$type=carousel$cols=3

Meneropong Cacatnya Operasi Pembangunan Pabrik di Ohoi Letvuan

Sekian banyak perubahan yang ditemukan, bahkan banyak mahasiswa yang menyelesaikan studinya pada beberapa kota pendidikan di Indonesia ha...


Sekian banyak perubahan yang ditemukan, bahkan banyak mahasiswa yang menyelesaikan studinya pada beberapa kota pendidikan di Indonesia hanya dengan hasil rumput laut tersebut. (Foto: Dok. Pribadi)

Mengakhiri masa jabatannya dengan duka dan luka yang mendalam yang kini masih menyayat perasaan masyarakat Ohoi Letvuan.

Dari rumput laut, kegagalan pembangunan pabrik dan akhirnya sistem operasi yang cacat.

Rumput laut di kabupaten Maluku Tenggara, merupakan salah satu komoditas yang sangat diunggulkan. Sebelumnya masyarakat setempat untuk membiayai kelancaran hidupnya dengan hasil hutan dan bercocok tanam, berkebun. Itupun banyak masalah ekonomi yang belum bisa untuk diselesaikan dengan keadaan demikian.

Namun dengan kehadiran Rumput Laut tersebut, masyarakat kian merasa puas dengan hasilnya. Sekian banyak perubahan yang ditemukan, bahkan banyak mahasiswa yang menyelesaikan studinya pada beberapa kota pendidikan di Indonesia hanya dengan hasil rumput laut tersebut.

Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pemerintahan daerah, yang mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembangunan diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat.

Oleh karena itu, demi pengembangan industri rumput laut di tanah air,  sekaligus sebagai bagian dari penerapan wakil menteri perindustrian Alex Retraubun meresmikan tahap pembangunan gedung pabrik pengolahan rumput laut di Ohoi Letvuan, Kabupaten Maluku Tenggara.

Keberadaan pabrik ini diharapkan untuk dapat mensejahterakan masyarakat yang notabenenya sebagai pembudidaya rumput laut sekaligus sebagai bagian dari pemerataan di bidang ekonomi, ketenagakerjaan dan pembangunan.

Dengan demikian, pada hari Senin tanggal 31 Oktober 2011 tepatnya di Ohoi Letvuan, Kabupaten Maluku Tenggara dilangsungkan acara peresmian. Acara peresmian diawali dengan seperti biasanya peletakan batu pertama sebagai simbolis bahwa pembangunan resmi dibuka.

Peletakan batu pertama dilakukan secara bergantian oleh wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun, Bupati Maluku Tenggara Anderias Rentanubun, dan Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Kementerian Perindustrian Dedi Mulyadi.

Namun sayangnya, pabrik yang dibangun di atas lahan seluas 5 hektar dan sekaligus telah menghabiskan dana yang begitu besarnya kini diabaikan, dengan artinya bahwa pabrik rumput laut sampai saat ini belum beroperasi.  Sejatinya pabrik ini dibangun dari akhir tahun 2011 namun sampai saat ini, jika dikalkulasikan maka sudah tujuh tahun setengah lamanya pembangunan ini.

Sebelumnya sempat terjadinya konflik klaim kepemilikan lahan antara dua desa menyangkut lokasi pembangunan pabrik tersebut. Konflik yang akhirnya menelan korban jiwa kini hanya tinggal cerita tanpa tindak lanjut dan penyelesaian yang jelas. Akibatnya lokasi yang awalnya telah ditetapkan kini harus  dibatalkan dan dipindahkan kembali berdasarkan persetujuan masyarakat Ohoi Letvuan dan pihak terkait.

Salah satu permasalahan yang sampai saat ini menjadi momok untuk masyarakat sekitarnya dan khususnya masyarakat Ohoi Letvuan adalah terkait transparansi antara Pemerintah setempat dan masyarakat sangat minim. Untuk saat ini, dengan kondisi pabrik yang saat ini dikatakan cacat beroperasi maka ini dinilai sebagai salah satu kegagalan pembangunan dan penerapan hak daerah otonom serta asas desentralisasi yang diatur dalam UU No 32 tahun 2004 Pemerintah Daerah.

Ketidakjelasan dan minimnya informasi dari  pemerintah, terkait keberlanjutan pembangunan pabrik ini, mengakibatkan kekecewaan masyarakat yang begitu besar hingga pada saat ini.

Lalu dimanakah orang-orang ini? Setelah lama selang beberapa tahun tak pernah untuk bersuara mengenai pabrik tersebut. Mengapa sampai saya dengan kasar dan terbuka untuk langsung kepada manusiawi, karena ini adalah musim panasnya pesta demokrasi dan sudah tidak memiliki waktu untuk mengkritisi sistem dan kebijakan. Yang ditanyakan disini adalah apakah orang-orang tersebut masih bernafas atau tidak? Jika mereka masih hidup, dimanakah mereka?.

Oleh: Fransiskus Tawurutubun

Komentar

loading...
Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,1,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,223,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,99,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Bencana Alam,2,Berita,3,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,41,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,140,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,22,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,5,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,3,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,1,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,43,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,3,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,238,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,2,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemanusiaan,67,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,137,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,58,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,54,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,41,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,14,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,36,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,84,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,6,Nasional,235,Natal,19,Ngada,4,Novanto,1,Novel,15,NTT,115,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,341,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,21,Pariwisata,24,Partai Politik,23,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,Pencurian,2,Pendidikan,87,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,851,Peritiwa,1,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,101,Pilpres 2019,21,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,80,Politikus,6,POLRI,6,Pristiwa,24,Prosa,1,PSK,1,Puisi,61,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,8,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,23,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,2,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,11,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,15,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,4,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Meneropong Cacatnya Operasi Pembangunan Pabrik di Ohoi Letvuan
Meneropong Cacatnya Operasi Pembangunan Pabrik di Ohoi Letvuan
https://3.bp.blogspot.com/-I7Yqwuslh3U/WxqzzhBFIHI/AAAAAAAABc0/dWxncqWFKOY6DA1W84csrc4t3oT-b8CrACLcBGAs/s320/IMG-20180608-WA0058.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-I7Yqwuslh3U/WxqzzhBFIHI/AAAAAAAABc0/dWxncqWFKOY6DA1W84csrc4t3oT-b8CrACLcBGAs/s72-c/IMG-20180608-WA0058.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/06/meneropong-cacatnya-operasi-pembangunan.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/06/meneropong-cacatnya-operasi-pembangunan.html
true
971126874416220402
UTF-8
Tampilkan Semua Artikel Belum Ada Tulisan Lihat Semua Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Penulis Home Halaman Tulisan Lihat Semua Rekomendasi LABEL Arsip CARI Semua Tulisan Tidak Ditemukan Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy