Selamat Mencoblos, Jangan Golput!

Situasi ini membawa negara ke arah yang tidak jelas. Oleh karena itu, hentikan golput di saat ini yang sudah memasuki era kebebasan. (Gambar Ilustrasi)
Golput sebuah akronim dari "golongan putih" artinya orang yang memilih untuk tidak memilih. Mereka ini mulai dari yang tidak memilih karena alasan administrasi, tidak peduli, hingga yang sengaja tidak mau memilih.

Golput berdiri 3 Juni 1971, sebulan sebelum Orde Baru menggelar pemilu pertama era Soeharto. Latar belakangnya karena ingin protes kepada pemerintah dan legislatif bahwa kinerja mereka yang dinilai jauh dari harapan rakyat. Para exponennya merasa bahwa percuma ada pemilu yang menghasilkan pengelola negara tidak becus.

Sementara pentolan Golput yang juga pimpinan demonstran Angkatan 65, Arief Budiman, mengatakan bahwa golput bukan untuk memenangkan pemilu, tapi untuk menciptakan tradisi yang menjamin perbedaan pendapat dengan penguasa dalam situasi apa pun.

Dari dua alasan tadi maka kita dapat memaknai situasi bangsa pada era lahirnya golput di masa Orba (Soeharto). Kita tahu bersama bahwa era Orba adalah juga era yang juga menciptakan kemiskinan, kebodohan, dan KKN merajalela. Di saat itu pun masyarakat hidup penuh tekanan (otoriter) dimana kebebasan masih jadi barang mewah, termasuk kebebasan mendirikan parpol pun tidak bisa, meski penampilan parpol buruk tapi rakyat dipaksa wajib memilih. Inilah golput yang ideologis muncul dengan konteks politik yang relevan.

Selama reformasi, mutu pengelola negara pun tidak juga beda jauh dari era Orba. Jika dulu Soeharto menciptakan tatanan politik yang demi melanggengkan kekuasaannya, namun kini semua kran kebebasan sudah dibuka. Bahkan orang cuma diberi batas cuma dua periode; setelah itu harus ganti orang lain. Dulu Soekarno mau jadi presiden seumur hidup, Soeharto mengakali pemilu agar dirinya terpilih terus sampai kapan pun dia inginkan.

Bagi yang tidak puas dengan kinerja parpol dalam mensuplai pemimpin, kini orang bebas membuat parpol yang sesuai dengan keinginannya. Bagi yang tidak puas dengan sistem kepartaian, dia boleh berjuang lewat jalur perseorangan (independen). Jika masih juga kalah di independen itu artinya: 1. Kondisi masyarakat belum sampai di situ, atau 2. Jalur independen pun belum mampu menampilkan figur yang meyakinkan rakyat.

Ketika sistem politik kita sudah seterbuka itu, maka seharusnya golput ideologi sudah tidak ada, kecuali golput administrasi karena tidak terdaftar dan tidak punya KTP/KK atau lainnya serta yang memang belum sadar akan pentingnya pemilu.

Terlepas dari mutu pendataan pemilih oleh KPU, mestinya golput saat ini tidak ada lagi. Sudah tidak relevan. Jika masih ada golput idealisme, maka itu adalah warga negara yang otoriter juga. Sudah diberi kesempatan untuk membuat parpol, bikin perjuangan perseorangan, kok masih juga golput. Ini berarti memang orangnya cuma bisa protes tapi tidak berbuat apa-apa.

Dampak Golput Kini

Golput di era otoritarian Soeharto sudah melahirkan kebebasan berpolitik saat ini. Namun golput di era kebebasan saat ini pun akan melahirkan ketidakmenentuan arah bangsa ini.

Ketika kebebasan sudah diciptakan, tapi kaum cerdik pandai tidak melakukan partisipasi politik, maka masyarakat bawah akan kehilangan orientasi politik juga. Masyarakat di akar rumput pun ikut-ikut apatis; tidak mau memahami politik, tidak mau ikut dalam proses politik, tapi tidak peduli pemilu, termasuk tidak memilih.

Situasi ini membawa negara ke arah yang tidak jelas. Oleh karena itu, hentikan golput di saat ini yang sudah memasuki era kebebasan.

Jika Anda tidak memilih maka sangatlah mungkin calon yang lebih bagus diantara para calon yang ada pun tidak terpilih. Atau kalau Anda tidak datang ke TPS, maka akan memancing penjahat untuk berbuat curang dengan mencoblos surat suara yang masih kosong itu dengan memilih paslon idolanya. Ini tambah memperburuk situasi. Jadi, tanggal 27 Juni nanti datanglah beramai-ramai ke TPS untuk mencoblos.

Kata filsuf Magniz-Suseno, pemilu bukan untuk memilih pemimpin yang sempurna, tapi untuk mencegah calon terburuk agar tidak terpilih. Jadi, pilihlah calon yang Anda anggap lebih baik dari semua calon yang ada!

Harus Aktif di Politik!

Sesudah pemilu yang masih menyisakan ketidakpuasan Anda, silakan Anda masuk ke sebuah parpol yang Anda anggap paling pas buat idealisme Anda. Di sanalah Anda berjuang untuk mengubah situasi sesuai dengan keinginan Anda secara demokratis bersama dengan semua elemen parpol.

Jika Anda tidak puas dengan parpol yang ada, maka silakan berjuang untuk mendirikan parpol baru versi Anda. Biarkan seleksi alam yang berbicara: apakah ada masyarakat yang mendukung perjuangan Anda atau tidak.

Jika Anda tidak cocok dengan parpol yang ada dan juga tidak bisa/cocok mendirikan partai politik, maka organisirkan diri bersama kekuatan lain untuk berjuang di jalur perseorangan (independen).

Jadi, sekali lagi, golput sudah tidak relevan untuk Indonesia yang bebas saat ini. Hentikan golput dan aktiflah dalam politik! Sekarang ini pendiri golput pun masih ada yang hidup, minimalnya sang pencetusnya (Arief Budiman) masih ada. Namun mereka pun sudah tidak lagi menggaungkan golput, padahal di era Orba mereka menggaungkan golput sama dengan orang yang menggaungkan parpol dan paslonnya. Ini bukan berarti mereka melihat di negara ini sudah tidak ada masalah, tapi karena ruang partisipasi publiknya sudah diberi oleh negara. Selamat mencoblos dan jangan Golput!

POLITIK

Nasehat Pericles mungkin jadi akan terasa getir, “Hanya karena Anda tidak mengambil minat dalam politik, tidak berarti politik tidak akan mengambil minat pada Anda,…"

Dan dalam praksis politik, tidak penting beda antara tidak berfikir, diam saja, atau pura-pura tak mendengar, berlagak netral dan sok filosofis. Dalam konsep one man one vote, ketidakhadiran adalah nihil.

Maka mereka yang mendiamkan, adalah mempercayai, atau setidaknya meloloskan politikus buruk lewat di depan hidung, Dan itu menyedihkan.

Dan setelahnya mereka terkejut, mereka berkuasa, tanpa persetujuan kita, dan mereka akan menentukan masa depan atau hajat hidup kita?.

Disitulah kita percaya omongan getir Will Rogers, Pelawak Politik. Bahwa politik itu mahal, bahkan untuk kalahpun kita harus mengeluarkan banyak uang.

Biaya itulah yang kemudian kita tanggung, sebagai rakyat. Kita akan terkena imbasnya, bahkan sampai pada anak-cucu...jika buruk pemimpin yg kita pilih maka 5 tahun lamanya penderitaan yg kita alami sampai menunggu pemilihan pemimpin berikutnya

Celakanya, “Salah satu hukuman karena menolak untuk berpartisipasi dalam politik," kata Plato, "adalah bahwa Anda berakhir diperintah oleh bawahan Anda.” Siapa bawahan Anda? Yaitu orang-orang yg tidak memiliki kompetensi dan tidak memiliki integritas.

Berthold Brecht (1898 – 1956), seorang penyair Jerman, yang juga dramawan, sutradara teater nasehatnya penting kita renungkan; Buta yang terburuk adalah buta politik, dia tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahwa biaya hidup, harga kacang, harga ikan, harga tepung, biaya sewa, harga sepatu dan obat, semua tergantung pada keputusan politik. Orang yang buta politik begitu bodoh sehingga ia bangga dan membusungkan dadanya mengatakan bahwa ia membenci politik.

Si dungu tidak tahu bahwa dari kebodohan politiknya lahir pelacur, anak terlantar, dan pencuri terburuk dari semua pencuri, politisi buruk, rusaknya perusahaan nasional dan multinasional yang bisa menguras kekayaan negeri. Ayo mari kita ke TPS 27 Juni memilih pemimpin kita untuk lima tahun ke depan. Politisi tidak pernah percaya atas ucapannya sendiri. Mereka justru terkejut bila rakyat memercayainya. Selamat mencoblos!!

Oleh: Ben S. Galus
Penulis Buku, Tinggal di Yogyakarta

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,111,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,146,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,175,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,532,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,2,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,34,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,7,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,3,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,25,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,62,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,273,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,154,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,112,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,275,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,199,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,400,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1026,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,34,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,84,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,18,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,44,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,43,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,4,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Selamat Mencoblos, Jangan Golput!
Selamat Mencoblos, Jangan Golput!
https://3.bp.blogspot.com/-ba52g9Wktqw/WzHd_wdZs7I/AAAAAAAABls/Gh4DyPn0bZkX7pqzhznX8sGdfGvc4OvgwCLcBGAs/s320/Jangan%2BGolput%2Bmarjinnews.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-ba52g9Wktqw/WzHd_wdZs7I/AAAAAAAABls/Gh4DyPn0bZkX7pqzhznX8sGdfGvc4OvgwCLcBGAs/s72-c/Jangan%2BGolput%2Bmarjinnews.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/06/selamat-mencoblos-jangan-golput.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/06/selamat-mencoblos-jangan-golput.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy