneus), di satu sisi tumbuh menjadi nilai-nilai kehidupan yang memberi makna pada kehidupan dan interaksi sesama mereka. Nilai strategis budaya lokal telah menginpirasi berbagai daerah untuk mengembangkan potensi lokalitas dalam pengembangan pariwisata.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut di atas, maka pengembangan pariwisata tidak boleh meminggirkan budaya dan spirit lokal. Oleh karena itu perlu digagas pengembangan pariwisata yang sejalan dengan pengembangan budaya dan semangat manusia beserta cipta, rasa dan karsanya. Gagasan tersebut dikembangkan berdasarkan asumsi bahwa pembangunan daya tarik wisata didasarkan pada pembangunan masyarakat dan budayanya.

Lantas apa solusinya? Dikarenakan masih rendahnya kesadaran kita betapa pentingnya penggasan pariwisata yang berbasis kearifan lokal di sini saya akan menawarkan solusi untuk mengembangkan pariwisata yang berbasis kearifan lokal tersebut :

1. Mensosialisasikan kepada pihak terkait seperti menteri kepariwisataan betapa pentingnya kepariwisataan berbasis kearifan lokal tersebut, karna di prediksi bahwa di masa akan datang ketertariakan masyarakat akan pariwisata yang berbasis lokal itu sangat tinggi.

2. Mengajak orang-orang yang ingin bergabung baik sebagai donator atau semisalnya untuk bergabung dengan kita.

3. Observasi ketempat yang akan di kembangkan dalam hal ini, kita datang dan mensosialisasikan kepada masyarakat setempat betapa menariknya kepariwisataan yang di poles dengan kearifan lokal.

4. Mencari seponsor yang ingin mewadahi dan mempromosikan gagasan ini.

Adapun tujuan dari upaya-upaya tersebut di atas adalah sebagai berikut:
1. Menjadikan kepariwisataan Indonesia memilliki daya saing

2. Mereduksi dampak globalisasi dan modernisasi supaya tidak menghilangkan dan mengikis kearifan lokal yang kita miliki

3. Memperkenalkan kearifan lokal Indonesia, supaya tidak mudah di klaim oleh Negara lain

4. Mengharumkan nama Indonesia di mata dunia dalam kepariwisataan

Sedangkan manfaatnya adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan perekonomian Negara dan daerah itu sendiri

2. Membuka lapangan kerja bagi penduduk sekitar

3. Secara tidak langsung mengangkat nama daerah itu ssendiri

4. Mengurangi pengangguran yang ada

5. Kearifan lokal yang kita miliki secara tidak langsung akan selalu lestari dan tidak punah, karna memang kearifan lokal itu sendiri menjadi identitas bagi bangsa kita.

Dengan beberapa hal yang ditawarkan penulis di atas, satu hal yang paling penting sebenarnya yaitu jangan menjadikan masyarakat sebagai objek pembangunan pariwisata tetapi harus menjadi subjek atau pelaku pengembangan pariwisata itu sendiri terutama dalam pengembangan budaya lokal kita.

Selain itu, sebagai generasi muda pemerintah sudah seharusnya memanfaatkan segala potensi yang muda-mudi daerah mempromosikan budaya lokal daerah untuk kepentingan bersama. Beri mereka ruang sebesar-besarnya dalam mengapresiasi budaya lokal kita untuk menunjang pariwisata daerah Manggarai Barat.

Yakin atau tidak, penulis lebih percaya pada pepatah yang mengatakan bahwa; "Budaya hilang bukan karena pengaruh modernisasi, tetapi karena tidak ada regenerasi". Labuan Bajo dan Mangggarai Barat sudah memegang bola peluang itu, tinggal bagaimana setiap elemen disinkronkan satu sama lain untuk menyukseskannya.

Salam budaya, yang muda berkarya

Oleh: Angelina Juwita
Pelajar SMAN 1 Komodo dan Penulis Pelajar marjinnews.com

Catatan: Opini ini adalah tulisan peraih juara satu lomba menulis tingkat Kabupaten Manggarai Barat

Komentar

loading...
Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,2,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,227,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,100,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Bencana Alam,2,Berita,3,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,42,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,141,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,22,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,5,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,5,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,1,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,44,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,3,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,241,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,2,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemanusiaan,68,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,139,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,58,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,55,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,41,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,15,lombok,1,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,36,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,86,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,6,Nasional,238,Natal,19,Ngada,4,Novanto,1,Novel,15,NTT,116,Nyepi,2,Olahraga,12,Opini,341,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,21,Pariwisata,24,Partai Politik,23,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,Pencurian,2,Pendidikan,87,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,859,Peritiwa,1,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,101,Pilpres 2019,21,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,80,Politikus,6,POLRI,6,Pristiwa,25,Prosa,1,PSK,1,Puisi,63,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,9,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,23,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,2,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,12,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,15,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,4,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Strategi Pemanfaatan Kearifan Lokal untuk Menunjang Kemajuan Pariwisata Manggarai Barat
Strategi Pemanfaatan Kearifan Lokal untuk Menunjang Kemajuan Pariwisata Manggarai Barat
https://1.bp.blogspot.com/-L3Vyhss1vXQ/WxbPsX4bQrI/AAAAAAAABbU/U1fx9_1ldxACkm9PLTgnCCh5O70J6bB8QCLcBGAs/s320/IMG-20180605-WA0017.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-L3Vyhss1vXQ/WxbPsX4bQrI/AAAAAAAABbU/U1fx9_1ldxACkm9PLTgnCCh5O70J6bB8QCLcBGAs/s72-c/IMG-20180605-WA0017.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/06/strategi-pemanfaatan-kearifan-lokal.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/06/strategi-pemanfaatan-kearifan-lokal.html
true
971126874416220402
UTF-8
Tampilkan Semua Artikel Belum Ada Tulisan Lihat Semua Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Penulis Home Halaman Tulisan Lihat Semua Rekomendasi LABEL Arsip CARI Semua Tulisan Tidak Ditemukan Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy