Mahasiswa STKIP St.Paulus Ruteng Asal Satar Mese Promosikan Pariwisata Golo Mompong
Cari Berita

Mahasiswa STKIP St.Paulus Ruteng Asal Satar Mese Promosikan Pariwisata Golo Mompong

MARJIN NEWS
10 June 2018

Banyak kegiatan yang dilakukan dalam promosi pariwisata di Golo Mompong yang dilakukan oleh para mahasiswa STKIP St. Paulus Ruteng ini,  seperti bakti sosial, ritus, upacara bendera, dan misa inkulturasi yang dipimpin oleh Rm. Inosensius Sutam, Pr. (Foto: Marjinnews)
Ruteng, Marjinnews.com - Ikatan Mahasiswa Pelajar Satar Mese (MAPELSAM) bersama UKM Budaya STKIP St. Paulus Ruteng melaksanakan kegiatan promosi pariwisata Golo Mompong di Desa Lungar Kecamatan Satar Mese, pada 10 Juni 2018. 

Promosi Wisata ini melibatkan beberapa elemen seperti mahasiswa, tokoh masyarakat, agama dan pihak pemerintah.

Banyak kegiatan yang dilakukan dalam promosi pariwisata di Golo Mompong yang dilakukan oleh para mahasiswa STKIP St. Paulus Ruteng ini,  seperti bakti sosial, ritus, upacara bendera, dan misa inkulturasi yang dipimpin oleh Rm. Inosensius Sutam, Pr.

Kehadiran para Mahasiswa ini atas dasar kepedulian dengan aset pariwisata yang saat ini belum dikenal oleh publik.
Situs Peninggalan Bersejarah di Golo Mompong (Foto: Marjinnews)
Hal ini juga disampaikan oleh ketua MAPELSAM Bros Jatam. Dikatakannya, Golo Mompong merupakan salah satu aset pariwisata yang ada di kecamatan Satar Mese yang sampai saat ini belum dibudidayakan oleh pemerintah.

Menurut Jatam, tempat pariwisata ini sangat jelas bahwa ada beberapa peninggalan sejarah yang masih ada seperti meriam peninggalan bangsa Belanda. 
Ketua Mapelsam, Bros Jatam saat berpose di meriam peninggalan Belanda di Golo Mompong
Hal senada juga disampaikan oleh Rm. Inosensius Sutam, Pr.

Romo Ino menuturkan,  bukti sejarah sudah tertulis tentang Golo Mompong. Koordinator UKM Budaya dan Pariwisata itu juga menyampaiakan bahwa di Golo Mompong merupakan benteng pertahanan waktu terjadi peperangan melawan penjajah. 

"Kelanjutan pariwisatan ini diindahkan oleh Bapak Simon Wajong salah satu anggota DPRD Manggarai menjelaskan untuk melanjudkan Golo Mompong sebagai destiminasi pariwisata," terang Romo Ino.

Lanjutnya, kelestaraian benda sejarah itu akan direncanakan untuk membangun rumah adat dan juga akan menjadi museum sejarah di Kabupaten Manggarai," tukasnya.
Rombongan saat berada di Golo Mompong. ( Foto: Marjinnews)
"Selain itu juga dia mengatakan Golo Mompong ke depannya mungkin akan membangun tempat siarah rohani gua Maria. Dewan dapil Satar Mese itu melanjudkan bahwa jika ini terwujud maka hasil pertanian di kampung Poco Leok akan terpengaruh besar dengan kehadiran pariwisata Golo Mompong," pungkas Romo Ino. (*)

Editor: Remigius Nahal