PT. Green Flexible Industries Diduga Mengangkangi UU Ketenagakerjaan
Cari Berita

PT. Green Flexible Industries Diduga Mengangkangi UU Ketenagakerjaan

MARJIN NEWS
7 June 2018

"Kekwatiran kami sebagai karyawan yang tidak kontrak bahwa akan diexploitasi oleh PT. Green Flexible Industries maka kesejahteraan pasti tidak akan kami terima" paparnya (Foto: JP/MN).
Batam, marjinnews.com - PT.  Green Flexible Industries yang berada di kawasan Kara Industri memiliki karyawan berjumlah 172 orang yang memproduksi plastik.

Karyawan PT. Green Flexible Industries tidak mendapatkan hak dan status dalam pekerjaan.

Karyawan yang sudah bekerja sampai  2 tahun belum juga dikontrak oleh pihak manejemen PT. Green Flexible Industries,  terang salah seorang karyawan yang enggan namanya dipublikasikan.

"Saya saja sudah bekerja 6 bulan lebih namun sampai sekarang belum juga dikontrak oleh PT. Green Flexible Industries" terangnya kepada marjinnews.com pada Kamis, 7 Juni 2018.

Karena status selaku karyawan tidak jelas sama sekali, mereka pun kwatir perusahaan tidak bertanggungjawab akan kesejateraan karyawan selama  bekerja di PT. Green Flexible Industries.

"Kekwatiran kami sebagai karyawan yang tidak kontrak bahwa akan diexploitasi oleh PT. Green Flexible Industries maka kesejahteraan pasti tidak akan kami terima" paparnya.

Tidak hanya soal status sebagai karyawan, menurut keterangan yang diterima marjinnews.com para karyawan juga tidak mendapatkan hak mereka sebagaimana mestinya.

"Ketika libur nasional kami karyawan diliburkan namun PT. Green Flexible Industries memaksa untuk karyawan masuk pada hari minggu menggantikan hari libur nasional dan tidak dihitung lembur oleh perusahaan" tegasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa perusahaan menjadwalkan untuk penggantian hari libur nasional maka kami akan dipotong gaji.

"Kami pekerja tidak berani mengkomplain kebijakan perusahaan yang tidak sesuai aturan undang-undang Ketenagakerjaan,  jika kami pekerja komplain maka kami akan dipecat" terangnya.

Dengan jumlah 172 orang karyawan terdiri dari  50 persen karyawan berstatus kontrak dan 50 persen karyawan harian. Sinar, selaku Human Resources (HR) PT. Green Flexible Industries menampik bahwa tidak ada karyawan sudah bekerja  2 tahun belum dikontrak.

"Perusahaan memiliki aturan dan ketentuan untuk dapat melakukan kontrak kepada karyawan telah bekerja Selamat sembilan bulan baru mendapatkan kontrak" terang Sinar.

Sinar memahami aturan dan ketentuan perusahaan jelasnya Mengangkangi  UU 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan namun semua karyawan yang baru masuk harus  sepakat dengan aturan dan ketentuan perusahaan PT. Green Flexible Industries.

Sinar juga membenarkan bahwa PT. Green Flexible Industries melakukan penggantian jam kerja libur nasional menjadi hari minggu yang merupakan bukan hari kerja karyawan.

"Jam kerja karyawan PT. Green Flexible Industries pada hari Senin sampai Jumat selama 7 jam dan Sabtu 5 jam selebihnya lembur" tegas Sinar.

"Hari Minggu tersebut seharusnya bukan hari kerja wajib bagi karyawan PT. Green Flexible Industries namun karena libur nasional maka harusnya karyawan masuk untuk menunaikan pekerjaannya" lanjutnya.

Menurut pengakuannya walaupun masuk pada hari Minggu tidak terhitung lembur sehingga PT. Green Flexible Industries menggaji karyawan dengan gaji basic.

Namun menurut  Sinar selaku Human Resources PT. Green Flexible Industries walaupun tidak menggaji karyawan dengan upah lembur jelas tidak menyalahin UU 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan asalkan ada kesepakatan bersama antara perusahaan dengan karyawan.

"PT. Green Flexible Industries telah berkoordinasi Dinas Tenaga Kerja Kota Batam dalam hal tersebut yang membidangi pengawasan yaitu Bapak Ali namun semua hal tersebut tidak menyalahin aturan dan undang-undang yang ada" tutup Sinar. (JP/MN)