Selang Sehari Saja, Dua Warga Manggarai Raya Meninggal Karena Lakalantas di Bali
Cari Berita

Selang Sehari Saja, Dua Warga Manggarai Raya Meninggal Karena Lakalantas di Bali

MARJIN NEWS
20 June 2018

(Foto: Ilustrasi)
Denpasar, Marjinnews.com - Selama sepekan ini, setidaknya ada dua orang dari Manggarai Raya yang menjadi korban lakalantas di Bali.

Dari data yang marjinnews peroleh yaitu;
pertama, pada Minggu (17/6) pagi sekitar pukul 6:47 WITA, Fandianus Felfria asal Karot, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat menjadi korban Lakalantas di Jalan Bay Pas Ngurah Rai, tepatnya di dekat Simpang Tugu Ngurah Rai Tuban, Badung, Bali.

Pria yang berprofesi sebagai Guide ini 
meninggal di tempat bersamaan dengan tamu Warga Negara Asing (WNA) yang dibonceginya.

Sesaat setelah kejadian, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Denpasar langsung menuju ke TKP untuk mengevakuasi kedua korban ke RSUP Sanglah Denpasar.

Keluarga korban telah mengirim jenasah Fandianus ke kampung halamanya di Karot, Kecamatan Welak, Manggarai Barat pada Senin (18/6) lalu.

Sementara jenasah bule yang ikut meninggal bersamanya, masih disimpan di ruangan jenasah RSUP Sanglah Denpasar.

Kedua, Selasa kemarin (19/6) sore,  Ricko Larung alumni dari FKIP Universitas Mahasaraswati Denpasar Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia asal Desa Legu, Kecamatan Satar Mese Timur, Kabupaten Manggarai juga meninggal dalam kecelakaan lalu lintas di jalan W.R. Supratman Denpasar, tepatnya di dekat Lapangan Tembak Kesiman.

Berdasarkan keterangan sahabatnya Aristo Waku, korban pada saat itu pulang berkunjung dari kos temannya yang berada di jalan Kanyeri Denpasar. 

"Saat kecelakaan itu, Ricko baru pulang berkunjung dari kos temannya di jalan Kanyeri. Ketika melintas di jalan W.R Supratman tepatnya di dekat Lapangan Tembak dia (Ricko-red) mengalami kecelakaan motor," tutur Aristo.

Sementara keterangan dari Robertus orang yang membantu Ricko pasca kecelakaan menuturkan," Sepuluh menit setelah kejadian kecalakaan, saya kebetulan lewat di jalan tempat dia kecelakaan. Saya merasa ibah, hati saya tergerak karena melihat korban terbaring di jalan dan tidak ada yang menolong. Saya berhenti menghampiri korban, saya menyetop kendaraan untuk membawanya ke Rumah sakit. Untung ada satu mobil yang mau berhenti dan saya langsung membawa korban ke Rumah Sakit. Dalam perjalanan tubuh korban masih bergerak, matanya masih terbuka. Namun naas, belum sampai di Rumah Sakit korban langsung menghembuskan nafas, dan itu saya lihat sendiri," tutur Robertus ketika ditanya pihak kepolisian di TKP.

Menurut anggota keluarga korban, jenasah Ricko akan diberangkatkan ke Bandara Ngurah Rai Denpasar, pada Rabu pagi ini sekitar Pukul 09.00 WITA bersama salah satu adik perempuanya. 

Rencananya pada pukul 14.00 akan dterbangkan menuju Labuan Bajo, Manggarai Barat. Jenasah Ricko akan tiba di Labuan Bajo pada Pukul 16.00 WITA sore nanti, dan akan dijemput oleh ayah kandungnya di Bandara Komodo Labuan Bajo.

Penulis: Remigius Nahal