Pemimpin Antikritik, Sampah Demokrasi: Catatan untuk Kades Nanga Mbaur

Fenomena kades anti kritik dan suka mengancam serta mencaci maki rakyatnya di Nanga Mbaur merupakan preseden buruk bagi nilai-nilai & ...

Fenomena kades anti kritik dan suka mengancam serta mencaci maki rakyatnya di Nanga Mbaur merupakan preseden buruk bagi nilai-nilai & budaya demokrasi yang telah mendarahdaging didalam bangsa ini. (Foto: Dok. Pribadi)

Akhir-akhir ini jagat maya ramai memperbicangkan soal skandal seorang Kades Nanga Mbaur yang memaki salah satu warganya di social media/facebook tanpa alasan yang jelas.

Beritanya telah dirilis di dua media online www.lensapos.com dengan judul “dicaci maki di fb, warga akan lempar kades nanga mbaur ke jalur hukum” dan indotimnews.com dengan judul “kades nanga mbaur dinilai anti kritik, aktivis mungkin butuh sekolah demokrasi”.

Setelah saya mengikuti perkembangan kasus ini tibalah pada satu kesimpulan bahwa tindakan caci maki yang dilontarkan oleh Kades tersebut dikarenakan oleh sindrom anti kritik yang menggrogoti dimensi batin kepemimpinannya.

​Dalam kultur politik demokratis keberadaan oposisi adalah keniscayaan. Oposisi yang gencar melakukan kritik konstruktif terhadap jalannya pemerintahan merupakan maujud dari demokrasi yang sehat dan mencerdaskan. Kultur politik demokratis inilah yang hilang dari perpolitikan di desa Nanga Mbaur.

Fenomena kades anti kritik dan suka mengancam serta mencaci maki rakyatnya di Nanga Mbaur merupakan preseden buruk bagi nilai-nilai & budaya demokrasi yang telah mendarahdaging didalam bangsa ini. Demokrasi yang memutlakan kerja check and balance rakyat kepada pemerintah kini telah  dipangkas secara membabibuta oleh Kades Nanga Mbaur.

​Jika telah seperti ini adanya kultur demokrasi di Desa Nanga Mbaur alon-alon asal kelakon menuju kematian. Terbitlah kultur politik yang despotic dan lalim. Keberadaan pemimpin yang anti kritik seperti ini merupakan sampah demokrasi. Sampah Republik. Sampah Pancasila.

Sebagaimana sampah dalam kehidupan sehari-hati kita, haruslah dibuang dan dibakar? atau dengan mendaur ulang agar dapat kembali digunakan. Hanya saja pilihan terakhir ini cocok bagi mereka yang tak punya alternative lain. Bagi mereka yang mencutikan akal sehat dan memperturut hawa nafsu.

Oleh: Sulatin

COMMENTS

Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Agraria,1,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,3,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,231,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,100,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,2,Berita,10,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,46,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,159,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,23,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,6,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,5,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,2,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,45,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,4,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,262,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,68,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,6,Kepemudaan,151,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,59,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,56,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,42,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,15,lombok,1,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,7,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,89,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,7,Nasional,240,Natal,19,Ngada,5,Novanto,1,Novel,15,NTT,117,Nyepi,2,Olahraga,12,Opini,356,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,22,Pariwisata,25,Partai Politik,24,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,PenaBiru,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,864,Peritiwa,2,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,2,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,22,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,81,Politikus,6,POLRI,6,PP PMKRI,1,Pristiwa,26,Prosa,1,PSK,1,Puisi,67,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,10,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,26,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,12,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,7,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Pemimpin Antikritik, Sampah Demokrasi: Catatan untuk Kades Nanga Mbaur
Pemimpin Antikritik, Sampah Demokrasi: Catatan untuk Kades Nanga Mbaur
https://1.bp.blogspot.com/-4wQL33OM6QU/WxVMqyfLxBI/AAAAAAAABaY/x5QTy2pFUjQhq4VNT5lo-r6EAlj9ITCWACLcBGAs/s320/IMG-20180604-WA0020.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-4wQL33OM6QU/WxVMqyfLxBI/AAAAAAAABaY/x5QTy2pFUjQhq4VNT5lo-r6EAlj9ITCWACLcBGAs/s72-c/IMG-20180604-WA0020.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/06/pemimpin-antikritik-sampah-demokrasi.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/06/pemimpin-antikritik-sampah-demokrasi.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close