Membangun "Brand" NTT Untuk Menarik Investasi


Foto: Dok.Pribadi
Pemilihan Kepala Daerah sudah usai, siapa pun yang menang harus kita hormati dan tugas kita sekarang ialah mendorong yang menang untuk membangun NTT lebih baik lagi. Kita harus mengawal program yang ditawarkan sang pemenang sehingga NTT kelak menjadi provinsi yang disegani baik dari segi fisik maupun sosial. Salah satu satu upaya kita adalah bagaimana strategi membangun "brand" atau melakukan diplomasi atau promosi potensi NTT agar para investor atau pengusaha dapat menanamkan modalnya di  NTT. Dengan catatan pemerintah daerah harus tahu karakter pengusaha. Sebab yang dicapai pengusaha adalah keuntungan, pengusaha bukan badan sosial, oleh sebab itu tugas pemerintah daerah NTT adalah menciptakan iklim usaha yang  kompetitif.
Ada tiga alasan yang selalu menjadi pertimbangan pengusaha dalam melakukan investasi, pertama,  keadaan politik dan keamanan yang stabil dan memberikan kepastian untuk berusaha; kedua, birokrasi yang luwes dan proaktif, sehingga bisa melayani “keinginan”  pengusaha tetapi dalam koridor hukum dan peraturan yang berlaku, ketiga, mampu memberikan iklim yang kondusif untuk berusaha.
Memperhatikan alur pikir pengusaha, maka pemerintah daerah NTT harus mengimbanginya dengan cara berpikir entrepreneurial, yakni 1) mampu mengurangi masalah yang kompleks menjadi sederhana dan mudah dipahami, 2) mampu meningkatkan rasa percaya diri orang lain atau bawahan ketika berhadapan dengan situasi  yang kompleks, 3) mengembangkan pemerintah daerah NTT ke arah “NTT incoporated”, maka perlu menciptakan kondisi “competitiveness strategy” serta perubahan paradigama manajemen pemerintah secepatnya.

Maka untuk mewujudkan ketiga hal tersebut di atas, maka perlu membangun  pencitraan good governance pada pemerintah daerah NTT, agar dapat melaksanakan pembangunan ekonomi yang berkesinambungan. Diantaranya adalah perlu memacu diri meningkatkan kapabilitasnya, yaitu kemampuan untuk melakukan dan mengembangkan tindakan kolektif secara efisien. Dengan peningkatan kapabilitas maka pemerintah daerah NTT dapat melakukan perubahan yang berkesinambungan. Inilah yang harus dilakukan oleh pemda NTT  untuk menciptakan economic opportunity melalui kebijakan-kebijakan yang probisnis.  Tidak ada cara yang lebih baik selain melakukan inovasi dalam pemda yang tidak hanya mencakup perubahan menuju “ best practice”  atau menyediakan informasi yang mudah diakses, tetapi yang lebih penting inovasi itu sendiri harus melembaga dalam pola pikir aparatnya dan benar-benar dipahami.

Inovasi ini dalam kerangka untuk membangun brand agar pemda NTT memiliki perceived value yang unggul dibandingkan provinsi lainnya, paling tidak harus  mencakup enam bidang seperti yang rekomendasikan oleh Donald F. Ketti dalam “ The Global Public Management Revolution” (2004). Pertama, productivity, artinya, harus dapat menghasilkan lebih banyak pelayanan dengan memungut (pajak) lebih rendah. Ini akan meningkatkan daya saing. Kedua, marketization, yaitu  harus dapat menggunakan market-style incentives untuk membasmi penyakit birokrasi pemerintah. Ketiga, service oriented,   harus dapat mencari jalan bagaimana menjalin hubungan yang lebih baik dengan warganya. Keempat, decentralization, harus dapat mendorong jajarannya untuk melaksanakan program yang lebih responsif dan efektif. Kelima, policy, (pemda) senantiasa meningkatkan kapasitasnya untuk merumuskan dan menjalankan kebijakkannya dengan benar. Keenam, accountability for result, senantiasa meningkatkan kemampuannya agar bisa mewujudkan apa yang dijanjikan.

Enam bidang yang direkomendasikan   Donald F. Ketti untuk membangun brand NTT yang bereputasi harus menjadi agenda utama gubernur terpilih. Dengan asumsi bahwa pemda NTT harus menetapkan sekurang-kurangnya enam strategi percepatan pembangunan, yaitu pertama, menjadikan salah satu atau lebih sektor atau sesuai dengan potensi wilayah kelurahan/kecamatan sebagai brand, dan tentunya mengembangkan kembali pembangunan sesuai dengan potensi wilayah seperti sediakala. Kedua peningkatan kualitas SDM agar produktivitasnya meningkat dengan cara mengikuti pelatihan atau pendidikan berlanjut, ketiga, membuka akses pemasaran dan distribusi produk-produk ke seluruh penjuru baik dalam negeri maupun  ke luar negeri. Keempat, membangun infrastruktur, pasar terbuka di daerah perbatasan negara Timor Leste. Kelima, membangun jaringan investasi dengan negara tetangga seperti Australia dan Timor Leste, Keenam, membuka jaringan penerbangan langsung dengan negara tetangga, dan seterusnya.

Entrepreneural Government


Oleh karena itu agenda pembangunan pemda NTT ke depan diarahkan memfasilitasi infrastruktur guna memacu kinerja apa yang menjadi brand pemda NTT agar secara nyata mampu menjadi penggerak utama  ekonomi NTT. Ini adalah bagian dari apa yang disebut accountability for result.

Dalam entrepreneural government yang menjadi pilihan, pengukuran kinerja menjadi prioritas utama agar manajemen program percepatan pembangunan dapat terukur secara jelas. Pengukuran kinerja akan menjadikan perangkat pemda NTT lebih menjadi fokus dalam mencapai kinerjanya.

Entrepreneural government (pemerintah wirausaha) mengedepankan mutual trust and commitment antara Pemda NTT dengan warganya. Oleh karena itu diperlukan hadirnya sistem informasi dan pengawasan yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel. Dari sini etika dan moral aparat di lingkungan pemda yang berlandaskan pada komitmen nilai bersih, transparan dan profesional bisa ditegakkan. Dengan menjunjung tinggi nilai bersih, transparan dan profesional maka diharapkan akan mampu memberikan pelayanan publik yang prima.

Mewujudkan pemda NTT wirausaha bukanlah karya pemda semata, masyarakat juga harus berpartisipasi. Pemerintah wirausaha itu sendiri bukan tujuan tetapi sarana untuk lebih memahami aspirasai, keinginan, kehendak dan cita-cita warga masyarakat dan memerlukan kesinambungan dari pemerintah yang sekarang dengan pemerintah berikutnya.

Pemda NTT wirausaha yang berhasil akan menghasilkan suatu brand. Dengan memiliki brand yang bereputasi baik, pemda akan lebih siap melakukan kompetisi, utamanya dalam menarik investasi.

Tuntutan dunia usaha terhadap pelayanan pemda NTT semakin meningkat, tidak ada satupun aparat yang mampu secara sendirian memenuhi pelayanan yang sesuai dengan keinginan dunia usaha. Aliansi adalah suatu kebutuhan bagi pemda NTT sekarang ini. Aliansi antarkabupaten se NTT atau luar NTT adalah untuk memacu sektor jasa.

Dalam pandangan school of commodity hal yang utama dalam pemasaran adalah pergerakan yang cepat dari produsen ke konsumen, siapa yang unggul dalam logistik dan distribusi adalah yang akan unggul dalam bersaing. Peran pemda NTT dalam membantu  kegiatan ekonomi terutama pemasaran adalah menyediakan infrastruktur untuk memperlancar arus barang. Infrastruktur memang kebutuhan pokok dalam kegiatan ekonomi, tetapi ada yang lebih penting yaitu branding. Pemda NTT perlu membangun brand atau merek bagi daerah yang diantaranya berupa reputasi untuk meningkatkan daya saing. Brand, jaringan, dan data base adalah intangible asset yang mampu mencakup skill individual atau kelompok/masyarakat yang terkoordinasikan juga menjadi sumber keunggulan bersaing, diantaranya unsur pembentuk daya saing itu adalah: 1) perekonomian, 2) keterbukaan, 3) sistem keuangan, 4) infrastruktur, 5) ilmu pengetahuan dan teknologi, 6) governance dan kebijakan, dan 7) manajemen mikroekonomi.

Sejalan dengan itu, maka langkah strategis yang perlu dilakukan oleh pemda NTT saat ini dan ke depan adalah dengan menetapkan berbagai kebijakan yang sesuai dengan tuntutan masyarakat secara demokratis, akuntabel, transparan, dan berkeadilan. Perubahan-perubahan tersebut lebih mengarah pada perubahan paradigma manajemen pemda NTT. Perubahan pardigma manajemen, pada gilirannya akan berakibat pada semua aspek kehidupan bermasyarakat. Perubahan paradigma manajemen antara lain: 1) dari orientasi manajemen pemerintahan yang sarwa negara ke arah orientasi pasar (market), 2) dari orientasi manajemen pemerintahan yang otoritarian ke arah orientasi egalitarian dan demokrasi, 3) dari orientasi manajemen pemerintahan yang menekankan pada batas-batas dan aturan yang berlaku untuk satu negara sendiri ke arah boundaryless organization, 5) dari birokrasi manual menjadi birokrasi serba teknologi, 6) dari kurang percaya kepada masyarakat menjadi kepercayaan yang tinggi pada masyarakat (Mifta Toha,1999).
Jika pemda NTT ingin mengembangkan “NTT Incoporated” dan bisnis dengan cara demokratis, maka yang perlu dibangun dalam masyarakat adalah modal sosialnya atau competitiveness strategy, yaitu dengan menanamkan dan menerapkan nilai-nilai keutamaan sosial yang tentunya  tidak mudah. Maka dua cara berikut harus ditempuh pertama, dengan membangun prasarana hukum, misalnya dengan menegakkan asas-asas prudentialitas perusahaan. Proses bisnis harus dijalankan melalui rambu-rambu hukum. Kedua, dengan menegakkan administrasi dan etika bisnis ( business administration) yang proper dan yang penting ditaati, maka dengan cara demikian sebenarnya kita dapat membangun kembali citra NTT  untuk menarik investasi lebih banyak lagi.

Oleh: Ben Senang Galus, tinggal di Yogyakarta

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,111,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,146,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,175,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,532,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,2,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,34,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,7,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,3,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,25,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,62,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,273,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,154,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,112,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,275,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,199,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,400,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1026,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,34,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,84,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,18,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,44,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,43,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,4,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Membangun "Brand" NTT Untuk Menarik Investasi
Membangun "Brand" NTT Untuk Menarik Investasi
https://3.bp.blogspot.com/-DGyR0CFTFQs/Wr9ktRCKXFI/AAAAAAAAAQg/DwWUvW8hYokoxjb8i1iUwRfLe5A8IIofQCPcBGAYYCw/s400/IMG-20180331-WA0012.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-DGyR0CFTFQs/Wr9ktRCKXFI/AAAAAAAAAQg/DwWUvW8hYokoxjb8i1iUwRfLe5A8IIofQCPcBGAYYCw/s72-c/IMG-20180331-WA0012.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/06/membangun-brand-ntt-untuk-menarik.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/06/membangun-brand-ntt-untuk-menarik.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy