Lambannya Modernisasi Birokrasi Pemkab Manggarai

Bayangkan hampir ribuan orang melintasi jalan ini tiap harinya seperti transporatasi hasil ekonomi dan penumpang, para pasien dan ibu hamil yang dirujuk ke Rumah Sakit, dan akses ke instalasi pembangkit listrik Ulumbu (Gambar: Ilustrasi).
Beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah artikel di sebuah media lokal tentang keluhan para pengguna jalan Ruteng-Iteng. Menurut para pengguna jalan, kerusakan jalan ini sudah lama dan tidak ada tanda-tanda diperbaiki ataupun dipasang tanda-tanda agar pengguna berhati-hati melintasi jalan ini. Masalah ini saya coba kritisi dari alasan pentingnya perbaikan jalan, manajemen birokrasi pemerintah kabupaten, dan solusi yang ingin saya tawarkan.

Alasan pertama mengapa jalan ini sangat penting diperbaiki adalah keselamatan pengguna jalan. Landasan hukum yang digunakan pemerintah tentang keselamatan berlalu lintas adalah Undang-Undang No. 22 tahun 2009.

Ada tiga poin penting yang disampaikan dalam undang-undang ini seperti: (1) terwujudnya angkutan jalan yang aman, tertib, lancer, dan terpadu untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional dan memajukan kesejahteraan umum, (2) terwujudnya etika berlalu lintas, (3) terwujudnya penegakan hukum dan kepastian hukum bagi masyarakat. Dengan melihat pesan yang disampaikan dalam UU ini, masyarakat pengguna jalan merupakan prioritas utama keselamatan dalam berlalu lintas.

Inilah pesan penting bagi pemerintah daerah kabupaten Manggarai untuk selalu melindungi rakyat Manggarai agar terhindar dari kecelakaan selama berlalulintas. Bayangkan hampir ribuan orang melintasi jalan ini tiap harinya seperti transporatasi hasil ekonomi dan penumpang, para pasien dan ibu hamil yang dirujuk ke Rumah Sakit, dan akses ke instalasi pembangkit listrik Ulumbu.

Alsan kedua adalah “economic loss”. Selain bahaya keselamatan bagi para pengguna, waktu tempuh Ruteng-Itengpun menjadi lebih lama. Dari sudut pandang ekonomi, inilah salah satu penyebab kerugian yang paling parah. Di Amerika, kemacetan menimbulkan kerugian hampir 305 miliar dollar tahun 2018, di Jakarta kerugian mencapai hampir 67,5 triliun rupiah per tahunnya (Kepala Bappenas, 2017).

Kecamatan Satarmese yang menjadi salah satu pusat perekonomian Kabupaten Manggarai tentunya mengalami hal yang sama. Contoh sederhana, harga eceran beras ditekan agar menutupi “transportation cost” yang diderita pengusaha beras akibat rusaknya jalur ini. Bukan hanya kerugian yang dialami petani tetapi konsumen secara keseluruhan. Masyarakat Manggarai yang 80% mengandalkan hasil produksi masyarakat lokal akan merasakan dampak luas kerusakan infrastruktur ini.

Bupati Manggarai Deno Kamelus memberikan klarifikasi mengenai masalah jalan ini bahwa status kepemilikan jalan tidak jelas. Dia mengkonfirmasi sudah mengirim surat ke Provinsi untuk menanyakan status kepemilikan jalan. Deno menambahkan sudah berkonsultasi dengan BPK mengenai rencana perbaikan jalan. Pemerintah Kabupaten menurut Deno mempunyai alokasi anggaran sekitar 1,2 milyar untuk meningkatkan kualitas jalan tersebut.

Presiden Jokowi melalui slogan “revolusi mental” dan “nawa cita” berusaha meningkatkan percepatan pembangunan daerah. Reformasi dan modernisasi manajemen public sangat penting untuk mendukung tujuan nasional ini. Modernisasi manajemen ini dituangkan dalam konsep desentralisasi. Melalui konsep desentralisasi, Bupati diharapkan mampu membantu presiden dalam meningkatkan kontribusi daerah terhadap pendapatan negara. Bupati diberi kekuasaan untuk memimpin daerahnya seperti manajer di “private enterprise”. Bupati harus melihat rakyatnya sebagai customer yang harus dilindungi agar mampu berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi daerah dan nasional.

Dalam menjalankan roda pemerintahan dengan sistem desentralisasi, asas akuntabilitas keuangan, legal, dan performance sangat penting. Dalam mengelola keuangan, pemerintah daerah Manggarai harus transparan melalui konsep e-budgeting. Dari sisi legal accountability, pemerintah daerah mempunyai landasan UU No. 22/2009 dan “nawa cita”.

Performance accountability merupakan tanggung jawab pemerintah daerah untuk menciptakan keamanan bagi pengguna jalan sebagai outcome dari proses maintenance jalan. Outputnya adalah terciptanya jalan yang sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan pengguna jalan. Output performance ini tentunya bisa diukur dan dipertanggungjawabkan sesuai dengan standar yang ada.

Saya berharap pemerintah daerah Kabupaten Manggarai khususnya Bupati Manggarai untuk berani menantang “status quo” sistem birokrasi yang ada dengan semangat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Manggarai.

Oleh: Fritz 
Mahasiswa Kebijakan Publik di Australia

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,108,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,143,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,175,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,536,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,2,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,34,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,3,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,25,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,59,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,272,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,154,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,112,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,275,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,200,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,400,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1030,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,34,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,45,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,5,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Lambannya Modernisasi Birokrasi Pemkab Manggarai
Lambannya Modernisasi Birokrasi Pemkab Manggarai
Saya berharap pemerintah daerah Kabupaten Manggarai khususnya Bupati Manggarai untuk berani menantang “status quo” sistem birokrasi yang ada dengan semangat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Manggarai.
https://4.bp.blogspot.com/-PREFUQcqNkc/WyTC78vNFzI/AAAAAAAABhA/r3ABX67m5L0zBdrzI-UDTiTr3SHIiYvtgCLcBGAs/s320/marjinnews.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-PREFUQcqNkc/WyTC78vNFzI/AAAAAAAABhA/r3ABX67m5L0zBdrzI-UDTiTr3SHIiYvtgCLcBGAs/s72-c/marjinnews.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/06/lambannya-modernisasi-birokrasi-pemkab.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/06/lambannya-modernisasi-birokrasi-pemkab.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy