$type=carousel$cols=3

“Political Decay” vs Pilgub NTT

Semakin meningkatnya angka golput justru akan berefek negatif terhadap aktivitas perekonomian karena menghasilkan pemimpin beraliran reali...

Semakin meningkatnya angka golput justru akan berefek negatif terhadap aktivitas perekonomian karena menghasilkan pemimpin beraliran realist (Gambar: Ilustrasi).
Hampir seminggu lagi Provinsi NTT memilih gubernur baru. Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTT mengestimasi jumlah pemilih mencapai 3,7 juta orang. KPU mengklaim ada kenaikan jumlah pemilih yang signifikan dari tahun 2013 sekitar 2,5 juta orang. Namun kenaikan jumlah pemilih berbanding terbalik dengan angka partisipasi pemilu.

Tercatat sejak tahun 1999, angka partisipasi mencapai 92% sedangkan pilgub 2013 sekitar 68%. Jika rasio partisipasi pemilih di tahun 2013 digunakan, maka jumlah pemilih tahun ini hanya berkisar 2,5 juta orang. Bila kita mengasumsi jumlah simpatisan, keluarga, dan basis politik setiap pasangan calon sekitar 200,000, maka jumlah pemilih di NTT yang belum memiliki preferensi yang kuat untuk memilih sekitar 1,7 juta orang.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah penduduk miskin di NTT tahun 2017 sekitar 1,1 juta jiwa. Data ini menarik karena hampir berbanding lurus dengan jumlah orang yang belum memiliki preferensi yang kuat seperti yang telah saya proyeksikan di atas. Lantas adakah hubungan antara “political decay” a.k.a golput vs Pilgub?

Jumlah pasangan cagub dan cawagub di NTT tergolong banyak untuk provinsi yang menduduki peringkat tiga sebagai provinsi termiskin di Indonesia. BPS mencatat produk domestik regional bruto per kapita NTT tahun 2010-2016 merupakan yang terendah dari seluruh provinsi di Indonesia.

Dari sudut pandang politis, momentum pilgub merupakan kesempatan bagi rakyat NTT untuk memilih pemimpin yang bisa menstimulasi aktivitas ekonomi, investasi, dan lapangan pekerjaan. Semakin meningkatnya angka golput justru akan berefek negatif terhadap aktivitas perekonomian karena menghasilkan pemimpin beraliran realist.

Paham realist cenderung dominan di kalangan elite NTT. Hobbes dan Machiavelli merupakan pencetus lahirnya realisme. Teori ini mengedepankan ego individual seseorang untuk memperkaya diri sendiri, memperkuat kekuasaan dengan mencegah ataupun meminimalisir adanya perubahan.

Ketika kita melihat maraknya kasus korupsi di NTT, banyaknya TKI illegal yang meninggal ataupun ditangkap di luar negeri, kualitas fasilitas publik yang buruk seperti jalan, listrik, dan air, rendahnya transparansi birokrasi, manipulasi marketisasi proyek, dan iklim usaha yang tidak kondusif akibat rendahnya inisiatif dan kreatifitas pemerintah menjadi contoh produk paham realisme.

Hal yang sama dialami oleh rakyat Thailand di tahun 1970 sampai akhir 1990. Korupsi, masalah distribusi fasilitas publik, dan kemiskinan akibat ego penguasa membuat rakyat Thailand frustrasi. Pemerintah dan elite yang berkuasa terus mementingkan kepentingan dan ego mereka sambil meminimalisir check & balance sistem dari masyarakat, media, ataupun kontrol pemerintah pusat.

Rakyat NTT secara sadar maupun tidak selama ini hidup dalam genggaman realisme penguasa. 1,7 juta pemilih di NTT sekarang harus sadar dan bangkit dari cengkraman realisme ini. Nasib generasi penerus dan rakyat miskin“Flobamora” akan ditentukan oleh 1,7 juta pemilih nanti. Partisipasi mereka sangat menentukan dan akan melahirkan paham baru yaitu liberalisme.

Melalui paham ini akan lahir pemimpin yang mampu melihat rakyat dengan kaca mata moral. Bahwa kemiskinan, penindasandan kekerasan yang dialami TKI, dan korupsi berlawanan dengan moral, nilai-nilai agama, dan hak asasi manusia. Rakyat dan generasi penerus NTT berhak untuk maju baik secara ekonomi maupun politik.

Mari kita pilih pemimpin yang liberalis, tanpa tekanan dan pengaruh politik uang karena masa depan yang cerah dibangun oleh partisipasi rakyat yang kuat dan pemerintah yang humanis. 

Oleh: Fritz 
School of Public Policy and International Affairs Murdoch University Australia

Komentar

loading...
Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Ahok,25,Aktivis,1,Alam,2,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,216,Asmat,4,Asusila,5,Badung,7,Bali,95,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,12,BBM,1,Bedah Buku,1,Bencana Alam,1,Berita,2,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,40,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Camilian,1,Cerpen,136,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,434,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,21,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,E-KTP,4,Editorial,38,Edukasi,1,Ekonomi,5,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,5,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,3,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,1,Golkar,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,20,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,29,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,3,Internasional,14,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,2,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,2,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,223,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,1,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemanusiaan,65,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,4,Kepemudaan,130,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,13,KNPI,2,Komodo,5,Komunikasi,1,Komunitas,5,Korban,1,Korupsi,57,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,47,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,40,Lakalantas,8,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,1,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,14,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,35,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,79,Manggarai Barat,1,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,Narkoba,5,Nasional,222,Natal,19,Ngada,1,Novanto,1,Novel,15,NTT,105,Nyepi,2,Olahraga,10,Opini,331,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,21,Pariwisata,20,Partai Politik,23,Paskah,4,pelajar,1,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,Pencurian,2,Pendidikan,80,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,22,Peristiwa,791,Peritiwa,1,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,Pilgub,41,Pilkada,101,Pilpres 2019,2,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,59,Politikus,4,POLRI,6,Pristiwa,18,Prosa,1,PSK,1,Puisi,51,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,7,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,21,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,2,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,Somasi,1,Sosial,1,Sosok,3,Sospol,35,Start Up,1,Sumba,11,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,Tokoh,15,Tol Laut,1,Toleransi,2,traveling,4,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: “Political Decay” vs Pilgub NTT
“Political Decay” vs Pilgub NTT
https://2.bp.blogspot.com/-UbQKehuTI-E/WyiaFl94_LI/AAAAAAAABis/gk-L5irPTQ42U7uMUuq-3f4YSQ9iGkzDACLcBGAs/s320/NTT%2Bmencari%2Bpemimpin.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-UbQKehuTI-E/WyiaFl94_LI/AAAAAAAABis/gk-L5irPTQ42U7uMUuq-3f4YSQ9iGkzDACLcBGAs/s72-c/NTT%2Bmencari%2Bpemimpin.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/06/political-decay-vs-pilgub-ntt.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/06/political-decay-vs-pilgub-ntt.html
true
971126874416220402
UTF-8
Tampilkan Semua Artikel Belum Ada Tulisan Lihat Semua Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Penulis Home Halaman Tulisan Lihat Semua Rekomendasi LABEL Arsip CARI Semua Tulisan Tidak Ditemukan Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy